Adventure World Elements

Adventure World Elements
LULUS



" Aku Alaric Davendra anak yang menempati posisi nomor 1 . " Ucap laki-laki itu.


" Mulai sekarang kita akan bersaing, aku pasti akan mengalahkan mu. " Ucap laki-laki itu lalu pergi.


" Sebenar nya ada apa dengan nya? " Lirih Zera.


Setelah itu para murid yang lulus masuk ke academy sihir kini mulai berkumpul.


Semua nya nampak tegang, entah kenapa Zera dalam merasakan kekhawatiran dan juga ketegangan dari anak-anak yang lulus.


Kenapa mereka semua tegang begitu sih? Batin Zera.


Penyambutan kepala sekolah pun di mulai, setelah nya di lanjutkan dengan seleksi pembagian kelas.


Masing-masing kelas memiliki tingkat nya sendiri, di ukur dengan kapasitas kemampuan dari para murid.


Rupa nya Fiona mendapat kelas A, bersama dengan laki-laki yang sempat ia temui sebelum nya.


Setelah nya beberapa guru mulai menjelaskan sistem belajar di Academy sihir.


Sistem belajar ini wajib menerapkan sistem kelompok, 1 kelompok berisikan 4 orang, namun meskipun menerapkan sistem kelompok, ada juga pelajaran yang mengharuskan murid belajar dengan sendiri.


Jadi tidak semua memakai sistem kelompok sehingga membuat murid yang biasa nya bekerja sendiri pun menjadi tenang termasuk Zera.


Perkenalan guru dan sambutan kepala sekolah pun selesai di laksanakan semua murid diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing, dan kembali besok dengan seragam.


****


Zeta kembali ke rumah nya menjelaskan apa yang terjadi pada kedua orang tua nya.


Ayah Zeta adalah seorang pemburu monster, ia jarang sekali pulang dan hanya pulang beberapa kali ke rumah nya jadi Zeta pun hanya bersama dengan ibu nya di rumah.


Karena Ibu dan Ayah Zeta adalah pemilik kekuatan cahaya, mereka sangat di hormati dan di segani, kebaikan ibu Zeta dan juga kemampuan nya untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta kemampuan kekuatan cahaya nya yang luar biasa.


Sedangkan ayah Zeta adalah pemburu monster yang ahli, ia bisa menjinakkan monster yang kadang sulit di lawan, tapi juga bisa langsung menghancurkan monster itu.


Kemampuan ibu dan ayah nya pun menurun pada Zeta, gadis cantik itu sangat pintar dalam menyembuhkan penyakit dan juga membuat berbagai ramuan penyembuh, Zeta juga bisa menjinakkan monster meski memiliki batasan waktu tapi ia masih terus berlatih, Zeta juga mampu menggunakan berbagai senjata selain tongkat sihir.


Pantas saja dia masuk ke urutan ke dua di penerimaan academy.


Malam nya setelah makan bersama ibu nya, Zeta masuk ke kamar nya sedangkan ibu nya pergi ke rumah salah satu warga desa.


Zeta nampak tersenyum menatap seragam yang ia gantung di lemari nya.


Zeta mengambil tongkat sihir perak yang di lilit daun emas yang indah, gadis itu kemudian menyebutkan sebuah mantra dan mengarahkan tongkat sihir nya pada sebuah vas bunga yang berisi setangkai bunga mawar.


Bunga mawar merah itu langsung berubah menjadi bunga mawar putih.


Zeta tersenyum, ia kemudian membuka rak lemari nya yang berisikan ramuan-ramuan yang sudah ia buat dengan susah payah.


" Ruang penyimpan. " Setelah menyebutkan itu sebuah ruang mulai terbuka.


" Baiklah. " Zeta mengambil 5 ramuan penyembuh dan juga ramuan penambah sihir, kapsul makanan, dan juga busur perak dan juga panah sihir kristal, Zeta juga mengambil pedang perak buatan ayah nya.


" Tutup. " Setelah itu ruang itu mulai menghilang.