
" Ya, awal nya aku punya 3 dugaan, pertama pulau mimpi, lalu pulau terapung, dan yang terakhir pulau alam, kemudian aku mencari tau semua seluk beluk dari ketiga pulau serta asal usul nya setelah nya aku berhasil tau akan pergi ke pulau mana kita nanti. " Ucap Zera yang membuat semua orang yang ada di aula kagum, sekaligus penasaran di mana pulau itu.
" Jadi pulau mana itu? " Tanya Ayah Zera.
" Pulau alam. " Ucap Zera.
Para penyihir tingkat tinggi dan Ayah Zera serta Pak Dian terkejut mendengar jawaban Zera.
" Kenapa kau yakin? " Tanya Ayah Zera.
" Mudah, pulau terapung memang tempat yang cocok untuk membuat portal monster tapi itu mustahil, karena letak nya yang berada di atas tanah, sebenar nya bisa juga tapi posisi pulau terapung yang terkadang selalu berpindah posisi akan membuat formasi portal monster sulit di pertahankan, sedangkan pulau alam adalah tempat yang cocok, selain kondisi pulau yang kondusif dan di penuhi dengan kehidupan, di sana setiap sisi pulau alam terdapat sihir alam yang mendukung pulau itu, jadi dapat dengan mudah membuat atau bahkan menyembunyikan formasi sihir portal monster. " Ucap Zera menjelaskan alasan nya.
" Menyembunyikan? Bisa kau jelaskan apa maksud nya? " Tanya Ayah Zera.
" Bukan kah, sebenar nya penyihir tingkat tinggi sudah menyadari pulau alam terdapat monster dan berusaha mencari formasi sihir portal monster namun tidak menemukan nya, itulah sebab nya meminta para murid di sini untuk menghancurkan para monster dengan kedok untuk mendapat poin tambahan. " Ucap Zera.
" Baiklah, yang kau katakan itu benar semua. " Ucap Ayah Zera.
" Waaah, Leon anak mu pintar sekali ya. " Ucap salah satu penyihir tingkat tinggi perempuan.
" Yah, karena dia adalah anak ku. " Ucap Ayah Zera sambil mengelus kepala Zera lembut.
" Lalu, apa kau punya dugaan di mana letak formasi sihir portal monster? " Tanya Penyihir tingkat tinggi perempuan bernama Sarah.
" Ya, dugaan ku formasi nya berada di danau atau di sungai, karena mustahil berada di dalam tanah, karena penyihir tingkat tinggi tidak dapat menemukan lokasi nya berarti mustahil juga ada di batu atau pepohonan. " Ucap Zera lagi.
Mengagumkan, dia benar-benar sudah bisa menduga sedetail ini, luar biasa. Batin Sarah.
" Tunggu dulu, itu hanyalah sekedar dugaan saja, lebih baik pecah tim jadi 5 , sebagian memeriksa sungai dan juga danau yang ada di pulau alam, sebagian lagi periksa serta susuri hutan dan juga sekitar nya. " Ucap Zera.
" Baiklah, nona muda, kami akan menjalankan rencana mu. " Ucap seorang kesatria bernama Brave.
Ayah Zera mengelus lembut kedua mata Zera, menghilangkan kantung mata di bawah mata nya.
" Baiklah, masing-masing semua penyihir tingkat tinggi segera pilih tim kalian dan langsung bergabung. " Ucap Ayah Zera memberi perintah.
Semua penyihir tingkat tinggi telah bergabung ke masing-masing tim, termasuk Ayah Zera yang bergabung ke dalam tim Zera.
" Ayah, masuk tim di sini? " Zera bertanya kepada ayah nya yang tetap diam di samping nya, sedangkan para penyihir lain sudah masuk ke tim nya masing-masing.
" Ya, ayah akan 1 tim dengan mu, aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan mu berkembang. " Ucap Ayah Zera sambil tersenyum.
" Kalau begitu aku tidak akan sungkan. " Ucap Zera.
Zera dan yang lain nya pun pergi terbang ke pulau alam menggunakan sapu terbang mereka Masing-masing.
Zera yang sangat menyukai berkendara dengan sapu terbang tentu dengan mudah dapat mengendalikan nya.
Akhir nya semua penyihir pun mengikuti rencana Zera. Zera dan yang lain pergi ke danau di pulau alam untuk memastikan formasi sihir nya.
Sedangkan tim lain nya menyusuri hutan di sekitar pulau alam.
Pulau alam adalah pulau yang indah, pulau dengan banyak sihir, dan juga berbagai tanaman obat bermanfaat, juga hewan-hewan unik, tapi ketika Zera memasuki pulau itu, aura gelap sudah terasa, apalagi melihat banyak tanaman layu, bahkan Zera juga merasakan aura monster.