
Setelah Brayan, Yoga dan Randi selesai keluar dari rumah Yoga. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Randi, dimana rumah randi mengingatkan cerita tahun 80an hitam putih dikeluarga. Randi terlahir dari keluarga miskin, ibunya pensionan guru sedangkan ayahnya sedang sakit dan lalu kakak laki-laki nya seorang pengangguran berat.
Hidup keluarga Randi penuh liku-liku, kini yang menjadi tulang punggung keluarga adalah ibunya, ditengah hendak makan ibunya memarahi si Randi dan menasehatinya, namun si Randi malah marah melihat ibunya yang berbicara seakan-akan menyalahkan semuanya kepada dirinya, Randi berkata kepada ibunya seraya dengan nada yang keras??
"Ibu seakan-akan menyalahkan ku, bahwa keluarga kita begini karena ulah ku, coba ibu tengok disana yang hanya bisa duduk main game aja kerjaannya yang suka menghabisi duit, bukannya cari kerja malah nyantai dirumah, apakah itu anak kembanggaan ibu."
Ibunya pun berkata??
"Dia kakak mu Randi!! Tak pantas kau berbicara seperti itu, ibu hanya bisa mengharapmu disini, kakak mu bahkan berhenti ditengah jalan sekolahnya, ini Zaman sudah sulit cari kerjaan tanpa Ijazah tinggi."
Randi pun berkata lagi dengan nada yang kesal??
"Belain aja terus bu, sekarang ibu harus tahu ya?? tidak ada didunia ini yang kata mustahil bu, bahkan orang yang punya Ijazah sekali pun ada yang tidak mendapatkan pekerjaan diluar sana sampai sekarang, meskipun Ijazah mereka tinggi tapi secara material atau skill mereka tidak mempunyai itu mereka bisa menjadi orang gagal juga, hidup yang enak tidak menjamin dari Ijazah nya bu, ibu ngertikan tentang hal itu!! Kakak pengangguran seperti ini karena gara-gara ibu yang selalu memanjain dirinya."
Randi pun langsung keluar dan meninggalkan Brayan dan Yoga yang sedang makan kue, namun kakaknya Randi tidak terima mengenai perkataan Randi mengenai tentang dirinya, Kakaknya Randi bernama Vito.
Vito adalah seorang anak geng motor berandalan. Diluar Vito sangat nakal tapi kalau dirumah Vito menjadi anak yang baik, manja dan penurut. Vito yang tidak terima atas perkataan adiknya mengenai tentang dirinya, Vito lalu menelpon teman-teman gengnya untuk menghajar adiknya sendiri..
Yoga dan Brayan yang tidak sengaja mendengar pembicaraan kakaknya Randi yang berniat ingin menyelakai Randi. Mereka berdua pun segera keluar dan menghampiri Randi, mereka berdua menceritakan bagaimana si kakaknya ingin menghajar adiknya sendiri karena faktor tidak terima tentang pembicaraan Randi (adiknya) terhadap dirinya (Vito).
Lalu terdengar dari kejauhan suara motor yang berisik yang sedang menghampiri mereka bertiga, mereka bertiga pun memberanikan dirinya dan melakukan posisi siap untuk betarung dengan geng motor tersebut.
Semua Anggota geng motor tersebut turun dan tanpa banyak bicara mereka langsung bertarung, namun pada akhirnya petarungan mereka dimenangkan oleh An Idiots dengan kecerdikannya.
Setelah berhasil mengalahkan geng motor tersebut, tenaga telah banyak keluar dan sedangkan mereka bertiga belum makan sama sekali dari pagi sampai malam, lalu mereka bertiga melewati sebuah rumah dimana rumah itu mengadakan sebuah perayaan pernikahan, Brayan yang melihat itu langsung memberitahukan kepada Randi dan Yoga. Brayan pun berkata??
"Jika kalian mau makan kalian harus mendapatkan sebuah Custom."
