
Akhirnya Sharman dan Abi berhasil menyelamat dan membebaskan kedua orang tuanya dari tangan Diman, sedangkan Diman kondisinya masih dalam keadaan sakit parah lantas perkelahiannya dengan Abi. Ardi malu terhadap kedua putranya yang kini tumbuh dewasa tampan dan keren, Sharman bertanya kepada Ayahnya?
"Ayah kenapa hanya diam saja, apakah Ayah tidak senang dengan kehadiran kami disini??
Ayahnya berkata Bukan begitu anakku!!
Sharman membalasnya Lalu??
"Ayah cuman malu terhadap kalian berdua, disaat kalian sedih ayah maupun ibu kalian tidak ada disamping kalian untuk merangkul dan menasehatinya, lalu dimasa-masa kecil kalian juga pasti sangat berat untuk kalian jalani karena tanpa kasih sayang orang tua, Aku sangat gagal menjadi orang tua kalian."
Abi mengatakan sesuatu??
"Kau salah Ayah, Aku dibesarkan dengan kasih sayang orang tua angkat ku, mereka sangat baik terhadap ku dan aku juga senang sekarang aku memiliki dua Ayah dan dua Ibu."
Sharman yang mendengar itu langsung memukuli kepalanya dan berteriak!!
"Itu mah kau....., Kau dibesarkan oleh keluarga kaya, coba kalau aku?? Di besarkan dipanti asuhan asal saja kau tahu hari-hari kecil ki sangat suram,... umur 12 tahun saja udah dimasukkan ke prajurit dan asal kau tahu juga, aku sebagai prajurit, cuma hanya ditugaskan untuk menjaga putri sematawayang dari komandan ku saja. Demi tugas itu berhasil dan sukses aku rela menyamar sebagai penjual bunga lagi dan aku juga harus merubah nama identitas ku kadang-kadang jadi Mico kadang-kadang jadi Sharman... betapa menderitanya hidup yang ku jalani sekarang."
Brayan, Yoga dan Randi pun tertawa dari samping...., Sharman yang mendengar itu menyuruh mereka untuk diam.
Ayah dan Ibunya tertawa mendengar keluhan dari putranya yang bernama Sharman, kini mereka lalu kembali ketempat dimana semestinya apa yang menjadi hak mereka, kekayaan maupun kekuasaan telah menjadi hak seutuhnya menjadi milik mereka. Lembaran kehidupan baru pun kini telah dimulai, Sharman dan Abi hidup bahagia bersama kelurga barunya. Mereka berdua pun memilih menetap tinggal di Desa Kuningkelada dan menghabisi seluruh hidupnya bersama keluarga baru impiannya!!
Brayan, Yoga dan Randi pun setelah berhasil membantu Bang Mico alias Sharman dan Abi, lalu mereka bertiga berpamitan untuk kembali ke London untuk meneruskan Kuliah mereka. Sharman berterima kasih kepada An Idiots karena telah membantu mereka untuk membebaskan dan menolong kedua orang tuanya dari tangan Diman atau pamannya yang jahat itu.
Mereka berlima berpisah dan saling melambaikan tangannya, air mata kini mengalir dibagian pipi, senyum terakhir dan pertemuan terakhir hanyalah menjadi sebuah kenangan yang indah.
An Idiots pun pulang dan segera menuju ke kota London dan lalu kembali ke Asramanya, tidur nyenyak kini baru saja mereka dapatkan. Namun pada keesokan harinya mereka bertiga diminta menghadap keruangan Direktor atau Dosen yang berpengaruh terkenal dengan kejamnya dialah Pak Covid, Pak Covid pun lalu berbicara??
"Selamat kembali An Idiots, kemana saja kalian hari ini.... Kalian tahu berapa lama kalian tidak turun dari kuliah, semester awal baru saja mau diadakan, tapi kalian malah tidak masuk kuliah. Ohh!! Apa kalian meremehkan ku. Sekarang apa kah boleh kalian menjelaskan semuanya apa saja yang telah kalian lakukan semenjak tidak turun ngampus." Tegas dari Pak Covid;
Brayan pun menjelaskan semuanya!! Sebelum Brayan hendak berbicara, Pak Covid menyuruhnya untuk diam saja, Pak Covid hanya menyuruh Yoga dan Randi yang akan menjelaskan semuanya. Mereka berdua hanya diam dan menundukkan kepalanya, Pak Covid yang sedang menunggu penjelasan dari mereka berdua namun pada kenyataannya mereka berdua tidak bisa berbicara.
mereka sangat gugup dan ketakutan, Pak Covid yang tidak sabaran untuk menunggu, Pak Covid pun duduk dan menyuruh mereka tetap berdiri disitu. Pak Covid mengambil dua pulpen dan dua selembar kertas, Pak Covid lalu menulis dengan kedua tangannya pada lembaran tersebut, ternyata surat yang ditulis oleh Pak Covid adalah surat pertanda peringatan pertama untuk mereka!! Dimana lembaran tersebut yang tertulis??
