
Mulai dari Yoga yang ingin pergi ke London jadwal penerbangan sudah ditentukan 12 Juli 2018, Yoga sudah berada dalam pesawat sebelum landing. Seketika pesawat yang ditumpangi Yoga hendak terbang, lalu Yoga mendapatkan telepon dari nomor yang tidak tidak dikenal, Yoga pun menjawab telepon tersebut.
Halo, ini siapa? kenapa menelpon saya saat keadaan seperti ini, tanya Yoga kepada orang tersebut.
Lalu orang tersebut menjawab?
Apa kau lupa dengan suara ini, lupa dengan tanggal hari ini, temui aku di atas gedung Universitas Apc elite. Dia sedang menunggu mu disana, dia ingin menemui mu.
Yoga yang mendengar kabar itu, bahwa sahabat lamanya ingin menemui dirinya, tapi sayang Yoga yang kini sudah ada didalam pesawat sangat mustahil untuk Yoga bisa keluar dari pesawat tersebut.
Yoga pun lalu mencari cara agar bisa untuk keluar dari pesawat??
Yoga pura-pura jatuh dan pingsang, orang disebelahnya khawatir melihatnya langsung memanggil pramugari yang bertugas.
Hai ada orang pingsan tolong bantu kemari, teriak orang itu begitu keras. Pramugari yang melihat Yoga pingsan langsung menghubungi Pilot.
Pak tolong berhenti jangan diterbangkan dulu, ada salah satu penumpang yang jatuh pingsan, dia membutuhkan penanganan khusus dari Dokter, Kata Pramugari tersebut seraya khawatir.
Pramugari langsung menghubungi tim darurat dan memanggil Dokter, Dokter dan Pramugari yang membawa Yoga dikursi rodanya, ditengah jalan Yoga langsung berdiri. Pramugari dan Dokter pun terkejut melihatnya, Yoga tanpa sepatah kata pun langsung lari dan menyewa taksi bandara untuk mengantarkan dirinya ke tujuan.
Apa kau tuan Tahir yang memboking mobil taksi ku, tanya supir taksi tersebut kepada Yoga.
Tidak usah perdulikan nama, cepat anterin aku ketempat tujuan ini, ada hal yang lebih penting yang harus diselesaikan, jawab Yoga dengan tegas.
Yoga dan sopir taksi pun langsung berangkat, mereka saling berbincang didalam mobil.
Kita kerumah alamat ini dulu ya? Kata perintah Yoga kepada sopir tersebut.
Yoga lalu mencoba menelepon sahabat keduanya Randi, Randi yang sedang tidur pulas mendengar suara hp nya yang berbunyi, dengan keadaan setengah nyawa belum terkumpul, Randi tetap mengangkat teleponnya itu.
Halo, ini siapa pagi-pagi sudah menelpon ku, tanya Randi dengan nada yang malas.
Randi?? Randi ini aku Yoga, ada sesuatu yang ingin aku katakan, sahabat kita telah datang cepat keluar dari rumah lalu masuk kedalam taksi mobil ini, aku menunggumu didepan rumahmu, jawab Yoga dengan mendesaknya.
Randi yang mendengar kabar bahwa sahabatnya sedang datang dan menunggu dirinya dan Yoga, Randi pun bergegas keluar tanpa mandi, tanpa sarapan dan tanpa celana. Istrinya yang sedang melakukan senam pernapasan didepan rumahnya melihat suaminya tanpa celana, istrinya tidak bisa mengasih tahu bahwa Randi keluar tanpa celana, Randi pun pamit kepada istrinya.
Sayang aku keluar dulu sebentar, ada hal yang harus aku selesaikan, pamit Randi kepada Istrinya.
Istrinya hanya bisa diam saja, karena dirinya dalam keadaan latihan pernapasan istrinya padahal hanya ingin bilang kepada Randi?
Randi bergegas menemui Yoga, lalu Yoga menyuruh Randi cepat-cepat masuk ke mobil, Randi yang baru bangun dari tempat tidurnya langsung masuk ke mobil taksi tersebut, Randi bertanya kepada Yoga?
Yoga? Apa yang terjadi, apakah dia benar-benar ada di kota ini. Iya aku tadi mendapatkan telepon dari seseorang dan mengatakan bahwa dia sedang menunggu diri kita diatas gedung
Universitas Apc elite, jadi aku menghubungimu juga, jawab Yoga dengan wajah yang begitu gembira. Randi pun berkata? Oh iya, semoga saja itu berita yang benar, kenapa kau menghubungi secara mendadak jadi gara-gara kau, aku jadi tidak sempat bersiap-siap, mandi dan sarapan pun belum. Yoga pun berkata dengan wajah yang senyum? Bukan itu juga, kau pun tidak memakai celana panjangmu.
