
Keesokan harinya, para dosen mengadakan rapat besar-besaran, dalam rapat tersebut. Para dosen membahas kedatangan Pak Mentri yang telah ikut serta berinvestasi di sekolahan Universitas Apc elit. Mereka pun memilih Denny untuk tampil dan melakukan acara sambutan pertama sebagai siswa yang terbaik, seluruh siswa dikumpulkan di lapangan khusus. Pak Covid pun menyampaikan sesuatu kepada semua siswanya dengan bangga, dia menyebut nama Universitas Apc elit adalah pendidikan diperingkat pertama di seluruh Negara. Pak Covid pun berkata kepada muridnya??
Pak Covid : Ada yang tahu kenapa kalian dikumpulkan semuanya disini?
Seluruh siswa pun kebingungan dan bertanya satu sama lain, suasana di lapangan makin ribut dari ribuan suara siswa. Pak Covid yang melihat itu "Menyuruh mereka untuk diam dan memperhatikannya berbicara didepan".
Pak Covid : Jadi kalian tidak tahu, maka saya akan kasih tahu sekarang? bahwa besok adalah tanggal 12 July, kita kedatangan tamu terhormat dan sesuai dengan kesepakatan dari seluruh dosen yang mengajar disini, saya mewakili suara mereka dan memilih Denny untuk melakukan sambutan pertama sebagai siswa yang terbaik dan berpotensi.
Denny yang mendengar itu pun bahagia dan senang, dia berkata??
Denny : Terima kasih!! pak; Saya sangat bangga dipercayakan dengan tugas ini, saya akan melakukannya dengan baik dan tidak membuat nama sekolah kita jadi buruk, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk tampil yang terbaik dan luar biasa.
Pak Covid pun yang mendengar itu merasa lega dan berkata "Saya sangat percaya kepada anda, semoga anda tidak mengecewakan dan mempermalukan saya didepan Pak Mantri." Bapak bisa memegang ucapan saya; ujar Denny.
Acara penyambutan pak Mentri pun, telah diresmikan dan disepakati oleh dosen lainnya, bahwa acara akan mulai pada malam hari pukul jam 8 : 30 malam.
Denny menyuruh Pak Semen untuk membuat dialog, untuk dia tampil ke pentas nanti, Pak Semen pun menyetujuinya dan segera membuatnya di ruangan pribadinya.
Pak semen adalah seorang Dosen ahli bicara dan seorang pembuat pidato, tidak heran kalau Denny menyuruh Pak Semen untuk membuat dialognya.
Brayan dan Yoga pun beraksi untuk melancarkan rencananya untuk membawa Randi kembali tinggal dikamar mereka.
Mereka pun menunggu saat-saat seperti ini!! Brayan mencoba membodohi Pak semen, lalu mencegatnya ditengah jalan dan Brayan pun berkata?
Brayan : Pak Semen, anda disuruh menemui Pak Covid di ruangan pribadinya, ada yang perlu dibicarakan;
Pak Semen : Apakah ini benar?
Brayan : Iya pak!!
Pak Semen pun membayangkan dan berkata dalam hatinya "Wah!! tidak biasanya Pak Covid memanggil saya, pasti dia mau menaiki gajih saya". Pak Semen pun langsung pergi menemui Pak Covid di ruangan pribadinya!!
Brayan dan Yoga pun saling memberi isyarat dan melancarkan rencana mereka. Mereka ingin sabotase dialog milik Denny dan merubah isi kata dalamnya dengan kata yang tidak baik dan senonoh. Rencana mereka pun telah berhasil dengan sempurna, lalu Denny datang ke ruangan pak Semen untuk mengambil dialognya, namun dia bertemu dengan dua Idiots yang sedang duduk di tangga menghalangi jalannya!! Denny pun berkata?
Denny : Kalian jangan pernah ada dihadapan ku, apa lagi berani menghalangi jalan ku.
Brayan pun berkata?
Brayan : Slow men!! kami disini memang menunggu mu, ini dialog yang kau cari?? pak Semen menitipkannya kepada kami dan kami pun hanya menjalankan amanah darinya, tidak kurang dan tidak lebih.
Denny pun langsung mengambilnya dengan sombong, dia pun berkata dengan menyinggung hati orang lain?? "tidak usah pegang-pegang dialog saya, kalian tidak kurang dan lebihnya seperti Idiots yang tidak punya rasa malu."
Brayan dan Yoga hanya bisa tertawa dan tersenyum, mereka pun segera pergi.
Kembali dari cerita Pak Semen, Pak semen yang menemui Pak Covid di ruangannya. Dia pun masuk dan berkata?
Pak semen : Apa betol, anda mencari saya?
Pak Covid : Siapa juga yang mencari anda, perasaan saya tidak pernah mencari anda atau bahkan memanggil anda kesini;
Pak Semen merasa malu dan marah kepada Brayan yang telah membohonginya, dia pun langsung minta maaf kepada Pak Covid dan langsung pergi keluar.
