Andia

Andia
episode 1



Dia , tidur-tiduran tak jelas di kamarnya.Tempat tidur yang hanya muat untuk satu orang itu menjadi saksi kebosanannya melewati hari ini.Balik kekanan, balik lagi kekiri. Sebentar melihat hp, sebentar kemudian diletakkan kembali hp nya itu. Di rumah bingung, tidak ada yang dikerjakan, mau keluar rumahpun juga bingung karena tidak ada tujuan.Pastinya juga bingung , karena tidak punya bekal untuk jalan keluar rumah 😊


 


Tiba-tiba hp yang ada di sampingnya berbunyi.. Diraihnya Hp yang tak terlalu keren itu.Cukuplah kalau hanya sekedar untuk melakukan panggilan dan kirim pesan serta bersosmed seperlunya.Ia meraih hp nya, namun tampak dahinya berkernyit karena yang muncul di layar hp nya adalah nomer baru yang tidak ada dalam daftar kontaknya.


 


"Assalamu 'alaikum .. ya.. ini siapa ya ?


 kok bisa dapat nomer ini ?.. teman ibu ?


ooh.. ya ya.. maaf.. sudah ya..


assalamu 'alaikum"


Andya tampak makin bingung setelah menerima telpon itu.


Orang aneh , pikirnya.


Si penelpon yang tidak ia kenali itu mengaku teman ibunya,


tetapi bukannya minta dipanggilkan ibunya malah cuma nanya ini benar Dia atau bukan. Padahal kan si ibu juga punya hp sendiri.


"Huh ! ga jelas banget." gerutu Dia dalam hati


Iapun keluar dari kamarnya.


Dilihatnya sang ibu.


Dan dia pun mendekat.


"Ada apa Dia ? kenapa wajahmu seperti itu ?"


Tanya ibu Dia yang heran melihat wajah anak gadisnya.


"Bu.. Dia mau tanya.."


Dia duduk di depan ibunya yang sedang merapaikan tumpukan baju yang baru selesai disetrika.


"Ada apa ? serius sekali sepertinya ?"


"Bu.. " Dia berhenti sejenak. Tak melanjutkan kalimatnya.


"ada apa Dia ? kenapa tidak jadi bicara ?Apa yang mau kau tanyakan ?" tanya sang ibu lagi.


Yang ditanya tampak ragu.


Namun sesaat ia mencoba kembali bertanya.


"Nirwan itu siapa sih bu ?" keluar juga kalimat itu dari bibir Dia.


"Nirwan ? "ibu terlihat setengah berpikir.


"Lho , kok ibu malah ganti tanya ke Dia, ..


Nirwan.. dia bilang kalau dia temannya ibu"


bibir Dia mulai sedikit mengerucut.


"Ooh Pak Nirwan .." ibunya menjawab santai.


"Hah ! apa bu.. ? .. Pak kata ibu.. emang dia sudah tua ya bu ?" Dia terkejut dan sedikit penasaran.


"Saat Ibu dulu di negara tetangga,


Pak Nirwan itu dulu sering mampir di restoran tempat ibu bekerja.."


ibu mulai menjawab pertanyaan sang putri dengan nada yang masih biasa. Meski heran, Dia mendengarkan saja dan menunggu apa kalimat yang akan diucapkan selanjutnya oleh sang ibu.


"Dan semua memanggilnya Pak, ya ibu juga sama , memanggilnya pak juga.."


jelas ibunya lagi.


"Ooh.." pelan suara Dia terdengar


"Ada apa kok tiba-tiba tanya tentang pak nirwan ?" selidik ibunya


"karena barusan Pak Nirwan telpon Dia ,


dia bilang kalau pak nirwan teman ibu"


"Ooh..iya.. pak Nirwan pernah minta nomermu.. Pak Nirwan sering ngobrol dengan ibu,


ataupun teman-teman ibu yang lain kalau restoran sedang sepi."


"Ibu ini, gampang sekali memberikan nomerku ke orang lain" gerutu Dia dalam hati.


"Kenapa Dia ? apa Pak Nirwan mengatakan sesuatu yang membuatmu kesal? kenapa wajahmu seperti jengkel begitu ?"


tanya ibunya masih disela-sela aktifitasnya.


"Dia kan ga kenal bu sama yang namanya Pak Nirwan itu, tau-tau dia telpon. Dan.. ga jelas juga sebenarnya tujuannya apa.."


jawab Dia dengan nada sedikit mengeluh.


Tak ada yang dikatakan lagi melihat wajah anak gadisnya seperti itu. Sang ibu hanya tersenyum sekilas dan segera melanjutkan pekerjaannya.


----------------------------------------


Maaf ya.. masih belajar nulis ini.


Boleh kasih masukan , saran, sedikit kritik juga boleh lah, tapi yang membangun ya 😊