Alhan & Tasya

Alhan & Tasya
BERSAMA



...



....


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"DEK AYAMNYA GOSONG." teriaknya.


Tasya langsung berlari ke dapur dengan perasaan yang was was.


"Kamu gimana sih mas?, di suruh gitu aja gak becus."


"Tapi boong." ucapnya di ikuti dengan tertawa.


Setelah itu Tasya menjewer telinga suaminya, "Nakal ya, bikin istrinya khawatir aja."


"Panik ya dek?."


"Gak biasa aja mas."


"Nipu kamu ya, mukannya tadi panik banget gitu kok."


"Gak biasa aja."


Kemudian Alhan memeluk istrinya dan menggelitiki, seketika Tasya pun tertawa terbahak bahak. "Mas udah mas."


"Ngaku gak." ucap Alhan yang terus menggelitiki istrinya.


"Mas aku nanti ngompol loh." ucapnya yang terus tertawa.


"Biarin."


"Iya mas aku tadi panik, aku ngaku." ucap Tasya.


Setelah itu Alhan memberhentikan menggelitiki istrinya.


"Mas aku capek  ketawa mas."


"Yaudah sekarang kita makan, ayamnya udah aku goreng semua."


"Iya nih mas aku udah lapar banget." ucapnya dengan mengelus perutnya.


"Iya nih aku juga dek."


"Makan bersama yuk mas."


Setelah itu Alhan membawa piring yang berisi ayam goreng, sementara Tasya membawa mangkok yang berisi nasi untuk mereka berdua makan. Setelah itu Alhan pun duduk di lantai.


"Kok duduk di bawah mas?."


"Iya dek, duduk di bawah aja lebih nikmat, nostalgia saat di rumah." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh." Tasya mengambil cobek yang berisi sambal dan mangkok berisi nasi itu.


Setelah itu Tasya menaruh makanannya di depan suaminya yang telah duduk menunggunya, lalu Tasya kembali mengambil sendok, namun suaminya justru menghentikannya.


"Gak usah ambil sendok."


"Kenapa mas?."


"Aku makan pakai tangan aja."


"Oh yaudah, aku ikutan kalau gitu tapi aku ambil air dulu ya mas buat cuci tangan."


"Iya dek."


Setelah itu Tasya mengambil mangkok dan mengisi mangkok itu dengan air yang ada di tempat cuci piring. Setelah melakukan itu Tasya kembali ke arah suaminya dan menaruh mangkok berisi air itu di depan suaminya, lalu setelah itu Tasya duduk di hadapan suaminya itu.


"Mas aku ambilin nasinya ya."


"Iya dek."


Tasya mengambil dua centong nasi ke piring suaminya, "segini cukup mas?."


"Tambah satu centong lagi ya dek."


Setelah itu Tasya menambah satu centong lagi ke piring suaminya, lalu Tasya mengambil nasi untuk dirinya sendiri.


"Dek ayamnya ngambil satu kan?."


"Ngambil berapa lagi mas.Kalau gak satu."


"Siapa tau dua atau berapa?."


"Cukup aja sih kalau mau ngambil dua, tapi satu aja dulu mas."


"Tapi di cemilin boleh kan dek?."


"Kalau itu mah hobi kamu mas." ledeknya dengan tersenyum.


"Tau dari mana kamu?."


"Di bio instagram kamu dong."


"Oh iya anjir, kamu belum follow instagram aku ya."


"Penting ya mas itu." ucapnya dengan tersenyum.


"Hmm, mungkin.Tapi kamu dulu seleb banget ya."


"Seleb gimana sih mas?."


"Di follow aja gak boleh, mana lihat story instagramku lagi."


"Yaudah habis ini aku follow,tenang aja mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Tapi follower kamu kok bisa sampai tiga ribu lebih sih."


"Gak tau,pada penasaran mungkin sama aku kan aku cantik?." ucapnya sembari mengelus pipinya.


"Cantik tapi sombong sama aja." ledeknya.


"Kok kamu bilang aku sombong sih mas."


"Emang kamu itu sombong." ucapnya dengan tersenyum.


"Gak usah aneh aneh deh mas, sekarang makan makanan kita dulu, takutnya nanti dingin lagi."


"Iya dek."


Kemudian mereka mulai memakan makanannya, namun Tasya kaget dengan suaminya yang mengambil sambal begitu banyak hingga hampir menutupi nasinya.


"Itu sambel loh mas, bukan selai stroberi."


"Terus gua bilang wow gitu."


"Emang gak kepedesan nanti mas?."


"Aku udah biasa kali dek, kamu tenang aja."


"Yaudah, kalau nanti kamu mencret jangan salahin aku."


"Ya kamu dong yang aku salahin, kan kamu yang membuatnya."


"Hem, terserah kamu deh mas."


Kemudian mereka menikmati makanannya itu dengan begitu bahagia.