Brayan dan Yoga merasa bahagia dan tidak sabar untuk menyaksikan komedi malam nanti. Namun mereka pun dipertengahan jalan Brayan malah menabrak Pak Semen yang telah terburu-buru. Pak Semen yang melihat Brayan dia sangat marah besar dan langsung berkata?
Pak Semen : Kenapa kau membohongi saya, Pak Covid bilang tidak pernah memanggil saya;
Brayan dan Yoga berada dalam masalah besar, namun Brayan selalu menemukan cara untuk menghadapi masalah seperti ini!! Brayan pun berkata??
Brayan : Kapan saya bilang bapak dipanggil oleh Pak Covid, saya kan tadi hanya bilang bahwa bapak disuruh menemui Pak Covid, bukan dengan memanggil bapak?? yang salah disini bapak sendiri, karena bapak tidak mencermati apa yang orang lain katakan, itulah kesalahan bapak, jadi kami disini tidak salah dong;
Brayan dan Yoga pun langsung pergi!!
Malam pun telah tiba dan pertunjukan sudah dimulai, begitu juga Pak Mentri dan Pak Covid pun duduk bersebelahan dan menunggu Denny tampil ke panggung.
Denny pun naik keatas panggung dan tampil dengan pakaian yang serba mewah dan memukau, Brayan dan Yoga pun tidak sabar menantikan aksi pertunjukannya??
Denny mulai berdialog yang jadi masalahnya. Denny tidak mengerti apa arti isi dialog tersebut, dia hanya menghapalkannya saja tanpa dia mengerti.
Isi dialog tersebut? menjatuhkan nama baik dan martabat Pak Covid, Pak Covid yang ingin menghentikannya, namun dihalangi oleh Pak Mentri. Denny masih meneruskan dialognya dengan diiringi ketawa dari seluruh siswa. Saat masih berdialog, sekarang giliran Pak Mentri untuk dipermalukan!! Pak Mentri pun marah mendengarnya dan berkata kepada Pak Covid?? "Apa ini yang kau ajarkan kepada murid-murid mu, dia bahkan tidak bisa menghormati orang tua". Ujar Pak Mentri!!
Denny pun mengakhiri dialognya dengan berpuisi?
Oh...kentut
kemana aku pergi dirimu selalu ikut
kau tak nampak dan tidak berwujud
hadirmu di hidupku tak akan pernah surut
Oh...kentut
bila ditahan bikin sakit perut
bila di keluarkan bikin semua orang ribut
bagi siapa saja yg menciumnya pasti semaput
Oh...kentut
harum dirimu bagaikan bangkai siput
segah rasamu ibarat es rumput laut
merdu suaramu bagaikan lagu dangdut
Oh...kentut
irama suaramu begitu lembut
keluar dari lubang pan**t yang keriput
kalau bunyi..put..put...put...
Bagaikan suara burung perkutut
sentuhan mu bagaikan angin ribut
datang tak di undang pulang pun tak di jemput
hadirmu tak pernah larut
Pak Covid langsung pergi meninggalkan acara tersebut, dia pun masuk panggung dan menampar Denny dan menyeretnya keluar dari panggung.
Brayan dan Yoga menghampiri Randi dan berkata?
Brayan : Kau lihat Randi, ini lah yang akan terjadi jika dia hanya menghapal saja tanpa mengerti. Asal kau tahu? Orang pintar belum tentu mengerti tapi orang mengerti pasti dia pintar.
Yoga : Ayolah Randi, kembalilah!! kita sekamar lagi kaya dulu, pintu kamar selalu terbuka lebar untukmu dan pikir-pikir dulu kalau kau masih ingin sekamar sama Denny?
Brayan dan Yoga pun pergi meninggal kan Randi;
Brayan dan Yoga pun naik keatas gedung Universitas Apc elite dan merayakan kemenangan mereka disana. Yoga yang mengingat kejadian tertawa terus, lalu kemudian Denny datang dan menemui mereka berdua dan berkata?
Denny : Apa salah saya kepada kalian? hah!!, sehingga kalian melakukan ini kepada saya, keterlaluan;
Denny mabuk berat dan melemparkan botolnya ke kaki Brayan untung saja Brayan bisa menghindarinya dengan cepat.
Brayan berkata sambil menenangkan Denny?
Brayan : Kami hanya ingin mengasih tahu kepada Randi bahwa metode belajar seperti itu adalah salah.
Denny : kenapa kalian melakukannya kepadaku, kau anggap metode mu paling benar, idiots?
Brayan : Bukan begitu Denny, kau salah paham!!
Denny : Alah kau banyak bacot, aku akan membuktikan kepada kalian semua bahwa metode ku lebih sukses dari pada metode kalian; Malam ini juga tepat tanggal 12 July aku menantang kalian, metode siapa yang akan lebih sukses 5 tahun kedepannya dan kita semua akan kumpul disini siapa yang menang akan menjadi paduka dan siapa yang kalah harus berlutut dan mengakui kekalahannya.
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis episode berikutnya yang berjudul "Pintar Vs Idiots."...