An Idiots

An Idiots
#3 : Dosen Covid



Yoga menceritakan karakter dari Dosen Covid, kepala sekolah di Universitas Apc elite. Nama asli dari Dosen Covid adalah "Covidir panswaraiw", nama yang sulit untuk disebutkan, kebiasaannya sangat sederhana, orang yang disiplin tidak suka dengan kata yang terlambat, dia pemarah. Demi menyingkat waktunya saat mengajar, dia menulis dengan kedua tangannya, menjelaskan materi dengan singkat, setelah mengajar dia istirahat 75 Menit untuk tidur dan mencukur kumisnya. Dia berangkat ke kampus selalu membawa sepeda bututnya dan dia pun selalu membawa burung merpati peliharaannya dibelakang, saat dijalan dia tidak menyukai orang yang mendahuluinya, jika orang itu berani mendahuluinya dia akan menyelipnya dengan tingkatan yang cepat tidak perduli apa yang akan terjadi setelahnya. Dia selalu menekan muridnya, kami pun seluruh siswa tidak berani menatap wajahnya apa lagi tidak menuruti perintahnya tapi tidak dengan Brayan, Brayan beda dari pada murid umumnya termasuk diriku. Dia selalu melawan apa yang menurutnya benar. "iya!!; itulah membuat hubungan Pak Covid dan Brayan selalu bertentangan".


Sebuah Upacara penyambutan siswa baru pun dimulai, kami dikumpulkan di lapangan, datanglah Dosen Covid dengan ditemani binatang peliharaannya yang sedang bertelur di suatu wadah. Dia naik diatas mimbar dan berkata? "Kalian tahu ini apa?", salah satu menjawab pertanyaannya dengan memperkenalkan dirinya "Namaku Denny pak? saya tahu itu, bukan kah itu burung merpati yang sedang bertelur pak?" Dosen covid menjawab "Salah"?


Dosen Covid : memang benar ini adalah burung merpati yang sedang bertelur? tetapi aku mengusir induknya dia akan meninggalkan telurnya dan apa yang akan terjadi kepada telurnya aku tumpahkan kebawah dan pecah!


murid yang melihat itu merasa takut dan berpikir Dosen itu memang sangat kejam dan sadis.


lanjut ke pembicaraan Dosen Covid?


Dosen Covid : seperti ini lah kalian, kalian saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan gelar insinyur, dan saling menjatuhkan seperti telur tersebut siapa yang bertahan diakhir maka dia dinyatakan seorang pemenang! dan kalian lihat pulpen ini? ini bukan sembarang pulpen, ini adalah pulpen sejarah penemuan seorang astronot peneliti diluar angkasa, pulpen yang tidak bisa mengambang di udara. Dengan penemuannya ini, ilmuan itu pun menghabiskan uang miliaran demi penemuannya, ilmuan itu pun adalah Guru ku. Guru ku bilang kasih pulpen ini ketika kau mendapatkan murid yang luar biasa dan aku mempercayakannya kepadamu. Ini adalah pulpen berharga dan bersejarah! siapa dari kalian yang ingin mendapatkan pulpen tersebut dan acungkan tangan kalian.


semua murid acungkan tangan mereka,! tangan mereka pun turun sesuai perintah Dosen Covid, tapi tidak dengan Brayan dia masih mengacungkan tangannya, bukan untuk ikut mendapatkan pulpen, tapi malah dia mengajukan pertanyaan kepada Dosen?


Brayan : aku ingin bertanya pak?, jika penemuan pulpen tersebut membutuhkan biaya yang miliaran kenapa tidak mencoba sebuah Pensil saja kan menghemat biaya.


Dosen yang mendengar itu langsung terdiam dan sambil melihat ajudannya, ajudannya yang melihat itu merasa ketakutan tidak biasanya Dosen Covid terdiam seperti itu, ajudannya pun menyuruh Brayan untuk diam jangan meneruskan pertanyaannya tersebut. Dosen Covid terdiam dan pergi meninggalkan mimbar, semua murid menertawai Brayan termasuk Yoga dan Randi, semua murid berkata "pertanyaan yang konyol". yoga melihat itu merasa yakin bahwa Brayan adalah anak istimewa yang tidak dimiliki oleh orang lain.


