Aresta

Aresta
Eps 17



Akhir pekan yang mereka tunggu tiba. Semua sudah bersiap untuk pergi berlibur kepantai.


Mereka sepakat akan menghabiskan waktu 2 hari 2 malam. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam, akhirnya mereka tiba disuatu pantai yang indah.


“ Leo ini indah ” Ucap Aresta


“ Yang pilih tempatnya juga tampan ” Balas Leo dengan percaya diri


“ Mengaku tampan, tapi belum ada juga cewek yang mau ” Cibir Zain


“ Yaudah kalo gitu lo mau nggak jadi pacar gue ” Balas Leo pada Zain


“ Anjay gue masih normal Le ” Zain bergidik ngeri


“ Jadi selama ini lo suka sama pedang Le? ” tanya David


“ Gila kali, gue cuma becanda aja ” Leo membalas


“ Le, bagiin kunci kamar dong ” Ucap Xavier


“ Mau pasangan apa gimana? ” Tanya Leo sambil menyeringai


“Ya kalo gue sih pasangan juga nggak masalah, kasian lo nggak ada temen, disini yang enggak bawa pasangan cuma lo aja gimana?” Ucap Reza menaik turunkan kedua alisnya


“Eh, otak dipake woy, belum halal” Balas Rio memukul kepala Reza


“Oy sakit ****, gue cuma becanda” Pekik Reza


“Ini 1 ruangan ada 5 tempat tidur jadi cewek-cewek aja, cowok-cowok aja” Leo menyerahkan kunci pada Dea


“Lah kita berenam gimana? Kalo tempat tidurnya ada lima ?” Tanya Zain


“Kan bisa pakai kasur tambahan, itu otak pake dong! “ Kata Leo


“Lo lagi PMS ya? ngGAS terus ?” balas Zain


“Gue cape lama-lama temenen sama lo, bisa gila sebelem punya pacar gini caranya”


“Udah woy, berantem terus kasian tuh cewek-cewek pada mau istirahat” Xavier menyela


“Nanti kalo udah sore kepantai ya, sekarang istirahat dulu aja, makanan nanti ada yang anterin kekamar” Ucap Xavier pada Aresta sambil membelai lembur rambut Aresta


“Oke, dah” Balas Aresta melambaikan tangan


“Dunia serasa milik berdua” Ucap Dea


Setelah para cewek masuk dan membereskan koper mereka memilih untuk mengobrol sebentar untuk saling berkenalan.


“Halo gue Aresta” Ucap Aresta pada ketiga teman barunya


“Gue Tara ” Ucap Tara pacar Reza


“Gue Diana” Ucap Diana pacar David


“Gue Amanda, lo bisa panggil gue Manda” Kata Manda pacar Zain


“Jadi kita mau ngapain nih?” Tanya Dea pada para cewek


“Gue mau tidur bentar, badan pegel semua” Aresta menjawab sambil memegang pinggangnya


“Yaudah istitahat aja, nanti gue bangunin kalo makan atau kepantai” Kata Dea


Sore telah tiba, ini waktu yang tepat untuk bermain dipantai, para cewek sudah bersiap Aresta nampak belum mau membuka matanya.


“Ares!! Bangun!! Gue tinggalin ya ?” Acam Dea


Namun yang dibangunkan masih tidak bergeming diatas tempat tidur.


“Udahlah tinggalin aja, lama si Ares” Ajak Dea pada ketiga temannya


Setelah para cewek-cewek keluar kamar, tertanya para cowok sudah menunggu dilobby penginapan.


“Aresta mana?” Ucap Xavier


“Kebo banget sih pacar lo, gue bangunin daritadi susah minta ampun” Jawab Dea


“Lo mah mencari kesempatan” Ucap Reza


Xavier menaikan satu alisnya


“Sorry, gue emang playboy tapi gue bukan fakeboy kaya lo ya” Balas Xavier


“Udah sana pusing gue ladenin lo” Usir Xavier


Xavier berjalan menuju kamar para cewek, setelah Dea memberikan kunci pada Xavier.


Xavier membuka pintu, Aresta nampak terlihat masih terlelap. Xavier melangkah mendekati tempat tidur Aresta, lalu duduk dipinggir tempat tidur.


“Ares, bangun” Sambil mengguncangkan bahu Aresta yang sedang tertidur dengan posisi tengkurap


“Bener kebo ternyata” Xavier nampak berpikir bagaimana agar Aresta bangun


“Nggak ada cara lain” Xavier naik keatas tempat tidur lalu berdiri.


“Aresta bangun!!!” Sambil loncat-loncat diatas tempat tidur. Bener saja Aresta langsung terbangun karena kaget


“Yaampun, STOP!” Teriak Aresta kesal


“Bisa nggak sih bangunin orang itu dengan cara manusiawi”


“Lo tidur juga nggak manusiawi, cepet siap-siap katanya mau kepantai, gue tunggu di lobby” Ucap Xavier turun dari atas kasur lalu pergi


“Untung sayang” Dengus Aresta


Setelah selesai bersiap, Aresta berjalan menuju lobby


“Ayo” Ajak Aresta


“Lo nggak mandi ya? Kok sebentar sih”


“Yang penting cantik”


“Ck, orang cantik mah bebas” Balas Xavier sambil menggenggam tangan Aresta


Xavier dan Aresta berjalan berasamaan.


“Yang lain kemana?” Tanya Aresta


“Masing-masing mungkin, kecuali si Leo, tuh lagi godain bule” Xavier menunjuk dengan dagunya


“Yaudah ayo samperin”


“‘Udah disini aja, kita pacaran” menahan tangan Aresta


“Pacaran? Ini kita lagi pacaran Xav”


“Berdua aja maksudnya Res, gitu aja nggak peka sih”


“Ya wajar, gue belum pernah pacaran” Aresta memegangi mulutnya yang keceplosan


“Jadi gue cinta pertama lo?” Goda Xavier


Pipi Aresta nampak memerah.


“IYA, lo cinta pertama gue, puas lo” balas Aresta sambil mendelik


Cup, Xavier mencuri ciuman dari bibir Aresta.


“Xavier! Itu ciuman kedua gue yang lo ambil sialan” Teriak Aresta mengejar Xavier yang sudah berlari menjauh.


“Dasar Bucin” Sang jomblo panas, siapa lagi kalo bukan Leo


Aresta



Xavier