
" Hmmm, aku tidak mau terlambat lagi jadi aku tidak tidur. " Ucap Zera dengan bangga.
" Bukan kah itu terlalu berlebihan? " Ucap Alaric.
" Tidak, aku sudah terbiasa. " Ucap Zera.
" Kau sebenar nya sedang apa sampai tidak tidur? " Tanya Alaric.
" Hmmm, rahasia. " Ucap Zera.
" Bagaimana kalau kita segera pergi ke aula. " Ucap Zera.
" Baiklah, ayoo. " Balas Alaric.
" Tunggu.. tunggu.. " Zera masuk ke dalam kamar nya, ia mengambil sebuah buku dan langsung membawa nya.
" Ayo. " Ucap Zera.
" Buku apa itu? " Tanya Alaric.
" Aaah ini adalah buku materi ku, aku terbiasa merangkum materi setelah membaca 2 sampai 3 buku. " Ucap Zera.
" Pantas saja kau lulus dengan nilai tertinggi di ujian tulis. " Ucap Alaric yang hanya di balas dengan senyuman saja oleh Zera.
****
Sudah pasti, aula sama sekali tidak ada orang, Zera dan juga Alaric saling tatap kemudian duduk di tempat mereka sebelum nya.
Zera langsung membuka buku nya dan membaca nya, Alaric memandangi buku yang di baca Zera, rasa nya buku itu berbeda dengan buku yang sebelum nya.
" Buku nya berbeda? " Ucap Alaric.
" Aaah.. iya buku ini adalah buku dongeng tentang penyihir mimpi. " Ucap Zera.
" Apa kau mau membaca nya? " Tanya Zera.
" Tidak juga, sebenar nya aku sudah hafal cerita ini, tapi aku sangat menyukai cerita ini jadi aku selalu membaca nya sebagai dukungan untuk ku saat aku sedang lelah. " Ucap Zera.
" Baiklah, coba ku lihat. " Ucap Alaric.
Zera tersenyum dan memberikan buku nya pada Alaric.
Alaric hanya sekilas membaca buku itu lalu mengembalikan nya kepada Zera.
" Kenapa? Tidak seru ya? " Tanya Zera.
" Tidak, tapi aku kurang suka membaca. " Ucap Alaric.
" Kau aneh sekali ya, hmmm.. bagaimana kalau aku ceritakan tentang kisah nya saja? " Tanya Zera.
" Ya.. sambil menunggu, tidak masalah. " Ucap Alaric.
" Baiklah aku mulai ya.. "
" Dahulu kala di sebuah desa kecil terdapat seorang perempuan yang sangat cantik dan jujur bernama Asteria. " Ucap Zera sambil memulai bercerita nya.
" Meskipun memiliki wajah yang cantik dan juga orang yang jujur namun Asteria adalah gadis yang miskin, ia sama sekali tidak punya uang untuk membeli makanan, jadi ia selalu berkerja di sebuah peternakan sapi, saat siang, Asteria memberi makan sekaligus merawat sapi-sapi itu dan saat malam Asteria memeras susu sapi untuk di jual. "
" Kehidupan Asteria terus berulang hingga suatu hari setelah selesai melakukan pekerjaan nya, Asteria membawa susu sapi pergi ke rumah tua nya seperti biasa nya, ia berjalan melewati hutan, dan di saat itu Asteria bertemu dengan seorang gadis kecil. "
" Seorang gadis kecil yang sangat manis sedang menangis, Asteria memberikan sebotol susu sapi kepada gadis itu dan menenangkan nya, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih dan bertanya kepada Asteria.. "
" Apakah ada sesuatu yang kau inginkan? "
" Awal nya Asteria sama sekali tidak menganggap nya serius tapi sang gadis kecil mengatakan bahwa diri nya adalah seorang peri yang dapat mengabulkan keinginan. Awal nya Asteria ragu tapi ia akhir nya mempercayai gadis kecil itu.
" Kalau begitu aku ingin agar semua orang di desa bisa mewujudkan mimpi mereka. " Asteria mengatakan itu dengan tegas, namun si gadis kecil menggeleng pelan.
" Tidak bisa, tapi sebagai ganti nya aku bisa membuat mu menjadi penyihir yang akan membantu orang-orang di desa mu? " Ucap Si gadis kecil.