Aresta

Aresta
Eps 16



Aresta masuk kedalam cafe. Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari Xavier.


Seorang pelayan menghampiri Aresta.


“Maaf kak, untuk berapa orang? Ucap pelayan perampuan


“Oh maaf mbak, saya sudah ditunggu teman” Balas Aresta


“Atas nama siapa kak?”


Sebelum Aresta membalas, Aresta sudah menemukan keberadaan Xavier


“Itu dia mbak, udah ketemu” Aresta menunjuk Xavier


Aresta berjalan menghampiri Xavier dan menggeser kursi untuk ia duduki


“Lama nunggu?”


“Udah dua Jam”


Aresta mengkerutkan dahinya


“Lo bilang janjian jam empat, ini baru jam empat lebih sepuluh menit”


“Pokoknya lo buat gue nunggu, jadi lo harus terima gue”


“Yang salah lo, datang lebih awal”


“Lo nggak kasian udah buat gue nunggu disini dua Jam”


“Jadi mau lo apa?”


“Gue mau lo jadi pacar gue” Ucap Xavier langsung


“Lo ganteng, baik juga” Aresta menggantungkan kalimatnya “gue rasa nggak ada ruginya jadi pacar lo” Kata Aresta


“Jadi lo terima gue” Tanya Xavier antusias


Aresta mengangguk


“YES!” Xavier bahagia, dan membawa Aresta dalam pelukannya


“Thanks, gue bakalan buat lo bahagia”


“Udahan dong peluknya, malu dilihatin orang”


“Gue nggak peduli”


“Xavier!” Aresta menggeram


“Iya, gue lepasin”


“Duduk manis ya, gue mau foto lo” Ucap Xavier


“Buat apa?” Tanya Aresta


“Udah diem ya”


@AbrhamXav_



♥️ 💬 ↗️


3.565 Likes


Mine ❣️ @Arestacassa


@Leornard gilaaaaa udah resmi aja


@DheaYu Aresta gue marah, lo nggak pernah curhat lagi


@Goriorio Traktiran sekantin besok


@Zainfax Jiwa jones gue meronta


@Davidromeo Ditunggu undangannya


@Rezzaganteng Ditunggu buat dede bayinya


@Sandraverra Semoga cepet putus


Banyak notifikasi masuk dari hp Aresta, lalu Aresta membukanya.


“Mau ngenalin pacar gue” Kata Xavier


“Gue udah bilang, kalo gue diserang fans lo gimana?”


“Mereka nggak akan berani” Balas Xavier


Setelah menghabiskan makanan yang dipesan, Aresta pulang diantar Xavier mereka nampak bahagia dengan status baru mereka.


***


Sepeti biasa jam istirhat selalu Aresta gunakan untuk memberikan jam perlajaran tambahan untuk Xavier. Tapi bukan diperpustakaan melainkan dikelas ditambah dengan Dea, Rio dan Leo. Mereka juga ikut belajar bersama.


“Res, ini makanan dari mamah” Xavier menyodorkan sekotak bekal makan


“Lo nggak makan?” Tanya Aresta


“Nggak dibawain, mamah lebih sayang lo”


“Yaudah aku suapin ya?”


Xavier mengangguk sambil tersenyum. Tidak sia-sia menolak bekal makan siang batin Xavier


“Gila sih yang udah jadian sweet terus” Dea tertawa


“Lo mau juga yang? Aku beliin ya kekantin nanti suapin aku” Rio inisiatif


“Yaudah beli gih” Balas Dea


“Lo pada emang nggak ada akhlak, gue jomblo woy” Leo bersungut frustasi


“Siapa suruh lo jomblo sih?” Kata Rio


“Kata emak gue jangan pacaran, nanti aja pacaran udah nikah, lebih enak katanya” Balas Leo


“Yaudah nurut sama emak lo jangan durhaka” Balas Xavier


*** Setelah mereka selesai makan siang


“Woy!” Leo berteriak membuat keempat manusia yang sedang serius belajar kaget.


“Biasa aja kali, ini bukan hutan” Xavier memberi pukulan pada kepada Leo


“Sakit bego” Ringis Leo


“Kuping gue juga sakit” Xavier menunjuk telinganya


“Ada apa sih pake teriak gitu?” Kata Dea


“Gimana kalo sebelum ujian kelulusan kita liburan dulu?”


“Liburan kemana?” Balas Rio


“Kepantai, kayanya seru main air. Sebelum gue pusing sama soal-soal”


“Bukan ide yang buruk” Ucap Xavier


“Pergi kapan?” Rio bertanya


“Akhir pekan ini gimana? Minggu besok udah mulai sibuk mata pelajaran tambahan bukan?”


“Gue sih setuju” Kata Dea


“Gue juga Yes” Ucap Rio


“Lo gimana Xav?” Tanya Leo


“Gue gimana Aresta, kalo dia ikut gue ikut”


“Nah jadi keputusan ada ditangan lo Ares” Dea bertanya


“Gue juga ikut” Kata Aresta


“Lo nggak bawa pacar?” Tanya Xavier pada Leo


“Gue jomblo kalo lo lupa” Balas Leo


“Gue ajak David, Reza sama Zain biar tambah rame” Xavier memberikan ide


“Atur aja Xav, gue siapin semuanya”