
Bang Mico, Abi beserta An Idiots pergi kesana untuk mencari bibi Nila disebuah desa, mereka menyiapkan semua peralatan dan bahannya termasuk makanan, tenda dan peralatan kebutuhan lainnya. Beberapa jalan sudah ditempuhi, lalu mereka tiba di suatu desa yang tidak berpenduduk yang jadi masalahnya juga adalah mobil tidak dapat masuk kesitu dan melewatinya. Karena di faktorkan jalan sempit, hanya ada salah satu cara mereka untuk melaluinya dan bisa sampai ke Desa tersebut!!
Mereka hanya perlu dengan berjalan kaki untuk menuju kesana. Mereka melalui berbagai desa dan desa yang mereka lewati itu pun paling sedikit penduduk hanya sekitar 10, 6, dan 12 yang paling terbanyak 20 orang saja per desa.
Setelah mereka berlima melewati berbagai desa, lalu mereka juga melewati pegunungan beserta hutan yang jauh dari jangkauan manusia. Mereka bertualang ditengah hutan, bahan makanan mereka pun hampir habis, hanya tersisa segelas air saja.
Di tengah hutan Yoga sangat senang?? Dia begitu menikmatinya! apa pun yang dia temui seperti hewan, buah langka, serta hutan dan pemandangan yang indah, dia selalu memfotonya dan menulisnya dibuku hariannya. Tapi tidak dengan Randi?? Randi kelelahan dan tak kuat untuk berjalan lagi sedangkan persediaan makan hampir habis, mereka berempat yang melihat Randi yang tak kuat berjalan Brayan menawarkan dirinya untuk menggendongnya;
Brayan pun berkata??
"Kalau kau tidak kuat, aku siap untuk menggendong mu Randi??
Randi yang malu, dia menolaknya dan marah-marah dan berkata??
"Maaf aku telah banyak merepotkan kalian, aku akan istirahat dulu sebentar disini, kalian duluan saja sana!! Tinggalkan aku sendiri disini.
tapi Brayan tetap memaksanya dan menasehatinya??
"Ayulah, tidak papa........., Kita adalah sahabat Randi, masa iya sih, kami meninggalkan mu sendirian ditengah hutan begini, jika kami meninggalkanmu itu bukan teman sejati Randi. Setidaknya aku menggendong mu, sampai kita menemui sebuah gua dan beristirahat disana."
Bang Mico pun menyetujui perkataan Brayan tersebut, Randi tidak bisa menolaknya, Randi digendong oleh bang Mico sendiri. Mereka lalu menemui sebuah gua yang kebetulan dekat dengan air terjun, pemandangan begitu indah sehingga Yoga benar-benar menikmatinya. Abi yang sudah kelaparan, dia membuat senjata alam dan berburu ikan di dasaran sungai, Abi tidak menemukan apa-apa yang bisa dimakan dia pasrah dengan keadaan ini, namun bang Mico mengajaknya berburu lagi mencari ikan dan pada akhirnya mereka menemukan ikan banyak sekali, sedangkan Brayan mencari makan didalam hutan seperti buah-buahan dan Brayan pun mendapatkannya.
Matahari hampir terbenam dan malam pun telah tiba, mereka menginap di gua dan menghidupkan Api unggun disekitaran gua tersebut. Mereka pun sekaligus membakar ikan hasil pemburuan dari bang Mico sama Abi, mereka begitu menikmatinya dan saling tertawa satu sama lain, ikatan mereka semakin kuat selayaknya keluarga.
Malam telah berlalu!! Siang pun telah tiba mereka meneruskan perjalanannya tibalah mereka di sebuah desa terpencil yang dipenghuni kan oleh penduduk yang begitu baik dan ramah kepada mereka berlima.
Abi pun menanyakan kepada salah satu penduduk disitu??
"Paman!! Apakah paman tahu nama desa Kuningkelada??
Paman itu menjawab dengan nada yang ramah dan lembut??
"Iya, saya tahu tentang desa tersebut, desa itu tidak jauh dari desa kami. Kalian hanya perlu melewati jalan ini dan kalian akan sampai di dasaran pantai untuk menuju Desa Kuningkelada kalian harus menggunakan perahu untuk melewatinya. Tapi ingat pesan paman kalian harus berhati-hati kesana, desa itu dijaga ketat oleh anak buah Diman."
