
Bang Mico, Abi, An Idiots beserta paman Rase telah sampai di lokasi pelabuhan. Mereka menyeberangi lautan menggunakan perahu dayung, perpisahan antara paman Rase dengan mereka berlima, paman Rase merasa dilanda dengan bahagia kecemasan dan kekhawatiran yang begitu dalam terhadap mereka berlima dia berkata dengan hatinya sendiri??
"Aku cemas dan tak bisa membantu kalian lebih jauh dari ini, aku berharap kepada kalian berlima kembali lah dengan selamat dan aku yakin kalian bisa membebaskan penduduk yang disekap semuanya disana?? Maafkan aku telah berbohong kepada kalian (bahwa yang disekap didesa itu, bukan Ayah dan Ibu kalian saja!! Tapi penduduk yang membela kedua orang tua kalian juga, disiksa dan disekap juga); karena aku percaya kalian pasti bisa melakukannya."
Mereka berpisah dan juga saling tersenyum, melambaikan tangannya, seakan-akan mereka tidak memiliki masalah yang serius.
Perjalanan dilautan begitu panjang berbagai rintangan dan masalah terus menghampiri mereka, ombak menerjang mereka, angin beliung lautan menghalangi jalan mereka. Tetapi mereka tetap gigih untuk mendayung dan melawan semua rintangan yang ada, berbagai ujian dan rintangan yang mereka lalui.
Lalu mereka melihat dari kejauhan sebuah pulau terbesar yang dilindungi oleh benteng-benteng yang kokoh, mereka semakin mendekat dan sampai lah mereka diperbatasan benteng tersebut. Bang Mico memegang benteng tersebut dan memeriksa setiap posisi benteng disana, bang Mico menjelaskan kepada mereka berempat!! Mengenai fungsi dan masalah benteng tersebut.
Bang Mico??
"Kalian harus berhati-hati dengan benteng ini, benteng ini terbuat dari sebuah logam yang anti tembak dan bom, lebih parahnya lagi setiap fungsi benteng ini diberi racun, sekali saja kalian memegangnya akan mengalami kelumpuhan total, karena sifat racun ini menyerang sel-sel saraf dan kalian harus ingat akan satu hal bahwa racun ini tersebut, tidak memiliki penawarnya."
Brayan dan Yoga merasa takut dan ingin kembali menemui paman Rase disana, tapi tidak dengan Randi bukannya takut dia malah makin penasaran dan membalas perkataan bang Mico??
"Bang Mico!! Aku ingin bertanya satu hal dari bang Mico?? Boleh kah, kau menjelaskan secara rinci mengenai bangunan benteng ini sekali lagi??."
Bang Mico menjelaskannya secara rinci dan akurat;
"Dilihat dari bangunan benteng ini, kayanya sudah lama didirikan, sudah dipastikan benteng ini sudah ada sebelum kita dilahirkan Didunia ini. Benteng ini terbuat dari logam perak, dilihat juga dari ukirannya!! Benteng ini memiliki arti yang mendalam dari pulau ini. Kenapa aku bilang benteng ini beracun kalian bisa lihat setiap ukirannya berwarna yang berbeda dari warna pada umumnya. Jika kalian menelitinya lebih jelas lagi warna tersebut mempunyai tekstur yang tidak identik dengan warna pada umumnya dari situlah aku menyimpulkan bahwa benteng ini memiliki kandungan racun yang berbahaya."
Randi menangkap semua penjelasan dari bang Mico dan melakukan uji coba mengenai penelitiannya, Randi berkata kepada mereka berempat??
"Ini adalah keahlian bidang ku, aku bercita-cita menjadi seorang peneliti alam dan luar angkasa. Aku akan mencoba memecahkan Taka teki masalah kita ini, Yoga kau kemarin menangkap seekor burung yang tidak bisa terbangkan dan aku mengetahuinya kau menyembunyikannya didalam tas mu. Jadi untuk sebuah misi ini aku membutuhkan bantuan mu, serahkan burung tersebut;"
Yoga membantahnya dan tidak mau menuruti perkataan Randi dan berkata kepada Randi??
