Andia

Andia
episode 29



Andia sangat terkejut.


Tiba-tiba ada Nirwan sudah berdiri dibelakangnya. Begitu dekat, dan suara itu.. suara yang sebenarnya sangat ia rindukan.


"Kau.." kata Dia dingin


"ia Andia.. ini aku.. bisakah kamu ulangi kata-katamu tadi.. tolong katakan lagi kalau kamu mencintaiku.. bahkan selama ini aku tak pernah mendengar kalimat itu terucap darimu.."


Suara Nirwan terdengar parau. Nirwan yang begitu mencintai Andia, saat ini terlihat benar-benar rapuh. Benar-benar bukan apa-apa di depan Andia.


"Aku pulang.. Kania, kakak.."Andia tak melanjutkan kalimatnya, karena Kania ternyata sudah tidak ada di tempat itu. Kania tiba-tiba menghilang bersamaan dengan munculnya Nirwan.


"Tidak.. Tolong tetaplah tinggal.. tetaplah disini Andia.. please.."Nirwan meraih lengan Andia


Andia menepis tangan Nirwan.


Nirwan tetap tak membiarkan itu. Ia bahkan segera meraih Andia dan mendekapnya.


"Kumohon.. jangan pergi.. jangan pergi Andia. Aku tak bisa tanpamu. Aku tak bisa Andia. Makilah aku sepuasmu. Lakukan apapun agar segera reda amarahmu. Namun jangan hukum aku seperti ini.. " rintih Nirwan .


Ia erat sekali memeluk Andia. Ia benar-benar takut Andia meninggalkannya. Ia menyembunyikan wajahnya di bahu Andia.


"Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi."


Andia mencoba mendorong tubuh Nirwan. Namun tubuh Nirwan tak bergeming sedikitpun.


Bahkan Nirwan makin erat memeluk Andia.


"Lepaskan aku. Kau menyakitiku."


Andia mulai berontak, dia memukul dada Nirwan berulang-ulang mencoba memberikan penolakan.


Nirwan tak bergeming. Ia tetap erat memeluk Andia dalam dekapannya.


Hingga Andia sepertinya mulai menyerah.


"Kau .. kenapa kau selalu memaksaku.. Kau menyakitiku.. kau menyakiti aku.. Kau juga menyakiti perasaanku.. kau jahat.. kau sangat jahat.. aku membencimu.. aku sangat membencimu.. "Andia mulai terisak.


Ia menangis dalam pelukan Nirwan. Suaranya terdengar begitu memilukan.


"Aku memang jahat.. aku mohon maafkan aku.. maafkanlah aku.. berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua.. Kumohon maafkan aku Andia.." Nirwan menciumi wajah Andia bertubi-tubi.


"Kamu jahat Nirwan.. Kamu jahat.. aku membencimu.. aku begitu membencimu.. "


Andia kembali terisak


"maafkan aku.. aku janji.. aku janji akan memperbaiki semua.. Aku janji.. tolong percaya aku.. kumohon jangan pergi Andia."


Nirwan mengecup pucuk kepala Andia begitu dalam, begitu lama.


"berikan aku kesempatan.." pelan suara Nirwan


"katakan.. apa yang harus kulakukan agar kau percaya.. " pinta Nirwan


"aku sudah memberikanmu kesempatan.. kau sudah mengecewakan aku.. Kau tau sejak awal aku tak menyukai kehidupanmu.. kau tahu itu bukan.. Apa aku salah jika aku kecewa.. Apa salah jika aku marah ?" Andia menatap Nirwan, ia menyampaikan perasaannya dengan berurai air mata.


"Tidak.. aku yang salah. Aku yang bodoh. Aku yang bodoh Andia. Tolong maafkan aku.. maafkan aku Andia.. " Nirwan menatap mata Andia. Mencoba meyakinkan gadis itu. Mencoba untuk kembali memeluk hati gadis yang begitu dicintainya itu. Dibelainya wajah gadis itu.


".. Aku sudah memaafkanmu.. aku sudah memaafkanmu bahkan bersamaan dengan rasa kecewaku saat itu, aku memaafkanmu.."


Andia mencoba menyentuh wajah Nirwan.


Dirabanya wajah Nirwan perlahan, diraihnya untuk makin mendekat.Perlahan dikecupnya pipi Nirwan dengan sangat lembut. Lembut sekali, bahkan hingga terlihat Nirwan memejamkan mata menikmati kecupan di pipinya itu. Kecupan itu beralih ke bibir Nirwan.Nirwan membuka matanya, menatap lembut kearah Andia. Andia memperdalam kecupan itu. Perlahan Nirwan meraih wajah Andia agar lebih mendekat. Mereka saling merespon. Saling melepaskan rindu mereka. Mengungkapkan apa yang tak sanggup mereka ucapkan lewat kata.


Perlahan.. Andia pula yang mengakhirinya.


Ditatapnya wajah Nirwan begitu dalam. Dipeluknya Tubuh Nirwan dengan hangat sekali.


"Jangan pergi Andia.." bisik Nirwan pelan


Kembali di tatapnya wajah Nirwan. Dia tersenyum lembut sekali. Dikecupnya pipi Nirwan lembut. Beralih ke bibir Nirwan, tak kalah lembutnya. Dan kemudian Andia mengecup kening Nirwan lembut, lama sekali.


Andia menarik nafas panjang.


"Aku tetap akan pergi.. jaga dirimu baik-baik. Titip Kania. Jangan abaikan dia." kata Andia pelan. Ia mulai menjauhkan dirinya dari Nirwan


"Jika kau sudah memaafkan aku, kenapa kau tetap harus pergi Andia.. ? " tanya Nirwan pelan


"Saat ini.. biarlah seperti ini.. ini yang aku mau saat ini.." jawab Andia datar


Nirwan menghela nafas. Ia tahu Andia memang keras. Apa yang sudah menjadi keputusan gadis itu, itulah yang akan ia lakukan.


"Akan sampai kapan Andia.. ?" tanya Nirwan kemudian


Andia hanya menggeleng.


"biarlah waktu yang menjawab semua itu.. Dan aku juga tak memintamu menungguku. Kau berhak menemukan kebahagianmu.. Aku pergi ya.. " Andia mulai beranjak


"Dia.."panggil Nirwan pelan


"Ijinkan aku memelukmu sebentar.."


Diraihnya tangan Andia. Nirwan mendekat, dan diraihnya tubuh Andia. Nirwan memeluk Andia dengan hangat. Dikecupnya wajah gadis itu lama sekali.


Perlahan Andia melepaskan pelukan Nirwan.


Tanpa menatap Nirwan, Andia segera berbalik dan melangkah meninggalkan Nirwan.


"Aku akan menunggumu.." Nirwan