
Yoga, Randi dan Denny mereka berangkat menuju ke stasiun bandara untuk membeli tiket pesawat, saat dalam perjalanan menuju stasiun bandara kurang lebih sekitar 60 km dari tempat mereka. Di tengah perjalanan yoga menceritakan kembali tentang masa lalu mereka saat berjuang bersama dengan Brayan di waktu duduk di bangku kuliah.
Flashback :
Berawal dari yoga yang menceritakan kepada ayahnya bahwa dia ingin masuk kuliah dalam jurusan sastra, karena dia ingin menjadi seorang penulis yang Profesional. Namun keinginannya menjadi seorang penulis tidak direstui oleh ayahnya, ayahnya ingin menjadikan dia sebagai orang insinyur yang handal dalam dunia entertainment. Yoga tidak bisa menolak keinginan ayahnya dia terlalu takut untuk melawan perintah ayahnya, dia terpaksa menuruti semua kemauan ayahnya. Lalu ayahnya memasukan dirinya ke Universitas Apc elite ( teknik mesin ), ayahnya berkata kepada yoga?
...Ayah : itu sekolah sangat cocok untukmu menjadi seorang insinyur, ayah melakukan ini demi masa depan mu sendiri....
...yoga : baik ayah, aku selalu mendukung apa yang menjadi keinginan ayah!...
Pendaftaran sekolah pun telah dibuka selain ayah yoga banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya di bidang itu termasuk Brayan dan Randi. sampailah yoga ditempat lokasi dia melihat sekeliling banyak ribuan orang, yoga melihat list daftar nama di Mading bersama siapa dia sekamar selama menjalani pendidikan angka kamar mereka ada di pertengahan nomor 6A dia melihat sekamar bersama Brayan dan Randi di Angka 48, 49 dan 50. Dia mendatangi salah satu seorang penjaga sekolahan yoga bertanya?
Yoga : Permisi apa kau tahu dimana kamar nomor 6A ?
Penjaga sekolahan : Oh iya, Nomor kamar ini ada dipertengahan disebelah sana! aku akan mengantar barang mu, cuman tidak gratis bayar 50 ribu? hehehehe.
Yoga : apa pelayanan disini bayar juga, mau gimana lagi ya udah nih barang ku, tapi tunggu dulu sebentar ya?
Penjaga sekolahan kebingungan melihat sikap yoga seperti orang yang tidak menyukai tempat ini, tapi si penjaga sekolah melihat dia membuka tasnya dan mengambil pulpen dan kertas, dia melihat yoga yang sedang menuliskan sesuatu setelah melihat seekor kucing saat makan. penjaga pun bertanya kepadanya?
Penjaga sekolah : Mas, kau sedang melakukan apa dengan pulpen dan kertas itu lalu apa hubungannya dengan kucing yang sedang makan.
Yoga : ini adalah hobi ku dan aku ingin meneliti seberapa jauh binatang yang aku temui dan ku tulis, akan ku jadikan sebuah kamus agar orang melihat dan membacanya mendapat kan pengalaman tentang memelihara binatang.
Penjaga sekolah : lalu kenapa kau mengambil bidang teknik mesin kalau kau suka menulis.
Yoga : ini adalah keinginan orang tua ku saja, kalau aku nolak dan memaksa kehendak ku mereka akan kecewa dan sedih, aku tidak ingin melihat hal itu.
Penjaga sekolah : ya! sudah lah cepat kita ke kamar mu aku masih banyak urusan yang aku selesaikan.
Yoga : oke tunggu bentar, ini hampir selesai.
Sampai lah mereka dikamar, yoga pun berterima kasih kepada penjaga sekolah dan menanyakan asal usul dirinya.
Yoga : kau begitu muda bahkan lebih tua aku dari mu, kenapa kau kerja sebagai penjaga sekolah?
Penjaga sekolah : sebelumnya perkenalkan Nama ku adalah Payan aku disini membantu ayahku, ayahku adalah seorang pengawal dosen, ya ibaratkan ajudan sekaligus pelayannya, aku ingin meringankan bebannya jadi aku membantunya.
