
Setelah berhasil mengalahkan anak buah beserta Diman, Sharman, Abi dan An Idiots menghampiri Balku. Mereka berlima menemukan Balku yang sedang kelelahan dan pingsan, lalu mereka pun membawa Balku ketempat yang nyaman untuk mengistirahatkannya. Mereka pun beristirahat sebentar untuk memulihkan dan mengembalikan energi mereka, Balku pun terbangun dan merasa kesakitan, Balku bertanya kepada mereka berlima??
"Apa yang kalian lakukan disini, cepat selamatkan Warga dan Kedua orang tua kalian disana."
Sharman pun menjawabnya??
"Bagaimana bisa kami menemukannya yang tahu tempat lokasinya hanya kau lah seorang."
"Oh iya ya, aku lupa......, kalau begitu kalian ikuti instruksi dari ku, pintu itu tidak sembarang orang bisa masuk, akan aku kasih tahu kode dan rahasianya?? Kalian putar saja rodanya kearah utara dan barat dinomor tiga dan letakan simpel tangan Diman diatas berlian itu, siapa saja yang membuka segel tersebut harus melukai salah satu jari tangannya dan berikan sedikit darah diatas berliannya, maka pintunya akan secara otomatis terbuka sendiri." Ujar Balku;
Brayan berkata??
"Pintu yang sangat rumit untuk dibuka, siapa yang membuat pintu seperti itu, kaya gak ada kerjaan lain aja."
Balku??
"Pintu itu dibuat khusus memang disengaja untuk dipersulit supaya lawan tertangkap basah. Jujur saja tanpa aku memberi kelemahan dari sisi ruangan tersebut kepada kalian, kalian mungkin tidak bisa mengalahkan Diman beserta anak buahnya, lalu asal kalian tahu saja pintu itu digelar pintu kematian. Karena kalau orang coba-coba berani membukanya, maka dia pasti akan tertangkap, jika itu terjadi dia hanyalah bagaikan seperi burung yang berada dalam sangkar."
Randi pun berkata??
"Lalu bagaimana dengan dirimu yang bisa mudahnya keluar masuk melewati pintu yang serumit itu! Bagaimana caranya kau melewatinya??
"Pada awalnya memang ribet dan sulit, tapi aku menggunakan simpel sidik jari palsu dari Diman dan selalu mengorbankan darah jari ku untuk membuka pintu tersebut, setiap pergerakan yang aku ambil aku selalu memprediksinya secara baik-baik dan teliti." Ujar Balku;
Abi berkata??
"Tanpa basa basi!! Ayo......... Mari kita cepat-cepat membebaskan mereka semua."
Mereka pun bergegas menuju lokasi tersebut dimana dibalik pintu yang bergelar pintu kematian, tempat dimana semuanya telah disekap. Brayan kembali mencoba membuka pintu tersebut dan memasukan simpel sidik jari tangan Diman dan menggoreskan jari telunjuknya dan akhirnya pintu itu terbuka. Mereka berenam melihat semua penduduk yang gembira dan senang dan meminta tolong untuk membebaskan mereka dari sel neraka tersebut yang jadi masalahnya kunci sel tersebut disimpan rapat-rapat oleh Diman.
Balku pun yang kepercayaan Diman tidak mengetahui dimana Diman menyimpan kunci tersebut. Sehingga mereka berenam menggeledah semua isi rumah maupun kantor yang dikediaman Diman tinggal, namun usaha mereka gagal dan tidak ada satu pun dari mereka yang menemui kunci tersebut.
Mereka berenam terpaksa menunggu Diman sadar dari pingsannya, Diman disekap dan disiksa balik oleh Sharman dan Abi, dan lalu memaksanya untuk memberitahu dimana dia menyembunyikan kunci tersebut.
Berbagai rencana yang telah Sharman dan Abi lakukan tidak bisa membuat Diman berkata, Diman hanya bisa tersenyum walaupun dirinya sedang tak berdaya diperbuat oleh keponakannya sendiri.
Balku yang mengetahui sisi kelemahan Diman yang takut dengan seekor kelinci!! Balku memberitahukan semuanya kepada Sharman dan Abi. Lalu berkata??
"Aku punya ide untuk membuat Diman berbicara, asal kalian tahu Diman sangat tidak menyukai hewan kelinci, Diman sangat takut kepada kelinci, aku yakin dengan cara ini bisa membuat diman berbicara dan memberitahukan dimana kuncinya sekarang."
Sharman, Abi dan An Idiots pun tertawa, mereka serempak berkata??
