An Idiots

An Idiots
#5 : Kemarahan



Brayan telah menyelesaikan karya Tony dan Brayan pun memperlihatkannya keseluruh siswa. Siswa yang melihat itu merasa bahagia dan takjub, karena penemuan karya Tony berhasil disempurnakan oleh Brayan. Mereka menyebutnya sebuah Drone yang bisa terbang dan menghasilkan Video dari jarak jauh. Brayan mencoba menerbangkan Drone nya ke jendela kamar Tony, namun ternyata Randi melihat dari komputer kecil yang dipegangnya, bahwa Tony mengakhiri hidupnya. Brayan, Yoga dan Randi pun segera menghampirinya, lalu mereka membuka kamar dan melihat kondisi Tony yang sudah tak bernyawa lagi.


Mereka pun menghubungi kepala sekolah dan ambulan untuk mengantarkannya kembali pulang dan di makamkan di kampungnya. Ayah Tony yang melihat kondisi anaknya dia menangis dan sedih, Pak Covid yang melihat itu hanya bisa terdiam saja. Brayan berkata kepada Pak Covid?


Brayan : Kau puas apa yang telah terjadi, kau lihat karena kesalahan mu kau telah merenggut satu nyawa dari seseorang, ini bukan bunuh diri tapi pembunuhan pak?


Pak Covid yang mendengar Brayan bicara seperti itu, dia hanya diam saja, namun setelah keesokan harinya dia memanggil Brayan ke kantor nya dan memarahinya dengan berkata?


Pak Covid : Apa yang kau bicarakan kemarin? kau menyalahkan ku atas kematian Tony!!


Brayan : Apa yang bapak bicarakan, saya tidak menyalahkan bapak sama sekali pun, Bapak salah paham hal itu?


Pak Covid : Kau tidak usah berbohong, kau berbicara seperti itu kemarin seolah-olah aku telah melakukan kejahatan yang besar, kau tahu apa yang aku lakukan untuk sekolah ini, agar menjadi nomor satu di seluruh Dunia. Kau mau tahu aku selalu tegas terhadap murid ku termasuk dirimu sendiri, dan apa yang ada ditangan mu itu?


Brayan : Ini adalah selembar kertas tugas saya pak, untuk dikumpulkan hari ini kepada Dosen.


Pak Covid pun marah-marah dan merobek tugas Brayan dan langsung menyeretnya keluar menuju kelas lainnya dan menyuruh dia untuk menjelaskan apa itu arsitek mesin. Murid yang sedang belajar di dalam kelas terkejut melihat Brayan ditarik dan di suruh oleh Pak Covid untuk menjelaskan tentang arsitek mesin dan berkata?


Pak Covid : Kalian lihat anak ini, dia mengajari ku tentang menjadi seorang kepala sekolah yang baik, dia lebih hebat dari ku, dan sekarang aku disini sebagai muridnya dan dia sebagai Dosen disini, menggantikan tugas dari Pak Wanto untuk menjelaskan tentang arsitek mesin.


Pak Covid pun langsung duduk bersama siswa lainnya, dan mendesak Brayan?


Pak Covid : Hai Pak Brayan, cepat jelaskan mengenai tentang arti arsitek mesin. Saya tidak punya banyak waktu lagi dan seluruh siswa disini ingin mengetahui tentang penjelasan bapak Brayan?,


Brayan hanya bisa menundukkan kepalanya, namun dia selalu didesak oleh Pak Covid?


Pak Covid : Cepat Idiots?


Brayan pun memberanikan dirinya untuk menjelaskan apa itu arti arsitek mesin. Dia mulai mengambil spidol dan menulis di papan tulis dengan kata?


"Randibayogasastrawan"


Saya beri waktu kalian sampai jarum ke 6 untuk mencari arti kata ini, kalian boleh pakai buku, internet atau pun sebagainya itu terserah kalian, tapi harus selesai dari jarum panjang ke 6. Waktu kalian menjawab mulai dari sekarang;


Semua pada sibuk untuk mencari jawabannya, bahkan Pak Covid pun mencarinya dengan dua buku, Denny yang pintar pun tidak bisa menemukan jawabannya dan waktu pun habis, semua tidak bisa menjawabnya. Namun Pak Covid masih mencarinya, Brayan berkata?


