Alhan & Tasya

Alhan & Tasya
BERTEMU




.......


.......


.......


.......


...♥️♥️♥️♥️♥️♥️...


Saat jam istirahat,Leo pun keluar hendak ke kantin bersama temannya Ferri,namun di tengah perjalanan dia bertemu dengan Tasya yang sedang duduk di kursi sendirian.


"Ada itu tuh gadis berhijab." Ferri tersenyum.


"Iya tau."


"Lo samperin aja gih,ajak ngobrol kek atau apa kek?." sarannya.


"Gua malu anjir." Leo menyeka.


"Gak usah malu,saat lo pertama deketin Divia gimana?."


"Malu juga sih asalnya." Leo tersenyum.


"Tuh kan,kali ini Lo harus deketin untung dia lagi sendirian." ucapnya dengan tersenyum."Jangan sia siakan kesempatan ya." Lanjutnya.


"Iya deh,Lo ke kantin aja dulu nanti gua susul."


"Gitu dong dari tadi." ucapnya, "Yaudah gua ke kantin dulu ya." pamitnya.


"Iya hati hati loh." ucap Leo.


"Semoga berhasil ya bro." Ferri menepuk bahu Leo kemudian dia pergi ke kantin.


"Oke deh doain ya."


"Siap bro." ucapnya dengan mengacungkan jempol.


Kemudian Leo berjalan menghampiri Tasya yang sedang duduk di kursi sembari membaca sebuah buku. Hatinya sedikit berdebar ketika hendak mendekati Tasya,dia sedikit malu untuk berbicara dengannya.


"Hai." sapanya.


"Hai mas." ucapnya.


"Boleh ikut duduk gak?." tanyanya dengan memasang wajah tersenyum.


Tasya tersenyum,"Boleh kok mas, silahkan duduk." Tasya mengizinkan mereka duduk.


"Ngomong ngomong namanya siapa ya kalau boleh tau?." tanyanya.


Tasya menoleh ke Leo,"Tasya Claudia Ardana mas,panggil aja Tasya." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh Tasya."


"Kalau masnya namanya siapa ya?." tanya Tasya.


"Leonardo Adi Cipto,panggil aja Leo." balasnya.


"Salam kenal ya mas." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya Tasya." Leo tersenyum.


Kemudian Tasya memasukkan lagi bukunya ke tas yang ada di bahunya.


"Kenapa kok di masukin bukunya, udah selesai ya?." tanya Leo.


"Belum,cuma nanti aku lanjutin di rumah aja." jawabnya dengan tersenyum.


"Oh." Leo mengangguk,"Btw lagi nungguin Divia ya." lanjutnya.


"Iya mas,lagi nungguin Divia sama Febi lagi berak." ucapnya dengan tersenyum.


Leo pun hanya bisa tersenyum ketika melihat Tasya yang selalu mengeluarkan senyuman manisnya.


"Kamu kok kenal Divia?." tanyanya.


"Oh iya kenal,Divia temen aku dulu." ucapnya dengan tersenyum.


"Teman sma?." tanyanya lagi.


"Gak sih,ya cuma sekedar kenal doang."


"Oh gitu ya." ucapnya dengan tersenyum.


"Btw rumah kamu di mana?." tanyanya dengan penasaran.


"Rumah aku jauh banget mas." jawabnya.


"Di Bandung?."


"Rumah aku di Lamongan,kamu tau Lamongan gak?."


"Di mana itu?." tanyanya dengan penasaran.


"Di Jawa timur." jawabnya dengan tersenyum.


"Oh Jawa timur,aku taunya kalau di Jawa timur itu cuma Surabaya, Malang sama Sidoarjo doang sih soalnya pernah ke sana." ucapnya dengan tersenyum.


"Emang ngapain kamu ke sana?."


"Liburan aja sih sama keluarga." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh liburan." ucapnya dengan tersenyum.


Di tempat lain Febi dan Divia pun telah selesai berak,mereka berdua pun hendak kembali ke tempat Tasya duduk.


"Lega banget anjir habis berak." ucap Divia sembari mengelus perutnya.


"Iya,dari kemarin belum berak gua, jadi totalan sekarang." ucapnya dengan tersenyum."Untung toiletnya gak seperti sekolah kita dulu ya Feb." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya,kalau kek dulu gua mending nahan Div dari pada berak di toilet sekolah." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya." ucapnya.


"Yaudah balik yuk,kasihan Tasya udah nunggu." ajaknya.


"Yuk." ucapnya setuju.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke tempat Tasya berada.


"Lo udah punya pacar ya Feb?." tanyanya.


