
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan antara Nirwan dan Andia.
Bahkan Andia setia memalingkan wajahnya ke arah jendela.Nirwan yang tau bahwa Andia masih kesal juga tak ingin mengusiknya.
Hingga mobil Nirwan sudah memasuki kawasan pantai.Nirwan menghentikan mobilnya.
Dan dia mulai menarik nafas pelan sekali.
"apakah kau tak ingin menikmati indahnya pemandangan pantai ini..?"tanya Nirwan lembut
Tak ada jawaban apapun dari Andia.
Nirwan mencoba tersenyum.Lalu ia turun dan kembali menutup pintu mobilnya.
Dia membuka pintu tempat Andia duduk.
"Ayo.." Nirwan mengulurkan tangannya mencoba mengajak Andia turun.
Andia tetap saja tak memberikan respon apapun.Nirwan menghela nafas sesaat , namun kemudian ia tersenyum.
"Baiklah.. kalau begitu aku memaksamu untuk berbagi tempat dudukmu denganku.."
Nirwan mencoba duduk dijok yang sama dengan Andia.Sesaat Andia menatapnya tajam.
"please.."pinta Nirwan pelan
Dengan mendengus kesal Andia mencoba menggeser posisi duduknya.
Namun karena sesak, ia pun kesal
"Sudah kau saja yang duduk.Aku turun" ketus Andia
"No.. tetap disini.. kau ataupun aku tidak akan kemana-mana.."tegas Nirwan
"Tapi ini terlalu sempit.Badanku bisa sakit abang.."gerutu Andia
Nirwan tersenyum, ia menarik nafas lega.
"Kemarilah..menurutlah biar tidak terasa sempit.."Nirwan mencoba meraih tubuh Andia
Andia menatap Nirwan,nirwan hanya mengangguk mencoba meyakinkan Andia.
Dengan ragu Andia duduk dalam pelukan Nirwan.
"Sudah lebih nyamankah ?"tanya Nirwan pelan
"apa tubuhku tidak berat ?"Tanya Andia sedikit malu
Nirwan kembali tersenyum dan memeluk tubuh Andia dengan lembut
"Kau mungil seperti ini, berat dari mana?"
"Kau mengejek aku kecil"Suara ketus Andia kembali terdengar.
Nirwan tertawa kecil.Diciumnya kening Andia lama sekali
"Maafkan aku.." hanya itu yang diucapkan Nirwan
"Kau mau kan memaafkan aku ?" suara lirih Nirwan
"Aku tau kau tak butuh maafku.. kau lebih butuh aku bersamamu kan.. " jawab Andia
"kau salah Andia..Aku inginkan keduanya.. dirimu dan hatimu" Nirwan kembali memeluk Andia , kali ini lebih erat.
"aku kesal.." gerutu Andia
"Aku tau itu.. maaf.."hanya itu jawaban nirwan
Nirwan kembali mencium pucuk kepala Andia.
Andia mulai membalas pelukan Nirwan. Ia menyusupkan wajahnya di dada Nirwan.
"Aku menyayangimu Andia.Aku mencintaimu.. dan akan selalu seperti itu" bisik Nirwan lembut di telinga Andia.
Tanpa menatap wajah Nirwan, andia hanya membelai wajah Nirwan dengan lembut.
Nirwan meraih Jemari andia dan dikecupnya berulang-ulang.Dan perlahan diraihnya wajah Andia. Nirwan tersenyum dan makin mendekatkan wajahnya.
"jangan menatapku seperti itu abang.. aku malu" pelan suara andia.
Perlahan Nirwan menarik dan menutup pintu mobil.
"Dia.." Nirwan mengecup bibir Andia dengan lembut. Andia terlihat tegang
Nirwan kembali mendekat.Kembali diraihnya wajah Andia.
"abang.."
"kalau kau malu pejamkan matamu.. "
Andia hanya menurut apa yang dikatakan Nirwan.
Nirwan dan Andia tenggelam dalam ciuman panjang.
"bernafaslah sayang.."bisik Nirwan disela-sela kemesraan mereka
"abang.."Suara Andia mulai terdengar parau
"iya.."Nirwan hanya menjawab panggilan Andia dengan tak berhenti mencumbui Andia..
Bahkan tangan Nirwan mulai tak bisa dikondisikan.
"sayang.."bisik Nirwan
"ehmm.."hanya itulah yang mampu keluar dari bibir Andia
"..abang.. jangan.. kumohon jangan.."lemah suara Andia saat Nirwan hendak berbuat lebih.
"sayang.."Nirwan mencoba membujuk Andia
Andia berusaha mengembalikan kesadarannya.
Ia mengatur nafasnya.. pelan ia mulai membuka matanya..
"Abang.." Dia mengelus rambut Nirwan dengan lembut.
"berhentilah kumohon.. bahkan ketika aku sendiri yang menginginkanmu.. berhentilah untukku.. abang..please.." bisik Andia lagi.
Perlahan Nirwan menghentikan aktifitasnya..
Ia mulai mengatur nafasnya.
Ditatapnya Andia yang saat ini sedang tersenyum lembut menatapnya.
"maaf.."hanya itu yang diucapkan Nirwan , sambil membantu merapikan kemeja Andia yang sebagian mulai terlepas kancingnya.