Bang Mico yang penasaran oleh kata paman tersebut dan mencoba menanyakan??
"Apakah paman tahu mengenai cerita Desa tersebut??
Paman yang mendengar itu merasa ketakutan dan terdiam sesaat, tapi bang Mico yang penasaran dan ingin mengetahuinya, bang Mico pun memaksa dan mendesak paman tersebut. Paman itu pun menceritakan semuanya mengenai desa Kuningkelada itu??
Abi pun menanyai apakah Ardi jaya masih hidup atau mati, lalu paman itu menjawabnya lagi??
"Ardi jaya dan istrinya masih hidup sampai saat ini, mereka pernah berkata kepada kami?? Bahwa dia percaya suatu hari nanti anak kembarnya akan menolongnya dan membebaskan mereka berdua dari tangan Diman."
Paman itu pun baru menyadari bahwa pemuda yang dihadapannya memiliki wajah yang serupa, dia menanyai kedua pemuda tersebut??
"Di lihat dari wajah kalian seperti kembar, apakah kalian adalah anak dari Ardi jaya dan Nayla jaya??
Mereka berdua pun memperkenalkan dirinya kepada paman tersebut dan menjelaskan kenapa mereka sampai bisa kesini?
Bang Mico alias Sharman??
"Perkenalkan paman, nama saya adalah Mayor jenderal Sharman dilestrikopwerl, saya seorang prajurit dan nama samaran saya adalah Mico, paman bisa memanggil nama keduanya dan satu hal saya adalah anak dari Ardi jaya dan Nayla jaya."
Abi Malik??
"Perkenalkan paman, nama saya adalah Abi Malik, saya adalah seorang Artis penyanyi Rock, dan satu hal saya adalah anak dari Ardi jaya dan Nayla jaya. Mungkin sekarang nama belakang saya bukan Malik lagi tetapi Jaya, panggil saja nama saya sekarang Abi jaya."
Mereka berdua pun menjelaskan kepada paman tersebut??
"Kami kesini untuk menyelamatkan Ayah dan Ibu kami dan membebaskan mereka dari tangan paman Diman. kami akan membalas dendam mereka berdua dan mengembalikan kedudukan dan hak ayah kami, jadi kami mohon tolong bantu kami paman untuk mewujudkannya."
Paman tersebut juga memperkenalkan dirinya dan memberitahukan identitas aslinya kepada mereka berdua??
"Aku adalah pengawal terpercaya Ayah kalian, iya bisa dibilang Ayah kalian adalah mantan tuanku, namaku adalah Gerald salendire kalian bisa memanggil nama ku Rase."
Paman Rase pun membantu mereka berlima untuk bisa membebaskan tuannya sendiri dari Diman. Paman Rase menjelaskan semuanya kepada mereka berlima bahwa desa tersebut bukan desa sembarangan dan penuh jebakan yang mematikan??
"Sudah lama aku ingin melakukan misi penyelamatan ini, tapi setiap kami mengirimkan orang yang hebat dan terlatih ke desa tersebut untuk membebaskan tuan kami, pasti tidak akan pernah pulang kembali, bisa dikatakan mereka gagal dan mati disana.
Jadi aku akan memberikan sedikit rahasia kepada kalian, setiap laut yang kalian lewati, kalian harus mendayungnya dengan berlahan!! Jangan pernah mengeluarkan suara sedikit pun, setelah tiba di perbatasan desa tersebut, kalian harus sembunyi terlebih dahulu dan menyelinap. Karena perbatasan tersebut ditunggui oleh 10 anak buah Diman, setelah kalian berhasil memasuki perbatasan tersebut dan berhasil melewatinya, kalian akan menemui sebuah hutan, nah hutan tersebut memiliki perangkap alam yang berbahaya.
Hanya dari situ saja yang bisa aku jelaskan kepada kalian berlima dan aku hanya bisa mengantarkan kalian kepelabuhan saja. Sampai disana kalian akan berjuang sendiri, tapi kalian harus ingat pesan ku tadi berhati- hati lah dan ini aku memberi sebuah peta untuk bekal kalian disana semoga peta ini bisa membantu dan mempermudah pekerjaan kalian untuk membebaskan ayah dan ibu kalian."
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis kembali di episode berikutnya yang berjudul "Sebuah Misi"...