"Apa.............Diman seorang pemimpin organisasi terbesar dan ditakuti oleh semua orang, ternyata malah takut sama seekor kelinci."
Randi pun berkata kepada Yoga dan memberitahukan semuanya kepada teman-teman yang lain??
Bahwa didalam tas Yoga sekarang menyimpan seekor anak kelinci;
Yoga pun menolaknya dan berkata??
Randi pun membalas perkataan si Yoga
"Siapa juga yang memata-matai mu, cuman kebetulan saja melihat kau dihutan kemarin menulis sesuatu dan didepan mu ada seekor anak kelinci juga, jadi aku mengambil inisiatif sendiri pasti kau setelahnya menyimpan anak kelinci tersebut didalam tasmu."
Yoga pun berkata dalam hatinya??
"Dasar Randi penguntit, kemaren tumbuhan penelitian ku diambil dan sekarang seekor anak kelinci pun mau diambil juga."
Brayan pun meminta kepada Yoga untuk menyerahkan kelinci tersebut, Yoga yang terpaksa itu lalu mengeluarkan anak kelinci yang disimpannya didalam tasnya. Randi berteriak dan berkata??
"Nah benarkan dugaan ku, akhirnya penelitian mu berguna juga untuk orang lain, harusnya kau bangga Yoga bukan sebaliknya kau yang malah menangis."
Brayan memegang kelinci tersebut dan mendekatkan kelinci tersebut kepada Diman, Diman yang tidak menyukai kelinci dan akhirnya diman mengeluarkan suara juga dan dia pun lalu berkata??
"Jauhkan kelinci itu dari saya, ampun-ampun aku akan mengakui kesalahan ku, tapi Plissss jauhkan kelinci itu dari saya, aku muhun....!!!"
Brayan berkata??
"Baiklah, asal ada satu syaratnya kau harus kasih tahu dimana kau menyimpan kunci tersebut??"
Diman pun memberitahukannya?
"Kunci itu berada dibawah kamar ku, dibalik bawah kamar ku ada sebuah pintu rahasia dimana seluruh surat-surat hak yang aku curi dari Ardi!! Aku simpan disitu semuanya, apakah kalian puas, jadi jauhkan lah jauh-jauh kelinci itu dari hadapan ku; Aku takut kelinci, sangat geli."
Sharman dan Abi langsung pergi ke kamar Diman dan ternyata benar dibawah kamarnya ada sebuah pintu rahasia, setelah mereka buka ternyata isinya surat-surat penting untuk mengembalikan kekuasaan ayahnya dan mereka pun juga menemui sebuah foto dimana mereka waktu kecil digendong oleh kedua orang tuanya. Mereka sangat terharu dan menangis, tak bisa menahan kerinduan mendalam mereka pun segera mengambil kunci dan berkas-berkas ayahnya dan segera membebaskan kedua orang tuanya.
Kembali kisah An Idiots yang mengerjai Diman, Brayan membuka telapak tangan Diman dan meletakkan kelinci tersebut. Diman yang merasa geli dan ketakutan langsung ngompol di celana. An Idiots yang melihat Diman yang sedang ngompol di celana, malah meledeknya dan berkata??
"Masa pemimpin organisasi terkenal, kepala penjahat lagi takut sama seekor kelinci kan aneh, jadi teringat sama Direktur dosen kita pak Covid."
Sharman dan Abi pun membuka kuncinya dan membebaskan semuanya dari sel neraka itu, semua warga bersurak gembira dan mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua. Lalu mereka berdua melihat sepasang suami istri yang sedang berpelukan, Sharman dan Abi menemui mereka dan berkata??
"Ayah, Ibu apakah itu kalian??
Suami istri itu pun membalikan badannya dan menanyakan siapa kalian berdua??
Sharman dan Abi menjelaskan semuanya dan berkata??
"Dihadapan kalian sekarang adalah anak dari darah daging kalian sendiri, kami berdua sudah tumbuh besar dan sangat merindukan Ayah dan Ibu."
Suami istri pun tiada lain tiada bukan adalah Ardi dan Nayla; Nayla yang mendengar itu dan melihat dua pemuda yang sedang berdiri dihadapannya dan mengingat masa lalu dimana dia sedang berjuang untuk melahirkan putra-putranya dan rela menjadi sandra hanya untuk melindungi/menyelamatkan kedua putranya agar tidak ditangkap oleh Diman.
Ardi dan Nayla pun bahagia dan langsung memeluk kedua putranya, semua rakyat dari desa Kuningkelada ikut senang dan merayakan atas kemenangan mereka semuanya.
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis kembali di episode berikutnya yang berjudul "Keluarga Baru"...