Alhan & Tasya

Alhan & Tasya
MAAF




.......


.......


.......


.......


...♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️...


Pagi hari yang cerah,Tasya sedang merapikan tempat tidurnya,dengan perasaan yang berbeda seperti biasanya. Biasanya dia bahagia sama suaminya, kini dia malu berbicara dengan suaminya.


Dia berniat untuk mengambil handphonenya yang ada di tas miliknya,namun dia terkejut tiba tiba dia tidak menemukan handphonenya di dalam tas,melainkan hanya ada handphone suaminya yang ada di meja.


"Handphone aku mana ya?." ucapnya, "Masa di bawa mas Alhan." lanjutnya.


Tasya keluar dari kamarnya,ternyata di ruang tamu ada Alhan yang sedang tertidur pulas di sofa panjang yang ada di ruang tamu rumahnya.


"Pasti handphone aku habis di pakai sama orang ini." tekanya.


Setelah itu dia mengambil handphone miliknya,dia menyalakan handphone miliknya dan ternyata baterai handphonenya tinggal 15 persen dan ada notifikasi jika kuotanya telah habis.


"Padahal baru aja beli kemarin udah habis sekarang." kemudian Tasya melihat suaminya yang sedang tertidur pulas di sofa, "Bukannya dia hari ini kerja ya."


"Tapi aku bangunin gak ya." ucapnya, "Tapi takutnya nanti dia gak kerja lagi."


Setelah itu dia membulatkan tekadnya untuk membangunkan suaminya.


"Bismilah,aku bangunin aja deh marah atau gak urusan belakang ya kan." ucapnya.


Setelah itu Tasya menggoyang goyang bahu suaminya, "Mas bangun mas,sholat subuh." ucapnya.


Setelah itu Alhan pun membuka matanya dan menatap istrinya dengan tatapan datar,kemudian dia langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi.Tasya yang melihat tatapan suaminya seperti itu pun membuat dia sedih,dia takut jika suaminya gak bisa seperti dulu lagi.


"Ternyata dia masih marah sama aku ya." Tasya melihat handphonenya, "Tapi kuota aku di habisin juga sama dia." lanjutnya.


Dia tidak menyadari jika Alhan sedari tadi memperhatikannya dan mendengar ucapannya.


"Kamu gak terima kuotanya aku habisin." ucapnya dengan raut wajah datar.


Tasya pun kaget "Eh gak kok mas, nanti aku juga beli sendiri." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaudah." ucapnya yang bergaya dingin.


"Sok dingin banget sih mas,jadi kesel aku lama lama." ucapnya dalam hati.


...............


Beberapa saat setelah Alhan melaksanakan sholat subuh,dia pun duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu istrinya keluar dari kamar. Tak lama setelah itu istrinya pun keluar dari kamar dengan memakai daster biru serta rambut di ikat ke belakang.


"Dek mau ngapain?." tanyanya.


"Ya mau bersih bersih rumah sama masak lah mas." jawabannya.


"Duduk sini dulu dek mas mau ngomong sama kamu." perintahnya.


"Ini kesempatan aku untuk minta maaf sama mas Alhan." ucapnya dalam hati.


Kemudian Tasya duduk di samping Alhan.


"Dek maafin mas ya dek tadi malam udah marahin kamu dan salah paham sama kamu."ucapnya.


"Kok mas yang minta maaf, seharusnya aku mas yang minta maaf bukan mas." ucapnya dengan tersenyum, "Aku tau kok mas,kalau mas marah sama aku,karena mas sayang banget sama aku." ucapnya.


"Mas,aku minta maaf ya,aku janji gak akan ngelakuin hal ini lagi." ucapnya, "Kalau mas takut kalau aku selingkuh, aku bisa kok berhenti kuliah." lanjutnya.


Alhan memeluk istrinya yang duduk di sampingnya,"Gak usah aneh aneh dek,kuliah aja yang pinter, katanya mau jadi guru." ucapnya.


"Tapi aku takut mas kejadian seperti ini terulang kembali mas." Tasya meneteskan air mata,"Aku gak ingin ngelihat kamu marah seperti tadi malam lagi mas." ucapnya.


"Aku janji deh akan percaya dan gak salah paham lagi sama kamu."


"Aku juga janji mas,gak akan membuat mas salah paham lagi." Tasya mencium tangan suaminya, "Aku bangga kok mas punya kamu, aku beruntung banget punya suami seperti kamu."


Kemudian Alhan mencium pipi istrinya, "Semoga ini menjadi pertengkaran kita yang pertama dan yang terakhir ya dek." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh iya,ngomong ngomong kamu mau bantuin dia apa?."


"Dia minta bantuan ke aku agar dia bisa balikan sama Divia mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Emang mereka putus karena apa ya?."


"Kepo ya mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak,cuma pengen tau aja sih." ucapnya dengan tersenyum.