"Sejak kapan kau tahu didalam tas ku ada seekor burung yang aku rawat, burung itu adalah penelitian inpirasi ku, aku mendapatkannya dengan susah payah kau meminta nya dengan begitu mudah, tidak kali ini aku tidak mau membantu mu."
Randi memaksanya dan berdebat dengannya, bang Mico yang melihat semuanya dan melerai mereka berdua, dan menyetujui cara Randi tersebut. Yoga terpaksa mengeluarkan burung tersebut dan menyerahkannya dengan Randi.
Burung itu tidak mati hanya saja saluran darahnya berhenti mengalir. Lalu Randi berkata kepada mereka berempat??
"Menurut penelitian singkat ku, racun ini memang benar-benar berbahaya, tapi aku tidak setuju apa yang bang Mico katakan tadi?? Bahwa racun ini tidak ada penawarnya. Kalian harus tahu setiap racun pasti ada penawarnya, jadi penawar racun ini cukup dengan menggunakan tumbuhan rumput yang menyengat baunya, racun ini tidak akan berfungsi lagi dan yang pasti benteng ini memiliki kelemahan juga, maka dari itu kita harus mencari celah untuk membuka benteng ini, sehingga sebuah misi kita berjalan dengan lancar."
Abi membuka peta yang paman Rase berikan kepadanya, Abi memperhatikan petanya dan berhasil menemui titik lemah benteng tersebut dan menjelaskan semuanya kepada yang lain.
"Kakak Mico!!! Coba kau lihat kesini
Mereka lalu berpencar mencari setiap masing-masing sudut tiang benteng tersebut dan Brayan menemukan sebuah ukiran kecil yang berjenis mesin roda, lalu Brayan memanggil bang Mico dan lainnya untuk melihatnya; Abi yang melihat semua itu merasa yakin bahwa dalam petunjuk peta ini?? Bagian inilah yang dimaksudkan oleh peta disini.
Bang Mico, Yoga, Randi maupun Abi tidak berani untuk membuka dan mematahkan mesin roda pengunci tersebut kecuali satu orang ialah Brayan. Dalam bidang ini Brayan lah ahlinya, Brayan mencoba terlebih dahulu memahami konsep tersebut dan mencoba menjabarkannya secara rinci dan menjelaskannya kepada mereka berempat;
Bryan berkata?
"Ini adalah mesin roda khusus untuk menyegel sesuatu, salah sedikit putar saja kita hasilnya pasti akan buruk, taruhan nyawa kita jadi bayarannya dan juga segel ini sudah dihubungkan dengan racun dalam ukiran tersebut. Sehingga racun benteng ini akan keluar dan mengalir kelautan dan mengepung segala arah, kalau itu terjadi!! Maka sudah lah jangan berharap untuk hidup lagi. Pantas saja kata paman Rase?? Mereka sudah menyuruh orang ahli dan hebat, namun hasilnya tetap gagal, misi ini sangatlah berbahaya!!"
Bang Mico bertanya kepada Brayan??
"Jadi, Brayan kita harus bagaimana ini?"
Brayan??
"Untuk sementara waktu aku akan memikirkannya, dan aku akan berusaha untuk membuka segel ini."
Berjam-jam Brayan mengamatinya dan Brayan pun mulai melakukan aslinya, sedikit demi sedikit dia memutar setiap mesin rodanya dengan satu alat yaitu obeng dan pena, segel itu pun dapat ditaklukan tanpa sepengetahuan anak buah Diman.
Misi mereka berhasil, mereka begitu gembira dan tertawa bersama. Brayan yang hampir tak bernafas lagi untuk bisa menaklukan segel itu pada akhirnya merasa lega dan menutupi matanya dan berkata dalam hatinya "Al Is Well". Setelah mereka berhasil menaklukan rintangan pertama, mereka berlima pun lalu menjalankan rencana kedua untuk menyelinap masuk kepulau dan menuju Desa Kuningkelada dimana Ayah, Ibu dari Bang Mico dan Abi ditahan atau disekap oleh Diman.
...Episode kali ini cukup sampai disini dan akan rilis kembali di episode berikutnya yang berjudul "Penyusupan" ...