"Gak sih,tapi cuma akrab doang." balasnya dengan tersenyum.


"Sama siapa emang?."


"Sama Ferri." ucapnya dengan tersenyum.


"Oh Ferri,yang biasanya sama mantan gua itu ya?." ucapnya.


"Iya." ucapnya dengan tersenyum. "Tapi kenapa sih Lo bisa putus sama dia?,padahal udah lumayan lama lo pacaran sama dia." lanjutnya.


"Dia berduaan sama wanita lain Febi." ucapnya dengan tersenyum,"Lo tau Farin gak?." Lanjutnya.


"Oh Farin yang orang bawel itu gak sih?."


"Iya yang anak sma sebelah itu loh."


"Emang kenapa dia?,mantan lo selingkuh sama dia?." tanyanya.


"Iya,dia makan di restoran berdua tau gak." ucapnya. "Mana mereka cium ciuman lagi di restoran,padahal Leo gak pernah sekalipun cium gua."


"Oh gitu kronologinya."


"Bilangnya sih dia temen dari kecil, tapi masa sampai cium segala,di tempat umum lagi." ucapnya, "Tapi kabarnya Farin udah punya pacar sih,tapi gimanapun gua udah terlanjur sakit hati sama dia." ucapnya dengan raut wajah datar.


"Tapi yang cium ciuman mereka berdua,atau si Farin yang cium Leo?."


"Farin yang cium Leo,tapi pertanyaannya kenapa dia mau coba?,dan kenapa juga gak bilang sama gua kalau mau jalan sama Farin." ucapnya dengan raut wajah datar.


"Dia sekarang sering chat Lo gak?."


"Sering,tapi gua gak bales." jawabnya.


"Kenapa Lo gak blok aja nomernya dia?."


Setelah itu mereka pun sampai di tempat Tasya duduk,dia lihat ada Leo yang duduk di sampingnya membuat Divia geram sama Leo yang mungkin berniat mendekati Tasya.Divia menghampiri mereka berdua yang sedang duduk.


"Ngapain Lo deketin Tasya?." ucapnya dengan raut wajah marah.


Kemudian Divia memegang tangan Leo dan hendak mengajaknya ke suatu tempat.


"Divia jangan kasar gitu ah,emang dia salah apa sama lo?."


"Nanti gua ceritain Sya?." kemudian Divia mengajak Leo ke suatu tempat.


Tasya yang tak tau apa apa pun bingung dengan Divia yang tiba tiba kelihatan marah sama Leo.Setelah itu Febi duduk di samping Tasya.


"Emang dia orang jahat ya Feb?.".


"Dia mantannya Divia."


"Oh mantannya Divia." ucapnya dengan mengangguk.


.............


Di tempat lain Divia dan Leo sedang membicarakan sesuatu.


"Lo jangan pernah deketin temen gua lagi,Febi maupun Tasya." ucapnya dengan geram.


"Terserah gua lah anjir,ngapain Lo ngatur ngatur gua." ucapnya dengan santai.


"Dia temen gua,jadi gua berhak dong ngelarang ngelarang mereka dekat sama cowok jahat kek lo,yang bisanya cuma nyakitin doang!." ucapnya,"Apa lagi Tasya udah punya suami." lanjutnya.


"Hah suami." Leo kaget.


"Iya,jadi lo gak usah ngerusak hubungan rumah tangga orang lain." ucapnya.


"Ini pasti cuma akal akalan lo aja ya,agar gua gak deket sama dia?."


"Terserah lo mau percaya apa gak,yang penting lo jangan deketin sahabat gua dan jangan pernah chat chat gak jelas lagi." Divia langsung membalikkan badan dan langsung meninggalkan Leo.


Tapi baru saja hendak pergi,Leo memegang tangan Divia dengan kuat, "Div coba deh lihat gua dulu bentar aja." ucapnya.


"Gua muak lihat lama lama,kalau bukan gara gara lo deketin sahabat gue,gak akan pernah gua bicara sama lo lagi."


"Sejahat itu ya gua di hati Lo?." ucapnya.


Kemudian Divia menghadap ke Leo yang memegang tangannya,"Bisa lepasin dulu gak tangan gua."


Leo melepaskan tangan Divia.


"Gua percaya banget sama lo,tapi malah lo teganya hianatin gua." ucapnya dengan raut wajah datar.


"Tapi dia itu cuma sahabat gua dari kecil Div,tolong percaya sekali aja sama gua,Lo cuma salah paham." ucapnya.


"Lo nyuruh gua percaya,setelah Farin mencium lo." ucapnya,"Banyak kok rumah tangga hancur gara gara berkedok sahabat." lanjutnya.