Randi marah-marah dan berkata kepada Yoga?


Rand : jika kita selalu sekamar sama dia kita akan mendapatkan masalah terus;


Yoga : aku tidak masalah hal itu, tapi aku sangat penasaran dengannya. Dia berbeda dengan murid lainnya termasuk kita berdua! baru kali ini aku melihat Dosen Covid terdiam oleh nya tanpa sepatah kata pun.


Brayan menghampiri mereka hai sahabat ku, apa kabar kalian,. Randi berkata "kapan kita bersahabat, menjadi teman pun belum". Brayan menjawab "Nah mulai sekarang kalian adalah teman ku". Randi menjawab lagi "Ya sudahlah terserah mu saja lah, tapi jangan pernah membawa ku kedalam masalah, cukup kau saja yang kena masalah".


Payan menghampiri mereka dan memberi hormat kepada Brayan, Payan berkata?


Payan : Salam hormat paduka!, kau hebat membuat Dosen Covid itu pun terdiam, baru kali ini dia terdiam seperti itu, dari dulu sampai sekarang tidak ada siswa yang berani mendebatnya. Tapi sekarang kau bisa melakukannya!


Brayan : sudahlah Payan! jangan selalu memuji ku seperti itu, kau kenapa tidak sekolah?


Payan : aku membantu ayahku yang bekerja disini, aku tidak mempunyai biaya untuk menyambung pendidikan ku!.


Brayan : oh seperti itu, bawa barang ku dan ini untukmu 500 ribu.


Randi : kau memberi uang mu terlalu banyak kepadanya, jangan selalu manjain orang seperti dia, nantinya ngelunjak lagi?


Payan : yah, kau ini pantas aja pelit, lihat dirimu dari leher sampai pergelangan tangan dipenuhi kalung dan gelang yang gak jelas, apa lagi jari mu semua penuh dengan cincin batu akik dan pemarah lagi!


Randi : mau ku pukul kau, jangan lari idiots?


Payan : terima kasih banyak semoga kau mendapatkan rezeki lebih dari ini.


Randi yang melihat sikap Brayan langsung memarahinya "kau terlalu baik dan kau mudah untuk dimanfaatkan" Brayan menjawab "tidak apa-apa yang penting kita ikhlas membantunya".


mereka ke kantin membeli makanan, Brayan tak sengaja menumpahkan semangkok makanan ke baju Denny,. Yoga yang melihat itu langsung ketawa, Denny merasa tidak terima atas sikap yang tidak mengenakkan, langsung memarahi Brayan.


Denny : kalau jalan lihat-lihat dulu pakai matanya?


Brayan : maaf-maaf tidak sengaja juga


Denny : makanya kalau jalan pakai mata, idiots?


Brayan : gimana caranya jalan pakai mata, aku mau tanya kau jalan pakai apa?


Denny : iya jelas lah jalan pakai kaki!


Brayan : tadi kau bilang jalan pakai mata, lah gimana aku jalan pakai mata, mata kan fungsinya untuk melihat bukan untuk jalan.


Denny : udah salah, nyulut lagi?


Brayan : kan aku udah minta maaf duluan berarti aku gak salah lagi dong? iya kan!


Denny mendengar itu langsung tinggi darah dan ingin memukulnya tapi di halangi oleh temannya, gak usah ngeladenin mereka yang idiots, lebih baik kita ke mall dan ganti baju mu yang kotor itu,. Denny berkata?


Denny : hai idiots, sampai nanti akan ku ingat wajah kalian , mulai sekarang kalian bertiga adalah musuh ku? ingatkan ancaman ku itu pada kalian.


Randi mendengar itu merasa takut dan menyalahkan Brayan.


Randi : sudah aku katakan kepadamu jangan membawa aku kedalam masalah lagi??


Brayan : habisnya gimana lagi dia memberi pernyataan yang salah iya wajar kan aku memperbaikinya.


yoga : ya sudah lah, yang sudah terjadi ya terjadi! lebih baik kita ke kamar dan istirahat.


Meraka pun kembali ke kamar dan beristirahat.


...Episode kali ini cukup sampai disini, nanti akan rilis episode berikutnya yang berjudul "All Is Well"...


...Ig : Muhmd_Ismid...