Andia

Andia
episode 28



Waktu terus berlalu.


Andia masih tetap pada pendiriannya. Dia masih menjaga jaraknya dengan Nirwan. Dia selalu menghindar setiap Nirwan datang ke kampus ataupun ke rumahnya. Dia memilih lebih fokus untuk segera menyelesaikan kuliahnya dengan sebaik-baiknya.


Namun meskipun begitu, dia masih tetap memberikan perhatiannya untuk Kania. Dia tak ingin Kania kembali mengalami masa-masa merasa sendiri. Dia tahu sekali akan kesibukan Nirwan. Dan Dia pun tahu sekali kalau Kania masih sangat membutuhkan dirinya sebagai teman sekaligus orang terdekatnya.


Seperti hari itu, Dia ada dirumah Nirwan untuk mengunjungi Kania.


Kania yang tak pernah ingin jauh dari Dia, saat Dia ada bersamanya.


"Kakak.. kapan kita bisa jalan-jalan lagi ?" tanya Kania


"Kapan-kapan ya sayang. Kak Dia sedang sibuk sekali ini. Sebentar lagi kuliah kakak selesai."


jawab Dia sambil mulai berkemas


"Kakak jangan pulang dulu, Nia masih ingin ditemani kak Dia.."Kania bergelayut manja di lengan Andia


"Sudah hampir sore Nia, kapan-kapan kak Dia kesini lagi.."jawan Dia sambil tersenyum


"Kak Dia senang melihat Nia seperti ini. Cantik , ceria, dan sudah sangat mandiri sekarang. Dan pastinya sudah lebih percaya diri..


Terus seperti ini Kania.." Kata Andia kemudian


"Semua ini karena kak Dia juga kan. Kak Dia yang hebat. Kak Dia juga sangat baik. Kak Dia sudah merubah kania.. merubah abang.." jawab Kania sambil memeluk Andia lebih erat


"kakak.. apa kakak belum memaafkan abang ?"


tanya Kania pelan dan hati-hati


Yang ditanya hanya tersenyum. Entah apa arti senyum itu. Hanya dia yang tahu.


"Kak.." panggil kania pelan


Kania menegakkan tubuhnya mencoba menatap wajah Andia. Namun dia sedikit terkejut, terlihat abangnya ada diujung ruangan itu. Entah sejak kapan, ternyata abangnya sudah pulang dan masuk melalui pintu samping. Namun Nirwan menggeleng pelan ke arah Kania. Kania mencoba memahami isyarat dari Nirwan.


Kania menarik nafasnya perlahan.


"kak Dia belum memaafkan abang ?"


Kania mencoba bertanya lagi.


"kakak sudah memaafkan abang kania.. Jauh sebelum abang meminta maaf, kakak sudah memaafkannya.. Kalau kakak tidak memaafkan abang, apa menurutmu kakak saat itu mau menemani abang hingga sadar.. ?"


Andia menjawab pelan sambil matanya menerawang, entah apa yang dirasakannya saat itu.


"kalau kak Dia sudah memaafkan abang, kenapa kak Dia .."


"Abang sudah berubah kak.. Abang sudah banyak berubah. Sejak mengenal kak Dia, abang sudah banyak berubah. Kania tahu sekali itu. Saat itu abang mungkin mengecewakan kakak, tapi abang benar-benar tidak sengaja melakukan itu. Dan abang juga benar-benar menyesal kak.. Dan sejak kejadian itu.. abang sekarang makin berubah kak. Abang makin sering terlihat di rumah. Tapi.. Kania jadi jarang melihat abang tersenyum.. Abang tak sebahagia saat ada kakak disamping abang.."


cerita Kania pada Andia


Andia hanya tersenyum tipis mendengar cerita Kania.


"kakak.. apakah kakak sudah tidak sayang lagi sama abang.. sudah tidak cinta lagi sama abang ?" tanya kania hati-hati sekali


Yang ditanya hanya tersenyum.


"Kok kak Dia hanya tersenyum.. Nia serius ini tanyanya.."Kania mulai merajuk


Andia kembali tersenyum melihat wajah Kania yang terlihat begitu lucu.


Cantik dan menggemaskan, pikir Andia.


Bahkan Andia sedikit terkekeh melihat wajah Kania saat itu.


Merasa tak mendapat respon, Kania jahil dan mulai menggelitiki pinggang Andia.


"Kania !" teriak Andia kaget


Kania tertawa melihat respon Andia.


Andia juga tak mau kalah, dia balas menggelitik Kania. Mereka tertawa lepas saling menggelitik.


Kania terlihat bahagia sekali. Begitupun Andia, untuk sesaat ia bisa melepaskan dan melupakan segala yang membuatnya penat.


"Sudah Kania.. sudah.. kakak geli ini " teriak Andia sambil mencoba menghindar


"Jawab dulu kak.. apa kak Dia sudah tidak sayang lagi sama abang , sudah tak cinta lagi sama abang ?" kania terus menggelitik Andia


"kakak cinta sama abang kania ! kakak masih sayang sama abang .. "jawab Andia cepat


"kakak tidak bohong?" tanya Kania lagi


"Kakak tidak berbohong Kania. kakak masih sayang sama abang" jawab Andia lagi dengan wajah memelas


"Apakah aku sedang tidak bermimpi..? Apakah aku tidak sedang salah dengar Dia ?"


Suara itu benar-benar membuat Andia terkejut.


Nirwan