
Brayan pun berhasil menjadi ketua OSIS di kampus Universitas Apc elit, namun dibalik dia mendapatkan jabatannya sebagai ketua OSIS !! Dia pun mendapatkan ujian baru, dimana kepemimpinannya sedang diuji. Dia mendapatkan sebuah tantangan dari Pak Covid sebagai petugas paskibra dan mengurus acara semuanya dengan sendirian, tanpa bantuan dari orang lain, kecuali sahabatnya Yoga dan Randi. Mereka diberi gelar oleh pihak kampus sebagai "An Idiots". yang jadi masalahnya Tim An Idiots tidak ada yang bisa dalam baris berbaris, mereka kebingungan dan mencari cara supaya bisa keluar dari masalah yang mereka hadapi sekarang.
Mereka bertiga pun tidak bisa memecahkan masalah ini, mereka terus mondar mandir dikamar dan memikirkan bagaimana cara mereka untuk keluar dari masalah ini dan tampil bagus dihari upacara penyambutan guru nanti, Brayan punya ide dan memberitahu langsung idenya kepada Yoga dan Randi.
Mereka bertiga pun pergi ke perpustakaan dan mencari informasi-informasi seseorang yang terkenal dan ahli dalam PBB (Pasukan Baris Berbaris). Mereka menemukan buku beserta alamat dan biodata seseorang mantan Prajurit yang kini kerja menjadi seorang penjual Bunga. Mereka bertiga pun mencari alamat tersebut dan menemukannya, mereka merasa aneh?? kenapa seorang Prajurit malah menjadi seorang penjual bunga. Brayan menghampirinya dan menyapanya??
Brayan : Permisi pak??
Prajurit : Iya, ada apa ya!! apa kau ingin membeli bunga?? maaf toko ini sudah tutup, kau bisa kembali besok;
Brayan : Maaf saya kesini tidak berniat membeli bunga, saya datang kesini untuk menemui bapak, ada yang perlu ingin saya bicarakan kepada bapak?
Prajurit : Maaf saya tidak punya waktu sekarang, saya masih sibuk tolong datang besok saja, oke!!
Brayan : Oh, baiklah;
Mereka bertiga pun kembali ke asrama, mereka sangat takut karena penampilan orang itu beserta mukanya sangat menyeramkan dan berotot. Yoga berkata??
Yoga : Dia sangat menyeramkan, dia tidak cocok menjadi seorang penjual bunga??
Randi : Kau betul ga!! Dia sangat menyeramkan, siapa coba yang mau beli dagangannya;
Brayan : Sudah lah, lagi pula kita butuh bantuannya sekarang untuk melatih kita dan kita pun tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya saja. Aku yakin dia adalah orang baik, cuma penampilannya saja yang seperti itu agar membuat kita takut, tapi bagaimana pun caranya, dia harus melatih kita.
Yoga : Mau gimana lagi, dasar Pak Covid selalu membuat kita dalam masalah dan menekan kita seperti ini!!
Randi : Bukan kah ini rencana mu, kau memaksa Brayan untuk ikut daftar sebagai ketua OSIS dan kau membuat aku masuk dalam masalah seperti ini juga, jadi kita harus tanggung derita ini sama-sama.
Brayan : Sudah-sudah jangan saling menyalahkan, sisakan perkataan kalian untuk besok, kita harus bisa meyakinkan orang itu untuk mengajari kita PBB.
Yoga dan Randi : Siip, kita hadapi ini sama-sama;
Malam telah berlalu dan siang pun telah tiba!! Mereka bertiga kembali menemui penjual bunga kemarin, dan memintanya untuk mengajari mereka PBB. Namun permintaan mereka ditolak mentah-mentah, Brayan mencoba meyakinkannya dan memohon kepadanya tapi tetap tidak dapat kepercayaannya. Brayan mencoba menjelaskannya dengan detail masalah yang mereka hadapi sekarang dan ajaibnya seorang prajurit atau penjual bunga tersebut tersentuh dan terharu dan mau mengajarkan mereka PBB, namun itu pun ada syaratnya yang harus dia lontarkan kepada mereka bertiga. Mereka bertiga yang terdesak oleh waktu mereka pun menyetujuinya;
Brayan pun menanyakan kenapa dirimu sekarang menjadi seorang penjual bunga dan menutupi identitas aslimu?