Randi yang mendengar itu langsung melihat kebawah dan bilang?
Astaga aku lupa Yoga, maafkan aku. Sopir yang melihat itu langsung tertawa dan berkata kepada Yoga? Teman mu yang satu ini lebih Idiots yang ku kira, Yoga menjawab perkataan pak sopir, dia memang idiots pak, tapi kami memiliki sahabat yang lebih idiots dari kami, pak nanti ke alamat jalan ini ya, sampai disitu saja. Iya, jawab pak sopir tersebut.
Sampailah mereka dilokasi kampus, dimana mereka mengingat masa lalu dan kenangan
mereka bertiga. Lalu Yoga dan Randi bergegas keatas dan menaiki anak tangga, sampai lah mereka keatas, lalu membuka pintu dan langsung mencari berteriak menyebutkan nama Brayan, Brayan dimana kau? teriak Yoga dan Randi.
Yoga dan Randi lalu melihat seseorang yang berdiri dihadapan mereka, orang itu pun memalingkan badannya ternyata yang menunggui mereka dan menelepon mereka adalah teman sekelasnya yang bernama Denny.
selamat datang Two Idiots, Denny berkata dengan wajah tertawa.
Denny berkata lagi? Aku memanggil kalian kesini sesuai dengan perjanjian kita dimasa lalu. Yoga pun bertanya kepada Denny? Dimana Brayan, perjanjian apa yang telah kita buat dimasa lalu, hah? Denny pun menjawab dengan nada keras Apa kalian lupa dengan hari ini, dimana aku berjanji kepada kalian bahwa metode ku akan sukses dari pada kalian bertiga, lihat handphone ini apa mereknya, lihat foto istri saya? Dia sedang berfoto di Jepang, lihat mobil saya mereknya Koenigsegg CCXR Terevita, kalian tahu harganya berapa? 68 triliun, bahkan jajan anakku lebih besar dari pada gaji kalian berdua.
Yoga yang mendengar itu langsung berkata? Terus apa hubungannya dengan kami, kami tidak perduli urusan pribadimu.
Yoga marah dan ingin memukul Denny, namun Yoga dihalangi oleh Randi? Sabar ga!! Sabar.
Aku tahu ndi, aku batal berangkat ke Canada karena dia dan lihat dirimu kau keluar tanpa celana karena dia juga kan yang telah membohongi kita.
Yoga langsung melempar Handphone nya dihadapan Denny. Denny berkata? Kalian benar-benar lupa dengan tanggal hari ini. Emang nya kenapa dengan tanggal hari ini, jawab Yoga kepada Denny dengan nada kesal.
Denny langsung menunjukkan ukiran tulisan yang dituliskan pada masa kuliah untuk menantang para Idiots "ini adalah hari dimana kekalahan kalian Two Idiots." Aku tidak perduli hal itu, karena kau? Aku jadi gagal penerbangan hari ini. Randi menengahi mereka berdua dan bertanya kepada Denny? Apakah kau tahu sekarang Brayan ada dimana? Iya, aku tahu dimana Brayan sekarang!! Jawab Denny dengan bibir yang senyum.
Yoga dan Randi pun saling bertatapan, Randi bertanya lagi, Apa kau tahu dimana Brayan sekarang? Jawab Denny iya aku tahu dimana Brayan sekarang!! Dimana Brayan sekarang jawab Randi kepada Denny. Denny berkata Brayan sekarang ada disebuah tempat, iya aku tahu Brayan ada disebuah tempat, apakah kau tahu dimana Braya sekarang dan alamat Rumahnya? Denny langsung memberi tahu mereka berdua, bahwa Brayan ada di Singapure!
Yoga dan Randi pun langsung menarik Denny dan berkata? Antarkan kami kesana.
Mereka bertiga pun lalu jalan menggunakan mobil Denny dan dimengemudikan oleh Randi, Denny yang diikat bertanya? Kenapa aku harus diikat seperti ini juga, aku tidak akan kabur juga dari sini, dasar Idiots. Yoga menjawab? Kau orang yang ngeselin sudah pantas untuk diikat.
Lalu mulut Denny dilem pakai lakban dan mereka pun menuju kesebuah bandara untuk membeli tiket pesawat, untuk pergi ke Singapure. Mereka berdua ingin menemui Brayan sahabat lama mereka, Yoga dan Randi pun sangat merindukannya, banyak pertanyaan yang mereka ingin lontarkan kepada Brayan. Yoga selalu berdebat sama Randi di mobil dan menyuruhnya lebih cepat lagi untuk mengemudinya, supaya tidak kehabisan tiket pesawat ke Singapure untuk menjumpai Brayan.