
.......
.......
.......
.......
...♥️♥️♥️♥️♥️♥️...
Dua belas hari kemudian,setelah kemarin Tasya melaksanakan tes masuk kuliah,kini paginya Tasya sedang menunggu pengumuman dari pihak kampus di terima atau tidaknya.
Seperti biasa paginya Tasya sedang bersih bersih rumah sembari memasak, sementara suaminya sedang cuci motor,mereka tampak terlihat begitu bahagia mengawali hari ini. Setelah selesai mencuci motornya Alhan langsung pergi ke dalam rumah menghampiri istrinya.
"Dek." panggilnya.
Tasya pun menghampirinya,"Iya mas ada apa?."
"Gimana udah ada pengumumanya?." tanyanya.
"Belum mas,mungkin nanti."
"Yaudah kalau gitu." ucapnya.
"Ngomong ngomong kamu udah mandi mas?."
"Belum,kalau kamu?."
"Aku juga belum,masih males dingin banget." Tasya tersenyum.
Kemudian Alhan mencium aroma masakan Tasya yang tampak begitu sedap,aroma masakan itu masuk melewati hidung Alhan sehingga membuat perutnya menjadi lapar. "Masak apa kamu dek?." tanyanya dengan rasa penasaran.
"Tahu sama tempe goreng,terus sambel udah itu aja." Taysa tersenyum ke suaminya,"Hemat uang gak sih mas."lanjutnya dengan senyuman yang keluar dari wajahnya.
"Tapi itu juga sudah enak kok dek." Alhan tersenyum.
"Yaudah mas,kamu mandi aja dulu nanti setelah masak aku juga akan mandi,terus kita makan bersama." ucapnya.
"Iya dek." Alhan tersenyum dan mengelus pipi istrinya yang belum di lapisi bedak.
Setelah itu Alhan malah berjalan ke arah dapur namun Tasya faham jika suaminya akan mengambil tahu dan tempe yang sudah di masaknya, hingga dia mengikuti suaminya itu yang berjalan ke dapur. Tapi sesampainya di dapur,Alhan malah menggoreng tahu dan tempe yang ada di wajan agar tidak gosong.
"Oh mau goreng,kirain seperti biasa." Tasya tersenyum.
Alhan tersenyum,"suudzon ya kamu." Alhan terus fokus menggoreng tahu dan tempe yang ada di wajan.
"Gak kok." Tasya kemudian menghampiri suaminya,"Mas mandi aja ya,biar aku yang ngelanjutin masak." lanjutnya.
"Iya sayang." Alhan tersenyum ke arah istrinya itu.
Tapi Alhan melihat tahu dan tempe yang sudah matang berada di piring yang ada di atas meja, beserta ada sambal juga di sampingnya,sehingga terlihat begitu menggoda.Alhan menghampiri meja itu dan mengambil satu tahu yang ada di piring itu dan memakannya.
"Tuhkan bener,sok sok an mau masak tadi." Tasya tersenyum.
"Cuma satu aja dek." ucapnya dengan terus mengunyah tahu yang ada di mulutnya.
"Satu demi satu kalau gitu terus,lama lama juga habis mas, terus kalau habis pakai lauk apa nanti makannya?." Tasya tersenyum.
"Yah goreng lagi dong."Alhan tersenyum.
"Enak banget kalau ngomong." Tasya terus melanjutkan memasaknya "mandi dulu gih, jelek banget tau gak." Tasya tersenyum.
"Jelek jelek gini masih ada yang mau kok." ucapnya dengan tersenyum.
"Perasaan kamu aja kali." Tasya memanyunkan bibirnya.
Kemudian Alhan mengambil satu tempe dan langsung berlari menuju ke kamarnya,sehingga membuat Tasya tersenyum melihat tingkah suaminya itu yang seperti anak kecil.
"Ada ada aja deh orang itu kelakuannya,seperti anak kecil aja."ucapnya dengan tersenyum.
Tasya terus memasak dengan perasaan yang sangat bahagia,Tasya merasa jika dia adalah wanita beruntung, karena memiliki suami yang baik seperti Alhan,suami yang selalu membuatnya bahagia.
"Mudah mudahan hubungan kita akan baik baik saja sampai kita tua nanti ya mas,aku janji kok mas pada diri aku sendiri,jika aku gak akan pernah kecewain kamu mas." ucapnya dengan air mata yang sempat menetes.
..............
Beberapa saat kemudian mereka berdua pun telah selesai mandi dan kini mereka berdua akan sarapan bersama.
Alhan menatap istrinya yang memakai kaos hitam yang di belikannya pada waktu mereka pulang ke desa,"Dek cantik banget pakai baju itu." pujinya.
"Iya dong,yang beliin siapa dulu nih." ucapnya dengan tersenyum.