Sharman/Meco menjawab dan menjelaskannya kepada mereka asal usulnya sampai sekarang ini??
Sharman/Meco : Saya dulu sekolah di dunia militer dan saya direkomendasikan sebagai salah satu prajurit yang bertugas disebuah markas besar dan membasmi setiap ******* yang mengancam kesejahteraan Rakyat. Jenderal besar kami mengetahui rencana besar musuh kami dari mata-mata kepercayaannya, bahwa anak perempuannya akan menjadi sasaran dari *******. Maka dari itu saya ditugaskan untuk menjaga anak dari atasan saya dan saya pun menyamar sebagai seorang penjual bunga biasa. Saya mengubah identitas diri saya termasuk nama saya sendiri sebagai Meco, kalian janji jangan kasih tahu nama saya sebenarnya, kalian bisa memanggil saya dengan nama Meco sekarang.
Mereka bertiga pun janji tidak akan mengasih tahu identitasnya, Meco pun merasa bahagia mendengarnya. Brayan berkata kepada Meco??
Brayan : Bang Meco kapan kita bisa mulai latihan PBB nya, soalnya waktu kami mepet sekarang.
Bang Mico : Tenang soal itu, cuma dalam waktu 7 hari kalian bisa menguasainya.
Brayan : Bang, jujur saya dari waktu sekolah SD, SMP, dan SMA saya tidak pernah ikut dalam tugas paskibra!! pasti akan merasa lama untuk menguasainya?
Randi : Saya juga bang;
Yoga : Sama bang, kami bertiga tidak ada yang bisanya itu bukan merupakan keahlian kami?
Bang Mico : Belajar sesuatu tidak harus mempunyai keahlian juga!! Tergantung dari niat seseorang itu yang mau belajarnya, jika kalian ada niat untuk belajar PBB pasti kalian akan bisa menguasainya mungkin akan dipermudah jalannya. Jika kalian hanya melakukannya hanya dalam keadaan terpaksa dan ketakutan itu tidak akan pernah berhasil pasti hasilnya akan gagal dan jalannya akan dipersulit, kalian hanya tidak berani untuk mencoba sesuatu yang menantang. Jadikan latihan ini adalah sebuah tantangan bagi kalian dan anggap bahwa latihan ini hanyalah game yang kalian mainkan, tapi saat saya yang mengajari kalian agak sedikit keras dan hitung-hitung juga melatih mental kalian seberapa kuatnya.
Sebelum itu kalian harus membantuku untuk menjual bunga ini, nanti bos ku marah besar kalau dagangan bunganya tidak ada yang laku satu pun, karena kalian lah yang menyita waktu banyak ku ini dan kalian harus bertanggung jawab akan hal itu;
Brayan, Yoga dan Randi pun tidak bisa menolaknya!! Mereka bertiga membantu bang Mico menjual Bunganya keliling berbagai pasar, setiap pasar mereka lalui. Brayan, Yoga dan Randi pun melihat sifat buruk dari Bang Mico yang menggoda setiap perempuan yang membeli bunganya, bang Mico selalu mengatakan puisi-puisi aneh untuk perempuan, namun setiap berpuisi dia selalu dapat tamparan dari setiap perempuan yang selalu digodanya. Dia tidak pernah kapuk apa lagi menyesali perbuatannya, karena baginya itu adalah hal biasa yang dia dapatkan dari perempuan. Bang Mico pun berkata kepada mereka bertiga??
Bang Mico : Hari sudah mulai gelap!! Kalian bisa pulang sekarang dan ingat juga besok kita bisa mulai latihan sekarang dan maafkan jika sifat buruk ku kalian mengetahuinya, hehehehe;
Brayan : Siapp Komandan!!
Mereka bertiga pun memberi hormat dan berpamitan kepada bang Mico untuk kembali ke asrama.
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis Kembali di episode berikutnya yang berjudul "Latihan."...