........... ...


Beberapa saat kemudian, Tasya yang telah selesai makan pun langsung mencuci piring miliknya dan suaminya. Lalu setelah itu, Tasya pergi ke kamarnya, namun di kamarnya sudah tidak ada suaminya.


"Kemana laki laki itu ya."


Terdengar suara motor Alhan yang ada di depan rumah, yang menandakan jika suaminya itu akan pergi, entah kemana?. Tasya yang penasaran pun langsung menghampiri Alhan.


"Mas mau kemana?."


"Mau ngopi."


"Gak ngopi di rumah aja mas, aku buatin."


"Di ajak temen dek."


"Oh yaudah, hati hati mas."


"Iya dek."


Setelah itu suaminya pun pergi, kemudian Tasya duduk di teras rumah dan mengambil handphonenya yang ada di saku celananya. Dia membuka handphone miliknya, lalu dia membuka aplikasi instagram untuk melihat story milik teman temannya.


Terlihat teman temannya masih sibuk  dengan kuliahnya, sedangkan Tasya sudah menjadi seorang istri dan menjadi orang satu satunya yang sudah menikah di kelasnya dulu saat sma.


Memang sebenarnya Tasya masih ingin menikmati masa gadisnya lebih lama, namun karena Alhan yang kini telah menjadi suaminya,mengajak dia langsung menikah untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan. Tapi bagaimana pun tujuan Alhan memang benar, Tasya pun juga tidak menyesal menerima lamaran Alhan.


Setelah itu handphonenya pun berbunyi, menandakan jika ada panggilan telepon yang masuk. Namun ternyata itu adalah panggilan video dari Rizka kakak kedua suaminya. Tapi Tasya bingung ada apa kakak iparnya menelponnya?, panggilan video lagi,seperti ada yang penting aja.


Terlihat wajah kakak iparnya yang tampak cantik, dengan rambut panjang yang tidak di ikat.


"Ada apa mbak?, tumben nelpon Tasya."


"Suamimu mana ya Sya?, kok gak aktif handphonenya."


"Orangnya baru saja pergi ngopi mbak."


"Oh, berarti kamu sendirian di rumah."


"Iya mbak."


"Ngomong ngomong, gimana Alhan Sya? , kamu pernah di kasarin gak sama dia?."


"Gak pernah kok mbak, mas Alhan baik banget kok mbak."


"Beneran Sya?."


"Iya mbak." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh yaudah."


"Biasa lagi santai aja, kemarin habis cek kehamilan ke dokter."


"Hasilnya gimana mbak?."


"Mbak positif hamil Sya." ucapnya dengan tersenyum.


"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu mbak, habis ini punya keponakan baru nih."


"Iya Sya, kamu gak pengen punya anak Sya?."


"Udah sih mbak, tapi ya kata mas Alhan suruh nanti aja kalau udah lulus kuliah , tapi jujur ya mbak Tasya pengen banget punya anak."


"Kamu mau kuliah Sya?."


"Iya mbak, tapi sama kerja juga."


"Kamu kerja apa Sya?."


"jadi pelayan restoran gitu mbak."


"Ohh, tapi bener sih kata Alhan, kamu kuliah sama ngurusin anak juga susah."


"Iya mbak, maka dari itu."


"Sabar aja ya Sya."


"Iya mbak, ngomong ngomong masak apa hari ini?."


"Masak ikan goreng Sya,sama sambal dan juga sop."


"Enak banget tuh mbak, jadi pengen."


Rizka pun tersenyum, "kalau kamu masak apa Sya?."


"Masak ayam goreng, sama sambal."


"Itu malahan lebih enak Sya." ucap Rizka dengan tersenyum.


Kemudian Rizka melihat rambut Tasya yang terlihat ada sedikit pirangnya.


"Rambutnya kok warnanya gitu Sya, kamu warnain ya."


"Oh iya mbak, ini aku warnain saat masih sma dulu, maklum lah mbak kan masih agak nakal dulu."


"Tapi gak di marahin sama orang tua kamu Sya?."


"Di marahin kak,waktu rambut aku semuanya warnanya pirang. Tapi setelah itu aku hitamin aja, tapi gak semuanya."


"Ada ada aja kamu."


"Tapi teman teman aku gak tau kalau aku warnain rambut, soalnya aku kemana mana pakai hijab terus cuma temen dekat aja yang tau."


"Oh, bagus dong Sya."


"Pernah potong rambut seperti laki laki juga loh mbak."


"Tipis gitu, seperti rambutnya Alhan?."


"Kurang pendek tau mbak."


"Tapi kamu ada ada aja deh Sya."


"Cari sensasi aja mbak, tapi sekarang udah hilang mbak cari sensasinya. Sekarang tinggal jadi istri yang baik untuk adik kesayangan mbak."


"Iya dong, harus itu Sya."