"Suaminya dong siapa lagi." Alhan tersenyum.
"Punya kamu gak di pakek mas?."
"Gak ah kapan kapan aja,kalau lagi jalan jalan,biar kapelan sama kamu." Alhan mengelus rambut istrinya.
Tiba tiba tanpa Alhan sadari,Tasya mencium pipinya sehingga membuat Alhan kaget.
"Kok di cium dek." ucapnya dengan tersenyum dan mengelus pipinya.
"Gak boleh ya." Tasya tersenyum.
"Boleh dong." ucapnya.
Tasya memeluk suaminya dengan erat,"Mas,aku sayang banget sama mas."ucapnya yang sedang memeluk suami yang paling di cintainya itu.
Alhan mencium kening istrinya itu dengan penuh kasih sayang,"Aku juga sayang sekali sama kamu dek." ucapnya.
"Kita harus janji, pokoknya diantara kita gak boleh ada yang selingkuh ya mas." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya dek aku janji." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Tasya melepaskan pelukannya.
"Tapi ada apasih tiba tiba Meluk, seperti mau pisah aja." ucapnya dengan tersenyum.
"Ya pengen aja mas." Tasya tersenyum ke arah suaminya.
Setelah itu Tasya mengajak suaminya untuk sarapan bersama sama karena masakan Tasya sudah matang dan siap untuk di makan. "Sarapan yuk mas." ajaknya.
"Ayo dek." balasnya dengan tersenyum.
"Tapi." Tasya berniat untuk meminta Alhan menggendongnya ke dapur.
Namun Alhan yang gak paham maksud istrinya itu pun bingung dengan ucapan istrinya,"Tapi apa dek?." tanyanya.
"Tapi gendong ya mas sampai dapur mau gak?." tanyanya dengan tersenyum.
Mendengar ucapan istrinya itu Alhan tertawa terbahak bahak dan mencubit pipi istrinya itu lumayan keras. "Manja banget tau gak." ucapnya.
Tasya pun merasa kesakitan setelah suaminya mencubit wajah cantiknya itu dan wajahnya berubah seketika menjadi cemberut."Sakit mas." kesalnya.
Alhan mengelus pipi istrinya yang sedang cemberut itu,"Alay banget gitu aja kesakitan." ucapnya.
Mata Tasya pun melotot,"Emang sakit anjir."
Namun setelah itu Alhan langsung menggendong istrinya itu.
"Gini dong dari tadi,kan enak." Tasya tersenyum sembari mengelus wajah suaminya yang menggendongnya.
Setelah mereka berdua telah sampai di dapur,Alhan menurunkan istrinya dari gendongannya.Hanya kata bahagia yang terlukis di wajah mereka berdua,mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
"Mas aku ambilin ya." pintanya.
"Iya dek." Alhan mengangguk.
Tasya menyiapkan dua piring untuk mereka berdua makan,dia mengambil beberapa nasi untuk dirinya sendiri dan suaminya yang duduk di hadapannya.
"Dek makan di bawah aja ya seperti biasanya." ucapnya.
"Iya mas,kamu duduk aja dulu nanti aku susul." Tasya tersenyum.
Alhan memang lebih suka makan di bawah dari pada di meja,karena saat di rumah juga dia tidak pernah makan di meja.Dia teringat suasana ketika di rumah yang ada di desanya. Setelah itu Tasya pun membawa dua piring makanan untuk dirinya sendiri dan suami yang paling di cintainya itu.
"Ini makanannya sayang." ucapnya dengan menaruh makanannya di depan suaminya.
"Makasih sayang." ucapnya dengan tersenyum.
"Sama sama sayang." Tasya tersenyum.
Kemudian mereka mulai menikmati makanan itu dengan perasaan yang begitu bahagia."Makin enak aja nih masakan kamu dek." ucap Alhan dengan tersenyum.
Tasya pun tersenyum,"Makasih mas, udah mau muji aku padahal masakannya juga biasa aja kok." ucapnya.
"Beneran dek,mas gak bohong." ucapnya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Udahan dulu ngomongnya mas,nanti takutnya tersedak lagi."
"Iya dek."
.............
Beberapa saat setelah sarapan mereka pun melakukan aktivitas masing masing,Alhan pergi sebentar untuk membeli sesuatu di luar sementara Tasya tetap berada di rumah menunggu kiriman lulus atau tidaknya dirinya. Tapi ketika dia ke kamar,dia melihat handphone suaminya yang tidak di bawa.
"Lupa atau emang sengaja gak di bawa nih handphone." ucapnya.
Tiba tiba handphone suaminya itu berbunyi dan terlihat jika itu adalah panggilan video dari emaknya Alhan yang ada di desa atau ibu mertuanya. Sehingga Tasya pun bingung harus mengangkat atau membiarkan telpon itu,karena jujur dia juga masih malu bicara sama ibu mertuanya,takutnya kata katanya gak pas dan kurang sopan.