"Yaudah gini,sekarang terserah lo mau percaya atau gak sama gua." ucapnya,"Tapi gua mohon banget sama lo,kita jangan seasing ini ya." lanjutnya.


"Maaf gua gak bisa,bahkan gua sebutin nama lo aja gua muak."


"Lo ingat gak dulu Div,kita pernah bahagia bersama Div,berdua di pantai,bukit hijau semua menjadi saksi jika kita pernah bersama." ucapnya dengan tersenyum,"Bahkan lo sering curhat sama gua tentang masalah lo ke gua,begitu pula denganku Div." air matanya mengalir.


"Pintar banget ya ngerangkai katanya, supaya gua kasihan gitu ke lo." Divia tersenyum."Lo bilang gitu,tapi Lo sendiri yang menghancurkannya, perbuatannya gak sama seperti kata katanya ya." lanjutnya.


"Maafin kalau gua salah Div,tapi tolong percaya sama gua jika itu cuma salah paham." ucapnya.


Divia tersenyum dan mengelus pipi Leo,"Sayang kita balikan lagi ya." Divia menurunkan tangannya,"Itu kan yang lo mau,tapi maaf itu gak akan pernah terjadi sampai kapanpun juga gak akan pernah terjadi."


Kemudian Divia meninggalkan Leo sendirian di tempat itu.


"Andaikan lo tau Div,gua masih cinta banget sama lo, gua ingin kita seperti dulu lagi Div."


Flashback on


Di suatu hari,Leo dan Divia hendak liburan ke pantai,mereka berdua telah jadian sebulan yang lalu. Divia memeluk erat Leo yang sedang mengendarai motornya.


"Sayang." Divia memeluk Leo.


"Iya sayang."


"Nanti kita kuliah bareng ya sayang." ucapnya.


"Iya sayang."


"Gak sabar nanti kita berangkat berdua berboncengan seperti ini."


"Aku juga sayang." ucapnya dengan tersenyum.


"Sayang habis ini kita lulus sma kan ya?." tanyanya.


"Iya sayang."


"Gak kerasa deh tiba tiba mau lulus aja."


"Iya sayang,coba aja kita jadian saat smp pasti aku akan sekolah di sma yang sama seperti kamu." ucapnya.


"Pasti seru ya kalau kita seperti itu." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian hujan pun turun yang lumayan deras.


"Sayang,kok tiba tiba hujan ya." ucap Divia.


"Yaudah kita berteduh aja dulu yang." ucap Leo.


Kemudian mereka berdua berteduh di bawah toko yang tutup,mereka berdua duduk di depan toko itu.


"Yah gak jadi ke pantai deh yang." Divia tersenyum.


"Jadi dong yang, kalau hujannya reda."


"Tapi gak reda reda sayang." Divia bersandar di bahu Leo.


"Kamu gak kedinginan yang?."


"Gak sayang."


"Beneran yang?." tanyanya.


"Iya ayang." jawabnya.


"Kalau kedinginan bilang Lo yang." ucapnya.


"Iya sayang kamu tenang aja." ucapnya dengan tersenyum.


Leo mengelus pipi Divia yang bersandar di bahunya.


"Jangan tinggalin aku ya sayang." ucap Divia.


"Iya sayang." ucapnya.


"Aku beruntung banget punya kamu yang."


................


"Gini ya kelakuan kamu di belakang aku yang." Divia marah.


"Yang dia cuma sahabat aku dari kecil sayang,kebetulan dia ngajak aku makan tadi yang."


"Tapi kenapa kamu gak bilangin aku dulu?,kenapa kamu main cium ciuman sama dia,masih kurang punya cewek seperti aku?."


"Aku lupa yang gak kabarin kamu." ucapnya.


"Bohong,bilang aja kalau takut kalau aku ngelarang, iya kan?."


"Gak sayang."


"Aku gak mau nerima semua alasan kamu lagi." Divia mengambil nafas. "Kita putus,jangan pernah manggil aku lagi sekarang apalagi manggil aku sayang dan tenang aku akan ngembaliin semua barang yang sudah kamu belikan kok."


"Yang,ini semua salah paham yang."


"Semoga langgeng ya sama Farin pacarannya." Divia berjalan menuju ke mobilnya dengan tersenyum dan perasaan yang begitu kecewa.


Sementara Leo hanya terdiam,air matanya menetes,dia telah kehilangan seorang wanita yang sangat mencintainya dan dia tidak menyangka jika hal ini akan terjadi.


flashback off.


...♥️♥️♥️♥️...