"Selamat siang bapak ibu yang terhormat, dengan menyesal datangnya surat peringatan ini, saya selaku Direktor dari kampus Universitas Apc elit ini, saya memberi peringatan pertama untuk putra bapak ibu yang bernama Yoga Prades / Randi salaman, karena mereka selalu sering tidak masuk kuliah saat jadwal pelajaran telah dimulai, dengan berat hati yang saya sampaikan kepada bapak ibu, jika putra kalian melakukan kesalahan yang sama lagi dengan menyesal mereka harus dikeluarkan dari Universitas ini,......... Salam hormat dari saya Direktor Covidir panswaraiw."
Pak Covid memberikan sebuah amplop kepada mereka berdua dan berkata??
Yoga dan Randi pun setelah selesai pulang dari ngampus langsung menuju kerumahnya, pertama dari kedua orang tuanya.
Yoga mengetuk pintu dan disambut hangat oleh ibunya, Yoga lalu menanyakan dimana ayahnya, ibu menjawab perkataan Yoga??
"Ayah mu ada duduk diruang keluarga sedang membaca koran, tomben kau mencari ayahmu biasanya kau kalau pulang pasti ke binatang peliharaan mu."
Yoga pun memberanikan dirinya untuk menemui ayahnya beserta didampingi oleh Brayan dan Randi juga. Yoga berbicara kepada ayahnya??
"Ayah!! Ini ada amplop dari pak Diretor untuk ayah."
Ayahnya lalu menerima amplop dan membacanya, tertulis jelas amplop tersebut gara-gara anaknya seperti ini karena terlalu sering berteman bersama Brayan. Ayahnya lalu bilang kepada Yoga siapa yang bernama Brayan antara teman dua mu ini, Brayan lalu mengajukan tangannya dan seketika ayah Yoga langsung memarahi Brayan lalu menyeret Brayan ke kamar Yoga dan berkata??
"Kau membuat anak ku seperti ini, dia mendapatkan surat peringatan gara-gara terlalu sering bergaul dengan mu, kau lihat seisi rumah ini tidak ada barang berharga sama sekali pun bahkan untuk membeli AC saja cuma mampu membeli satu saja!! Kau lihat kamar Yoga ini, kami hanya bisa memasangkan AC tersebut hanya dikamarnya saja, supaya dia nyaman belajarnya tapi gara-gara kau anak ku menjadi seperti ini."
Brayan tidak mendengarkan perkataan ayah Yoga yang kini sedang marah kepadanya, namun malah Brayan tertarik melihat kamar Yoga yang dipenuhi buku dan lukisan hewan, dan bertanya balik kepada Yoga??
"Waw, sungguh kamarmu menakjubkan sekali, lukisan hewan dan buku ini juga bagus sekali, tulisannya tertata rapi; Apakah kau yang melakukan semua ini Yoga."
Iya Brayan, jawab Yoga dengan kepala menunduk
Brayan pun berkata??
"Kanapa kau tidak ingin menjadi seorang
kesastrawan saja ga, malah ingin menjadi seorang insinyur yang jelas-jelas itu bukan bidang keahlianmu."
Ayahnya lalu berbicara dan makin bertambah kemarahannya kepada Brayan??
"Apa-apaan kau!! Menyuruh anakku, aku tanya padamu?? Yang menjadi orang tua Yoga disini siapa!! Kau atau aku, dan aku mohon kepadamu jangan renggut masa depan anakku, jika kau memang betul-betul sahabatnya maka menjauhlah dari kehidupan anakku."
Ibu Yoga lalu memanggil mereka untuk makan siang......., Namun ayah Yoga tidak membolehkan mereka bertiga untuk makan bersama."
Episode kali ini cukup sampai disini dan akan kembali lagi diepisode berikutnya yang berjudul "Pertemuan Pertama"