Yoga : oh begitu, oke Payan terima kasih telah membantu ku.
Payan : oke, aku kesana dulu ya, selamat beristirahat!
Yoga : lo ngapain kesini?
Randi : gue teman sekamar lo idiots!
Yoga : setidaknya perkenalkan dirimu dulu ini langsung masuk aja dengan tampilan aneh lagi?
Randi : Aku lagi terburu-buru, perkenalkan nama saya Randi Salaman panggil saja Randi dan nama Lo siapa?
Yoga : namaku yoga Prades panggil saja Yoga.
Randi : oh seperti itu, kau kuliah disini karena kemauan mu sendiri kan?
Yoga : tidak!!!
Randi : lalu?
Yoga : aku cuman menuruti perintah ayahku saja sebagai lulusan insinyur, sebenarnya aku ahli dalam menulis!
Randi : Kenapa tidak masuk Ke sastrawan saja kalau kau ingin menjadi seorang penulis.
Yoga : itu masalahnya ayah ku tidak menyetujuinya, jadi aku cuman menuruti apa yang menjadi kehendak ayah ku saja. lalu bagaimana dengan mu sendiri kenapa kau kuliah disini, apa tujuanmu sebenarnya?
Randi : aku kesini menjadi seorang yang sukses agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga ku, ibu ku penjual kue, aku mempunyai seorang kaka laki-laki tapi dia belum mendapatkan pekerjaan dia masih singel dia mau menikah tapi tidak punya biaya untuk pernikahannya dan ayah ku sedang sakit, yang menjadi tulang punggung keluarga adalah ibu ku.
Yoga : oh, jadi kau ingin merubah Drajat keluargamu, aku mempunyai adik perempuan dia kerja sebagai guru IPA di SLTA. tapi kita memiliki teman sekamar lagi satu orang, mungkin dia agak terlambat datang kesini jadi penasaran siapa orangnya?
Randi : Iya, aku istirahat dulu aku capek!
Yoga : oke;
Payan penjaga sekolah mengasih tahu kepada Randi dan Yoga bahwa malam ini adalah upacara khusus bagi seluruh siswa baru dan kenakan lah "celana sempakmu yang baru, karena mereka akan melakukan cap pantat untuk siswa baru". Randi dan Yoga pun kebingungan dan bilang dalam hatinya "Upacara cap pantat? baru mendengar nama seperti itu".
Malam pun telah tiba dimana semua siswa dikumpulkan oleh Kaka seniornya melakukan upacara cap pantat tanda mereka bahwa siswa Universitas Apc elit. Siswa baru pun tidak berani melawan mereka kumpul tanpa celana panjang,. Brayan pun datang dan bingung melihat orang-orang kumpul tanpa baju dan celana panjang, Kaka senior yang melihat siswa baru yang datang mencoba mendekatinya dan menjahilinya Kaka senior pun mengambil gelas air minum nya di tas dan menuangkannya di celana Brayan agar Brayan melepaskan celananya, Namun Brayan langsung masuk kamar dan mengunci pintunya. Kaka senior pun marah karena baru kali ini ada yang membantah perkataannya dia berteriak di muka pintu kamar Brayan dan berkata "jika kau tidak keluar maka aku kencingi pintu kamar mu, hai idiots keluar kau", semua orang melihatnya termasuk Yoga dan Randi, seluruh siswa baru pun terdiam baru kali ini ada orang melawan perintah mereka. Brayan terus mencari akal dia membuat alat dimana orang yang membuang air akan kesetrum listrik, dia mengambil sebuah kabel lampu yang telah menyatu dengan saklar dia mengambil sebuah kayu dan mengikatkan sebuah Senduk makan dan menaruhnya di bawah pintu. Kaka seniornya yang mengencingi pintu kamarnya langsung teriak dan pingsan, Brayan keluar dan langsung mengambil gelas air minumnya dan segera kembali ke kamarnya.
...Episode kali ini cukup sampai disini, saksikan kembali di Episode berikutnya yang berjudul "Dosen Covid"....
...Ig : Muhmd_Ismid...