"Angkat gak ya." ucapnya yang sedang bingung.
Tapi dia takut jika ada sesuatu yang penting,hingga membuat Tasya pun berniat untuk mengangkat panggilan video dari ibu mertuanya itu.
"Angkat aja kali ya."
Kemudian Tasya duduk di kasur dan mengambil handphone milik suaminya dan setelah itu dia mengangkatnya terlihat di layar handphone terdapat wajah ibu mertuanya.
"Asalamualaikum mak." ucapnya dengan tersenyum.
"Waalaikum salam nduk,suamimu di mana nduk?."
"Keluar Mak,gak tau beli apa?."
"Oh,keluar yo nduk."
"Nggeh mak,ada apa Mak kok nelpon mas Alhan ada yang penting nggeh mak?."
"Mboten kok nduk,cuma kangen aja sama suamimu."
"Oh nggeh mak."
"Sampean sehat to nduk di sana?."
"Alhamdulillah Tasya sehat kok mak mas Alhan juga sehat." ucapnya dengan tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu nduk."
"Kalau emak sama bapak sehat kan di sana?."
"Alhamdulillah sehat nduk."
"Alhamdulillah,jadi ikutan senang dengernya." Tasya tersenyum.
"Gak kerja nduk hari ini?."
"Gak bu lagi libur." jawabnya.
"Oh libur.Ngomong ngomong kamu mau kuliah ya nduk?."
"Nggeh bu kemarin baru tes,sekarang pengumuman lulusnya."
"Mudah mudahan bisa lulus dan lancar Yo nduk." ucapnya dengan raut wajah yang begitu bahagia.
"Amin,makasih nggeh mak udah di semangatin,jadinya Tasya makin semangat nih." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya nduk." ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi,minta maaf ya mas belum bisa memberikan cucu untuk emak dan bapak."
"Gak apa apa nduk,pokoknya fokus kuliah aja dulu ya,gak usah mikir itu dulu."
"Nggeh mak."
"Yowes nduk,nanti emak telpon lagi kalau suamimu udah datang."
"Nggeh mak."
"Asalamualaikum."
"Waalaikum salam mak."
Ibu mertuanya pun mematikan panggilan videonya dan tiba tiba Tasya mendengar notifikasi dari handphonenya dan dia mengambil handphonenya lalu menaruh handphone suaminya di meja. Ternyata itu adalah notifikasi pengumuman dari kampus yang memberitahukan jika Tasya lulus tes dan di terima di universitas itu,dia pun bahagia setelah melihat itu dia tak sabar untuk memberi tau suaminya nanti ketika sudah pulang nanti.
Tak lama setelah itu terdengar bunyi motor Alhan dari luar rumah,Tasya pun langsung berlari menghampiri suaminya untuk mengabarkan kabar gembira ini.Alhan pun kaget melihat istrinya yang terlihat begitu bahagia tapi dia sudah mengira jika istrinya itu di terima di universitas itu.
"Mas aku di terima mas, aku lulus mas." Tasya tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah dek." Alhan pun tersenyum bahagia setelah mendengar kabar membahagiakan itu.
Alhan pun turun dari motornya dan menghampiri istrinya yang berdiri di teras rumah.Seketika Tasya pun memeluk suaminya itu.
"Mas aku seneng banget tau gak."
"Kalau udah seneng harus ingat janjinya."
Setelah itu Tasya pun kaget dengan ucapan suaminya dan dia melepaskan pelukannya.
"Iya mas nanti malam." Tasya tersenyum.
"Kok nanti malam sih?." Alhan bingung.
"Iya bener kan nanti malam,masa sekarang kan gak enak mas."
Seketika Alhan pun baru faham dengan yang di ucapkan istrinya.
"Gak yang itu maksud aku dek,tapi janji kalau harus belajar yang rajin."
"Oh,kirain itu." Tasya tersenyum,"Oh yaudah mas kita masuk aja ya,nanti aku buatin teh yang spesial buat kamu."
"Iya dek tapi gulanya jangan banyak banyak ya?."
"Iya mas tenang aja, bisa di atur." Tasya tersenyum.
"Oke deh kalau begitu." Alhan tersenyum.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Tapi kamu kok masih ingat aja dek, padahal tadi aku udah ngeleg dikit loh." ucapnya.
"Kamu udah pelupa wajar aja sih." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya kali ya." ucap Alhan dengan tersenyum.
"Gak mas bercanda."
"Emang bener kan." Alhan dengan tersenyum.
"Gak kok mas jangan gitu kamu." ucapnya.
"Terserah kamu aja deh dek." Alhan tersenyum.
...♥️♥️♥️♥️♥️...