"Sama aja mas,itu namanya kepo." ucapnya.


"Ya terserah kamu deh,kamu nyebutnya apa."


"Jadi mereka berpisah,gara gara salah paham sama kek kita kemarin mas." ucapnya, "Si Leo itu di ajak makan ke restoran sama temennya si Farin,lah kebetulan Divia juga ada di sana dan melihat mereka berdua, apalagi dia mendapati jika si Farin ini mencium Leo,kalau udah gitu terus siapa coba yang gak sakit hati mas?."


"Tapi si Divia mungkin udah terlanjur sakit hati sih,apalagi pakai di cium juga." ucap Alhan.


"Maka dari itu mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Kamu hati hati ya dek,gak semua laki laki itu baik." pesannya.


"Iya mas aku tau kok." lalu Tasya mencium tangan suaminya.


Alhan bersandar di bahu istrinya, "Sehat sehat terus ya sayang sampai kita tua nanti." ucapnya dengan tersenyum.


"Ih mas, alay banget deh."


Kemudian Alhan tidak sengaja mencium bau ketek istrinya, "Ketek kamu bau dek." kemudian Alhan menegakkan kepalanya.


"Gara gara aku marahin kan?." Alhan tersenyum.


"Untung aja faham." ucapnya dengan tersenyum.


"Yaudah mandi dulu gih." perintahnya.


"Gak ah mas,nanti habis masak aja." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh iya,kamu kuliahnya libur kan?."


"Libur mas emang kenapa?." tanyanya.


"Yaudah."


"Gitu doang,terus kamu sekarang gak kerja?."


"Aku libur dek." jawabnya.


"Aku minta gantian sama temen aku sekarang liburnya." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh gitu." Tasya mengangguk. "Tapi kenapa kamu habisin kuota aku mas?."


"Minta ganti nih ceritanya." Alhan tersenyum.


"Iya lah mas,aku aja baru beli kemarin udah kamu habiskan." ucapnya dengan tersenyum.


"Tadi katanya gak usah,mau beli sendiri." ucapnya dengan tersenyum.


"Itu kan tadi,sekarang udah beda mas." Tasya tersenyum. "Ngomong ngomong kamu tadi malam pakai handphone aku buat apa?."


"Buat live sepak bola kualitas tinggi." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh pantesan langsung habis."


"Ngomong ngomong,nribun enak nih keknya." ucapnya dengan tersenyum.


"Nonton sepak bola di stadion kan mas?." tanyanya.


"Iya." ucapnya dengan tersenyum.


"Aku gak suka bola mas." ucapnya.


"Temenin aja masa gak mau dek." bujuknya.


"Emang timnas Indonesia mau main?."


"Gak sih dek,kalau timnas main kamu mau ikut kan?."


"Mau dong." ucapnya dengan tersenyum. "Tapi kalau lihat kamu main bola keknya seru deh,jadi inget waktu sma." lanjutnya.


"Masih inget aja kamu." ucapnya dengan tersenyum.


"Inget dong apalagi kamu jatuh sampai berdarah gara gara main bola." ucapnya dengan tersenyum.


"Ternyata orang yang terjatuh itu adalah suamimu ya." Alhan tersenyum.


"Ih apasih alay banget." lalu Tasya bersandar di bahu suaminya.


"Alay gimana sih ay?." ucapnya dengan tersenyum.


"Ya alay aja kamu mas ." Tasya mengelus pipi suaminya.


Tasya tiba tiba membayangkan jika dia punya anak nanti.


"Mas aku pengen punya anak." ucapnya dengan tersenyum, "Sepertinya seru deh kalau punya anak." lanjutnya.


"Sabar dulu ya dek." ucapnya.


"Kamu pengennya laki laki atau perempuan mas?."


"Ya terserah yang ngasih aja nanti."


"Pilih salah satu mas?."


"Kalau aku laki laki sih."


"Kalau aku sih perempuan,biar nanti ada yang bantuin aku masak."


"Laki laki atau perempuan,pokoknya kita harus selalu bersyukur." ucapnya.


"Iya mas." Taya tersenyum. "Yaudah aku habis ini anterin ke pasar, mau kan?."


"Mandi dulu dek."


"Iya pasti dong mas,tapi kamu bersih bersih rumah ya."


"Tenang aja dek,kamu sekarang mandi aja dulu." ucapnya.


"Iya mas."


Kemudian Tasya berjalan menuju ke kamarnya,sementara Alhan malah berbaring di sofa,membuat Tasya yang melihatnya pun geram.


"Kok malah mau tidur lagi sih mas?."


"Iya dek,santai dulu."


"Terserah kamu aja deh,pokoknya selesai aku mandi harus udah bersih."


"Siap boss." Alhan hormat ke istrinya.


Tasya setelah itu langsung pergi ke kamarnya.


...♥️♥️♥️♥️♥️...