Andia

Andia
episode 20



Kian hari,hubungan Andia dan Nirwan jadi kian dekat. Andia tak sedingin sebelumnya


Ia lebih sering tersenyum saat bersama dengan Nirwan.Terlebih saat ada Kania, Andia selalu bisa mencari bahan untuk bisa membuat Kania tertawa.


Nirwan makin mencintai Andia. Banyak hal yang sudah berubah dalam kehidupan Nirwan. Nirwan lebih sering berada di rumah bersama Kania ataupun mengisi waktunya dengan Andia.


"Dia.. " Nirwan terkejut melihat Andia yang tiba-tiba muncul didepannya.


Yang ditegur tidak menjawab. Ia bahkan menatap Nirwan penuh selidik.


"Kamu sama siapa sayang.. ? kok ada disini..


bukannya tadi ke kampus ?"


tanya Nirwan


"Abang sama siapa? tadi aku seperti melihat abang sama seseorang ?"


Dia ganti bertanya.


"Iya.. aku ada teman.. baru ke toilet..


duduklah .. jangan berdiri dan memandangku seperti itu .."


Nirwan hendak bangun untuk mengajak Dia untuk duduk


"Hai.. siapa dia Nirwan..?.. Oohh.. aku ingat.. dia adikmu kah.. Tapi bukannya adikmu.."


Seseorang tiba-tiba muncul di dekat Nirwan dan meraih lengan Nirwan.


Dia tersenyum misterius menatap Andia.


Wajah Andia yang tadi datar, kini makin terlihat tidak bersahabat. Nirwan menyadari suasana hati Andia saat itu.


"Sayang.. ini rekan kerjaku,Sinta.. Sinta, kenalkan ini.."


"Hai aku Sinta.. kau cantik sayang.. aku sudah pernah mendengar kalau Nirwan punya adik perempuan.." Ucapan sinta tentu saja membuat kalimat Nirwan tidak terselesaikan dengan baik.


Dia menatap tajam ke arah Nirwan.


"permisi..aku pulang."


Andia begitu saja pergi dari hadapan mereka


Nirwan bergegas menyusul Andia.


Dia rekan kerjaku.. Aku sedang ada janji.. yang lain belum datang.. "


Nirwan meraih tangan Andia. Andia tak bersuara.


"Aku ingin sekali mengantarmu. Tapi saat ini tidak bisa .Sebentar lagi pasti yang kami tunggu datang..Tunggu aku dirumah ya.." Nirwan menatap mata Andia meminta pengertian dari gadis yang ada didepannya itu.


Andia masih tak bersuara.


"Kumohon.. jangan marah.." Nirwan mencoba menyingkirkan anak-anak rambut di wajah Andia.


"Setelah selesai.. aku segera pulang .. nanti ku telfon.."bujuk Nirwan lagi.Dikecupnya kening Andia


"Aku carikan taxi ya.."


"Tidak perlu.Aku bisa sendiri."


Dia segera menepis tangan tangan Nirwan dan berlalu dari tempat itu.


Nirwan tampak membuang nafasnya. Ditatapnya Andia yang sudah memilih pergi menggunakan angkutan kota.


Nirwan tahu seperti apa perasaan andia saat itu. Dia pasti marah dan kecewa.Melihatnya bersama perempuan lain.Bahkan dianggap sebagai adik dari Nirwan.


Nirwan segera kembali menemui Sinta dan beberapa orang yang sudah ada di tempat mereka tadi.


"Nirwan.."Sinta hendak mengatakan sesuatu


"...Aku rasa kita bisa segera memulai diskusi kita.."Potong Nirwan segera.


 Sementara di dalam sebuah transportasi kota, Andia terlihat masih kesal dengan kejadian tadi.


Hari ini ternyata banyak jam kosong.Ia yang semula hendak ke tempat Nirwan,dijalan melihat mobil Nirwan berbelok ke sebuah restoran.Ia turun untuk memberikan kejutan.


Tapi nyatanya, ia malah merasakan kekecewaan yang berlipat.


"Huh ! menyesal rasanya .. tau begitu, tadi kubiarkan saja dia. Awas saja nanti " gerutu Andia dalam hati.


Begitupun Nirwan, meskipun ia terlihat begitu tenang namun hatinyapun gelisah.


Pikirannya yak lepas dari Andia.


Rasanya sudah ingin segera menyelesaikan pertemuannya beberapa relasinya, dan segera menemui Andia.


Nirwan yang sangat mencintai Andia sudah pasti tak ingin Andia marah apalagi sampai pergi dari kehidupan Nirwan karena kesalahpahaman ini.