"Tapi semuanya udah tau kan kalau mbak Rizka hamil?."


"Udah, tau semua kok, bahkan orang tua kamu juga udah tau.Yang belum tau sekarang sih cuma Alhan, nanti kasih tau ya Sya kalau suami kamu udah datang."


"Siap mbak."


"Yaudah, udahan dulu ya Sya mbak mau mandi nih."


"Mbak belum mandi?."


"Iya Sya, mbak males mandi,dingin banget soalnya."


"Yaudah mandi aja biar badan mbak segar dan wangi."


"Iya, bye sya." ucapnya dengan melambaikan tangan.


"Bye mbak."


Setelah itu Rizka mematikan panggilan videonya,Tasya pun memasukkan kembali handphonenya ke saku celananya. Tiba tiba Clarista datang ke rumahnya sembari membawa semangkok ayam kentucky yang telah di masaknya.


"Tasya, kita makan ayam kentucky bareng bareng yuk."


Kemudian Clarista duduk di samping Tasya.


"Banyak banget Kamu bawanya kak."


"Makan sama mbak Wardani juga."


Tak lama setelah itu Tini pun datang menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di teras rumah lamanya itu. "Kamu kok gak ngajak ibu sih sayang."


"Oh iya lupa, ibu tadi kan berak." ucap Clarista dengan tersenyum.


Setelah itu Tini ikut duduk bersama mereka berdua yang ada di teras rumah.


"Kak mbak Wardani gak di panggil?."


"MBAK WARDANI SINI." teriak Clarista.


Seketika membuat Tasya dan Tini yang ada di dekatnya pun kaget.


"Jangan teriak teriak gitu juga kali nak."


"Maaf ibu." ucapnya dengan tersenyum.


Setelah itu Wardani pun keluar dari rumahnya. "Apasih Ta, teriak teriak aja mana keras lagi."


"He he he, maaf mbak."


"Ngapain manggil aku Ta?."


"Ini mbak mari makan bareng bareng, sama suami mbak dan Rita juga ajak sekalian kalau di rumah."


"Rita sayang keluar nak." panggilnya.


Setelah itu gadis smp itu pun keluar dan menghampiri ibunya. "Apasih bu panggil panggil Rita aja."


"Ini loh di ajak, mbak Clarista makan."


"Iya, sini sayang." ucap Clarista dengan tersenyum.


Wardani dan Rita pun menghampiri mereka yang sedang duduk di teras dan ibu dan anak itu ikut duduk di teras itu.


"Suaminya mana mbak?."


"Keluar tadi."


"Kalau suami kamu Sya?."


"Keluar juga sama teman katanya."


"Kalau, suami aku sekarang di kantor." ucapnya, "Kalau bapak mertua di mana bu?."


"Sama aja di kantor."


"Yaudah biar ibu ibu aja yang kumpul." ucap Clarista dengan tersenyum.


"Ini masakan kamu sendiri Ta?."


"Iya lah mbak, masakan siapa lagi."


Setelah itu Wardani langsung mengambil satu ayam kentuckynya dan langsung memakannya.


"Enak banget Ta." ucapnya sembari menikmati ayam kentucky itu.


"Iya kak enak banget loh."


"Jadi malu deh di puji puji terus." ucapnya dengan tersenyum.


"Menantu siapa dulu yang buat?." Tini terus menikmati masakan menantunya.


"Menantunya ibu Tini lah siapa lagi." ucap Clarista dengan tersenyum.


"Ngomong ngomong Rita sekarang kelas berapa ya?." tanya Tasya.


"Rita baru lulus smp mbak Tasya."


"Berarti tahun depan sudah sma ya?."


"Iya mbak."


"Yang rajin sekolahnya Rita, biar nanti bisa jadi dokter." ucap Clarista.


"Tapi Rita gak pengen jadi dokter, mbak Clarista."


"Terus jadi apa Rit?."


"Jadi pemain badminton dong mbak." ucapnya dengan polos.


"Emang bisa main badminton."


"Mbak Clarista ngeledek Rita ya."


"Coba kapan kapan lawan mbak."


"Siapa takut."


"Dia sering juara loh Ta, kalau lomba mewakili sekolahannya." ucap Wardani.


"Wah keren juga Rita." ucapnya dengan tersenyum.


Tasya begitu bahagia dan bersyukur, dia telah di beri suami yang baik, dan orang sekitarnya yang baik baik. Tasya sebelumnya tak pernah berfikir jika akan menjalani hidup seindah ini, hidup dengan  suaminya yang sangat di cintainya walaupun dulu saat sma tidak saling mengenal.


Tini yang  telah menganggapnya dan Alhan sebagai anaknya sendiri, Clarista dan Fitri yang telah di anggap  seperti kakaknya sendiri. Mereka berkumpul layaknya keluarga, dengan memakan ayam kentucky itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...