"Buat apa Custom" sahut si Yoga dan si Randi;
Lalu Brayan menunjukkan kepada mereka berdua bahwa dirumah sana ada mengadakan acara pernikahan, otomatis disana banyak makanan gratis. Mereka bertiga pun menyamar sebagai orang Arab, disaat mereka hendak mengambil makanan?? Brayan malah ketemu dengan perempuan Cantik yang bernama Nisa, Brayan yang langsung jatuh cinta dipandangan pertama langsung menghampirinya dan berbicara ala-ala orang Arab. Nisa yang melihat laki-laki aneh yang sedang menghampirinya merasa terganggu akan kehadiran Brayan yang sedang menyamar sebagai orang Arab, Nisa langsung memanggil Ayahnya, dan kebetulan Ayahnya Nisa adalah Pak Covid. Nisa berkata kepada Ayahnya??
"Ayah?? Apa orang Arab yang disana tamu kita atau bisa juga dari tamu mempelai pria."
Pak Covid yang akan penasaran dengan mereka bertiga yang menyamar sebagai orang Arab langsung menemuinya, Nisa memanggil Brayan yang telah mencoba berani merayu dirinya, Nisa berkata??
An Idiots merasa ketakutan dan terkejut melihat didepan mereka adalah Pak Covid, bahwa acara pernikahan yang mereka hampiri ternyata adalah pernikahan dari anak Pak Covid. Pak Covid yang menyadarinya bahwa mereka adalah Brayan, Yoga dan Randi, langsung menanyakan kepada mereka bertiga??
"Apa yang kalian lakukan disini, bukan kah kalian seharusnya sudah ada di Asrama."
Brayan pun berkata dan mencari alasan yang tepat agar mereka bertiga tidak dimarahi oleh Pak Covid. Alasan yang diberikan oleh Brayan selalu digagalkan oleh Nisa, Brayan sangat kesal kepada Nisa!! Pada akhirnya Brayan menemukan sebuah alasan yang tepat untuk mengelabui Pak Covid, Pak Covid pun menerima alasan tersebut dan menyuruh mereka bertiga untuk segera pergi dan kembali ke Asrama.
Randi dan Yoga kebingungan, Randi pun sambil berjalan dan berkata kepada dua An Idiots??
"Kalian merasa gak, tomben Pak Covid kali ini diam dan membiarkan kita pergi begitu saja, kan aneh."
"Iya yah, mungkin ini adalah acara bahagia anaknya, jadi jiwa-jiwa barbarnya jadi hilang juga ikut bahagia." Ujar Yoga seraya tertawa....
Brayan pun berkata kepada mereka berdua??
"Udah-udah gak usah dipikirkan lagi, lebih baik kita pulang dan beristirahat."
Pada keesokan harinya Yoga dan Randi dipanggil keruangan Direktor atau kepala sekolah, Yoga dan Randi ketakutan setelah berhadapan dan bertatapan mata kepada Pak Covid,... Yoga berkata??
"Maafkan atas kesalahan malam tadi Pak, kami tidak ada niatan untuk mencuri makanan."
Randi pun berkata juga??
"Iya pak, plisss maafkan kami, kami janji tidak akan menyusup kepernikahan orang lain lagi, bahkan pernikahan saya sendiri sekalipun."
Pak Covid tidak mempersalahkan hal itu, pak Covid hanya memberi mereka sebuah saran kedua kalianya untuk tidak sekamar lagi sama Brayan. Pak Covid pun berkata??
"Jika kalian masih terus sekamar sama Brayan?? Saya jamin kalian berdua tidak akan lulus kuliah pada tahun ini dan cita-cita kalian sebagai Insinyur pun gagal total."
Pak Covid yang telah memberi saran singkat itu pun langsung menyuruh mereka keluar dari ruangannya dan menyuruh mereka untuk belajar seperti biasanya dikelas. Namun Randi dan Yoga tidak menghiraukan apa yang Pak Covid sarankan kepada mereka berdua, karena menurut mereka berdua, persahabatan adalah yang terpenting dari apa pun.
Mereka ingin menunjukkan dan membuktikan kepada semua orang bahwa mereka bertiga bisa berhasil walaupun mereka Idiots dalam pelajaran kecuali Brayan, karena bagi An Idiots orang yang pintar belum tentu sukses kedepannya dan begitu juga sebaliknya orang Idiots belum tentu gagal kedepannya.
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis kembali diepisode berikutnya yang berjudul "Ujian."...