Brayan : Maaf pak, waktu sudah habis;


Brayan pun meneruskan perkataannya?


Brayan : Ini lah kalian!! Kalian tidak bisa menemukan jawabannya kan, lihat diri kalian!! Karena kalian saling berlomba satu sama lain.


Pak Covid yang mendengar itu ingin marah dan berkata?


Brayan pun menjawab, itu arti kata adalah nama dari dua temanku Randi dan Yoga.


Semua kelas, Randi dan Yoga pun kebingungan dan tertawa melihat jawaban Brayan yang sesingkat itu, Pak Covid pun jengkel dan marah dan berkata "diam kalian semua, apa yang kau katakan ini Brayan saya menyuruh kau untuk menjelaskan pengertian arsitek mesin bukan dengan nama temanmu?


Brayan menjawab dan berkata?


Brayan : Saya tidak perlu menjelaskannya kepada bapak, karena bapak lebih tahu dari pada saya, tentang mengenai mesin.


Pak Covid : Apa!! lalu?


Brayan : Saya hanya ingin mengajarkan bapak cara untuk mengajar dengan benar!!


Seluruh murid pun yang mendengar itu tertawa dan Brayan pun lari meninggal kan kelas.


Pak Covid marah dan menyuruh Yoga dan Randi untuk menghadapnya ke ruangan Kepsek sekarang;


Randi dan Yoga pun datang dan menemui Pak Covid dan bertanya?


Pak Covid : Apa yang telah kalian lakukan selama dikamar saat bersama Brayan.


Yoga : Tidak ada apa-apa pak, seperti biasa saja;


Pak Covid : Tidak, kalian kalau bersama terus bersama Brayan kalian tidak akan pernah berhasil dan gagal.


Randi : Tolong maafkan kami pak, kami tidak tahu kenapa Brayan melakukan hal itu dan menyebut nama kami;


Pak Covid pun merinci pendapatan perbulan dari keluarganya kepada mereka dan berkata?


Pak Covid : 50.000.000 adalah pendapatan ayah Brayan perbulan dia masih aman, saya kurangkan 2 nol nya dibelakang menjadi 500.000 itu adalah pendapatan ayah Yoga selama sebulan hampir tak aman, jika seandainya aku mengurangkan 1 nol nya dibelakang menjadi 50.000 itu adalah pendapatan perbulan dari ibu Randi, hampir tak terselamatkan. Saya punya pilihan untuk kalian berdua, kalian tidak boleh sekamar sama Brayan. Dan kau Randi kau harus sekamar bersama si Denny dia pintar dan pandai, siapa tahu kau akan tertular kepandaiannya. Dan kau Yoga terserah kepadamu untuk memilih sekamar dengan siapa; "Saya tetap sekamar sama Brayan pak, karena menurut saya Brayan adalah anak yang baik, untuk apa saya menjauhi nya pak. Jadi keputusan saya tetap bulat saya tetap sekamar sama Brayan." Ujar Yoga menjawab pertanyaan Pak Covid.


Malam pun telah tiba, Randi yang telah keluar dari kamar Brayan dan Yoga, dia malah sekamar sama Denny sesuai perintah dari Pak Covid. Randi tidak bisa tidur melihat dan mendengar Denny yang sedang menghapal dan belajar, Randi rasa terganggu dan menutup telinganya dengan sebuah kampas.


Brayan dan Yoga pun keluar dari kamarnya, mereka ingin menemui Randi, tapi mereka malah melihat keburukan dan kecurangan si Denny yang sedang menjahili temannya dengan membagikan setiap kamar siswa dengan majalah dewasa. Brayan dan Yoga pun mengintip dari kejauhan dan saling berbisik dan berkata?


Yoga : Pantas saja para siswa tidak konsentrasi saat belajar, ternyata ada biang keruk nya disini, yang bikin masalah dan kecurangan.


Brayan : Kau benar ternyata dia melakukan hal yang lebih buruk dibelakang kita semua, kita akan melakukan sesuatu untuk membalasnya nanti, dan sekaligus untuk menyadarkan si Randi bahwa dia salah memilih jalan.


...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis kembali di episode selanjutnya yang berjudul "12 Juli"....


...Ig : Muhmd_Ismid...