Adventure World Elements

Adventure World Elements
Permulaan



Semua murid di kumpulkan di aula dan di beri pengarahan asal kamar asrama dan juga ruang kelas.


Setelah itu pembagian ruang kelas, karena Zeta adalah urutan kedua teratas, gadis itu mendapat kelas utama, yang hanya di tempati oleh urutan 1 sampai 50 siswa saja.


Itu terhitung sedikit sih..


" Baiklah, mulai sekarang aku adalah wali kelas kalian, nama ku Diandra, kalian bisa memanggil ku Pak Dian. " Ucap guru laki-laki itu.


" Pak Dian, apakah akan ada pembagian kelompok? " Tanya Salah seorang siswi.


" Ada, tentu saja ada, aku sudah mendapatkan daftar kelompok kalian dari kepala sekolah. " Ucap Pak Dian sambil memegang beberapa kertas di tangan nya.


" Baiklah, kalian akan di bagi berdasarkan element kalian. " Ucap Pak Dian.


" Ouh, tampak nya kita punya kejutan di sini, Alaric Davendra dan juga Zeta Azalia Melinda.. "


Pak Dian nampak membaca dengan teliti kertas itu kemudian kembali menatap ke arah Zeta dan juga Alaric.


" Seperti nya element cahaya dan juga element kegelapan tidak seharus nya di gabungkan ya.. " Ucap Pak Dian sambil terus membolak-balikan kertas nya.


Setelah Pak Dian mengatakan itu terdengar bisik-bisik dari para murid yang ada di ruangan.


Zeta sendiri sudah merasakan ada tatapan mencurigakan, tatapan kagum, tatapan iri, tatapan benci, tatapan tidak suka.


Zeta menatap ke arah Alaric yang memandang dengan tatapan kosong dan tidak memperdulikan orang yang menatap dan bisik-bisik di dekat nya.


Padahal Zeta saja sudah merasa tidak nyaman, dengan tatapan orang-orang, rasa nya ingin segera pergi dari tempat itu sekarang juga.


" Baiklah, aku akan mulai membagi kelompok nya. " Ucap Pak Dian membuat pandangan murid-murid kembali ke arah nya.


Zeta mendapat kelompok bersama dengan Aria pengguna element air, Anais pengguna element tanah, Ryan pengguna element angin, dan juga Zeta sendiri pengguna element cahaya.


" Baiklah, semua kelompok sudah di bagi, sekarang bentuk kelompok nya. " Ucap Pak Dian.


Semua kelompok sudah terbentuk, dan pelajaran hanya di mulai dengan pembagian materi dan juga penjelasan asal usul mengenai academy sihir juga pembagian asrama, itu saja.


" Baiklah, nanti akan ada kelas sore, sekarang kalian bisa menuju ke asrama kalian masing-masing dan pindahkan barang bawaan kalian di sana, itu saja untuk hari ini. " Setelah mengatakan itu Pak dian langsung menghilang.


" A... ada apa ini? " Tanya Zeta kaget sekaligus bingung.


" Hei, apa kau pengguna element cahaya? "


" Seperti apa element cahaya itu? "


" Aku juga ingin tau.. "


" Wah, menyenangkan ya, ada pengguna element cahaya di kelas kita.. "


" iya, luar biasa.. "


" Seperti apa kekuatan cahaya? "


" Sperti apa bentuk nya? "


" Bisa tunjukan pada kami? "


Zeta bingung ketika di limpahkan oleh banyak pertanyaan dari murid-murid itu.


Zeta melihat ke arah Alaric, pemuda itu hanya memandang Zeta dengan tatapan kosong.


Tapi..


Dia sendirian...


Bahkan teman 1 tim nya pun tidak ada di samping nya..


Zeta melihat Alaric bersiap untuk keluar kelas.


" Maaf, permisi.. "" Ucap Zeta yang langsung menggunakan sihir yang membuat tubuh nya melayang dan melompat tepat di hadapan Alaric.


" Ayo kita pergi.. " Ucap Zeta sambil menggenggam dan menarik tangan Alaric.


****