Adventure World Elements

Adventure World Elements
SITUASI



" Begitu ya, di sini sebenar nya juga ada monster, aku yang melawan nya karena Zera sudah menyerahkan seluruh sihir nya pada sihir penetralisir, tapi, aku cukup kesulitan, meskipun monster yang muncul adalah monster tingkat rendah, tapi karena mereka datang dengan bergerombol membuat ku kewalahan apalagi mereka tidak ada habis nya. " Ucap Alaric.


" Jadi, Zera menggunakan ramuan nya yang membuat para monster itu menjauh dan ramuan itu akan bertahan selama 2 jam. " Ucap Alaric.


" Seperti nya Zera lebih banyak berperan dalam tugas ini. " Ucap Alaric.


" Begitu ya, hebat ya.. aku selalu kagum dengan nya, dia sangat ramah, sebelum nya ketika aku terluka karena ujian sihir waktu itu, dia juga menyembuhkan ku dengan sihir nya, ketika sihir nya masuk ke dalam tubuh ku, rasa nya sangat hangat dan nyaman, berbeda dengan sihir Aoi yang terkesan memaksa untuk masuk ke dalam tubuh ku, aku sempat berpikir kalau itu karena perbedaan element kami. " Ucap Alya.


" Hmmm, memang nya kau element apa? " Tanya Alaric.


" Aku? Aku adalah pengguna element air, aku berada di peringkat.. hmmm... 50." Ucap Alya


" Pantas saja, kau lemah. " Ucap Alaric.


" Kau ini ya.. lidah mu tajam sekali. " Ucap Alya memandang Alaric kesal.


" Lebih baik kita berjaga dulu di sini, kita tunggu penyihir tingkat tinggi lain nya. " Ucap Alaric yang di angguki oleh Alya.


****


Sementara itu di dalam gua, Zera dan juga Yardan masuk ke dalam gua setelah sihir penetralisir nya Zera hilangkan.


" Zera, kau sangat lah berbakat, apakah kau mau menjadi murid ku? Sayang sekali jika kemampuan mu itu tidak di asah. " Ucap Yardan sambil berjalan masuk ke dalam gua di temani Zera di belakang nya.


" Mohon maaf, tapi saya belum tertarik untuk menjadi murid anda, untuk saat ini saya ingin menikmati hari-hari saya sebagai murid di Academy Sihir Sofia. " Ucap Zera.


" Hohohoho, kau benar-benar anak yang menarik ya, biasa nya tidak akan ada orang yang menolak untuk menjadi murid dari penyihir tingkat tinggi. " Ucap Yardan.


" Kalau begitu saya adalah orang pertama yang menolak ajakan anda bukan, saya cukup terhormat dengan itu. " Ucap Zera.


" Kau benar-benar sangat menarik, kecerdasan mu dalam menganalisis dan juga kemampuan mu menggunakan sihir tingkat tinggi ini, aku benar-benar penasaran selanjut nya apa hal dari mu yang mampu membuat ku tertarik. " Ucap Yardan.


Zera hanya diam dan tidak membalas perkataan itu, jujur saja gadis itu sama sekali tidak peduli terhadap hal seperti itu.


Zera dan juga Yardan memberhentikan langkah nya, mata Yardan menelisik melihat cahya ungu samar di bawah air yang jernih itu.


" Apakah air ini memang dari awal sejernih ini? Aku seperti melihat kumpulan kristal. " Ucap Yardan.


" Ya, karena saya yang memurnikan air itu, awal nya air itu berwarna hitam pekat, mungkin terkontaminasi sihir gelap yang berasal dari formasi portal monster itu. " Ucap Zera.


" Hohoho, lagi-lagi kau membuat ku tertarik. " Ucap Yardan.


" Baiklah, sebelum itu bagaikan dengan penghalang sihir nya, bisa tolong di hilangkan. " Ucap Yardan sambil menoleh ke arah Zera.


" Tunggu dulu, jika sekarang saya hilangkan maka akan banyak monster yang terpanggil nanti nya. " Ucap Zera.


" Hohoho, tenang saja, aku bisa mengatasi nya, kau tidak perlu khawatir gadis manis. " Ucap Yardan.


Zera tanpa bicara langsung menghilangkan penghalang sihir yang menghalangi formasi portal monster itu.