Andia

Andia
episode 5



Dengan wajah kesalnya, Andia duduk di depan disamping Nirwan.


Dia duduk diam dan tak bersuara sama sekali.


"Dipakai sabuk pengamannya ya.."


Kata Nirwan mengingatkan mereka.


Ia mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Duh ! bentar-bentar .." seru Neni tiba-tiba


"Ya..? ada yang tertinggal? " tanya Nirwan


"Bentar ya mas.. Tiba-tiba perutku mulas sekali.


Aku ke toilet dulu ya.." Neni buru-buru turun dengan wajah memelasnya.


"Ok.." sahut Nirwan enteng sekali


"Tin ! Tin !" terdengar bunyi klakson motor di samping mobil Nirwan.


Mereka semua menoleh kearah suara tersebut.


"Rud ! ada apa ?" tanya Dini mengeluarkan kepalanya dari pintu mobil.


"Apa kamu lupa, hari ini kita ada acara mau kemana ?"tanya Si Rudi


Dini tampak berfikir sejenak.


"Oh ya ! Aku hampir saja lupa. Maaf..


Dia.. maaf ..aku tak bisa ikut kalian.. aku ada janji dengan Rudi.. maaf ya .." Dini buru-buru turun dari mobil Nirwan.


"Dini ! kamu ini ! bukannya kamu sendiri tadi yang.." sentak Dia


"Ups maaf Dia.. aku benar-benar lupa"


jawan Dini tanpa dosa memotong ucapan jengkel dari Dia.


"Sebaiknya kalian ga usah nunggu Neni dech.


aku yakin dia ga bakalan ikut kalian kalau nantinya cuma jadi obat nyamuk.. bay.. titip Dia ya mas " ucap Dini dengan cepat sesaat sebelum ia kabur bersama Rudi.


"Ok.. tq nona manis" Sahut Nirwan sambil melambaikan tangan kearah Dini dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Teman-teman yang baik.. kapan-kapan pasti akan kutraktir mereka.." ucap Nirwan ringan masih dengan senyum dibibirnya.


"Huh ! baik darimananya" Andia menggerutu


"Ok kita jalan ya.. sudah dipasang sabuk pengamannya kan ? " Nirwan kembali mengingatkan.


Tak ada jawaban atau reaksi apapun dari Andia.


Nirwan pun segera melajukan mobilnya.


Sepanjang jalan begitu hening. Tak ada percakapan.Beku, seperti wajah Andia saat ini.


"Temani aku makan dulu ya.. aku belum makan "


Tak ada jawaban apapun dari mulut Dia.


"Kamu keberatan ?" tanya Nirwan


"Apa kamu marah ?" Tanya Nirwan lagi


"Apa kamu masih butuh jawabanku ?"


sahut Dia dengan ketus bahkan tanpa menoleh sedikitpun


"Maaf.. aku tak bermaksud seperti itu.. Tolong jangan marah.Aku hanya ingin bersamamu.."


Jawab Nirwan pelan


Tak ada reaksi apapun dari Dia.Hingga mobil mereka sampai ke tempat tujuan.Area parkir yang cukup luas.Tempat makan yang tampak nyaman dengan pemandangan laut di sekitarnya.


"Ayo turun" Nirwan membukakan pintu untuk Dia.Diulurkannya tangan Nirwan untuk membantu Andia turun, masih dengan senyumnya.


"Aku bisa sendiri"Kata Dia masih bertahan dengan suara ketusnya.


Nirwan hanya menghela nafas .


Dia memesankan menu untu makan siang mereka.


Diajaknya Dia duduk di sebuah pondok yang langsung menghadap kelaut.


"Kenapa kau tak pernah membalas pesanku ?"


Tanya Nirwan memecah keheningan


"Aku tidak ingin membalasnya"


Jawab Dia pendek


"Apakah aku tak pantas menjadi temanmu ? sampai membalas pesanku pun kau tak mau "


Tanya Nirwan lagi.


"Sudah kubilang aku tidak ingin membalasnya.. bahkan... "Kalimat Dia terpotong karena pesanan mereka sudah dihantar oleh pelayan .


"Kita makan dulu.. nanti dilanjut lagi.."


Kata Nirwan datar


Nirwan makan dengan lahap.


Sesekali ia memandang ke arah Andia dengan tersenyum.


Yang dipandang masih saja acuh tak acuh.


"Aku baru saja kembali dari LN. Ada tugas yang harus kukerjakan.Kau tahu.. dua minggu tak melihatmu, membuatku begitu merindukanmu"


Nirwan sudah menyelesaikan makannya dan kembali membuka percakapan.


"Laki-laki ini gila kali ya.. bisa-bisanya dia bilang meridukanku. Teman bukan, pacar apalagi..benar-benar gila memang "


Gerutu Dia dalam hati