
" Pulau ini sangat berbeda dengan gambaran yang ada di buku. " Ucap Zera.
Gadis itu berjongkok dan menyentuh permukaan tanah di pulau alam, tanah yang kering padahal tepat di depan nya adalah danau, air danau itu juga berwarna hitam.
Padahal di buku yang Zera baca, air danau di pulau alam adalah air yang jernih bagai kristal dengan penyembuhan yang luar biasa.
Zera mencoba merasakan energi sihir di sana, namun, Zera langsung jatuh terduduk, Alaric yang berada di dekat nya langsung berjongkok dan memegang tangan Zera pelan.
" Ada apa? " Tanya Alaric.
" Sihir ku, di serap. " Ucap Zera sambil menatap ke arah Alaric.
" Baiklah, biar ku coba. " Ucap Alaric yang melepas genggaman nya dari tangan Zera dan melakukan hal yang sama, mencoba merasakan energi sihir nya.
Namun kali ini, Alaric dapat merasakan ada energi gelap, mungkin karena Alaric adalah element kegelapan jadi energi gelap itu tidak bisa menyerap sihir nya tapi sebalik nya dengan Zera.
Alaric membuka mata nya, kemudian menatap ke arah Zera yang masih terduduk di samping nya.
" Ada banyak energi kegelapan di sini, lebih baik jangan terlalu banyak menggunakan sihir cahaya atau akan terserap dan menjadi energi gelap. " Ucap Alaric.
" Baiklah, kau bisa berdiri nak? " Tanya Ayah Zera.
" Tentu saja bisa. " Ucap Zera yang langsung bangkit berdiri.
" Lebih baik kita berpencar, akan lebih menghemat waktu, karena kita tidak bisa lama-lama berada di sini. " Ucap Zera.
" Baiklah, ayo berpencar. " Ucap Ayah Zera.
Dengan tim gabungan yang berisi 8 orang dan 1 penyihir tingkat tinggi total keseluruhan nya adalah 9 orang.
Zera dan juga Alaric menyusuri danau dengan menggunakan sapu terbang, Zera dan Alaric menggunakan 1 sapu terbang, dengan Alaric yang memegang kemudi, sedangkan Zera lah yang mengawasi sambil berpegangan erat di baju Alaric.
Zera yang memiliki penglihatan yang sensitif tentu lebih mudah melihat formasi sihir tersebut.
Hingga pandangan mata Zera terhenti pada cahaya berwarna ungu yang berada di dalam air.
Ia langsung menarik baju Alaric pelan, membuat Alaric langsung melirik melalu ekor mata nya.
" Apa kau temukan sesuatu? " Tanya Alaric, karena seperti nya cahaya ungu itu hanya bisa di lihat oleh Zera saja.
" Ya, ada sesuatu di sana, ayo kita ke sana. " Ucap Zera sambil menunjuk sudut danau, yang di penuhi dengan pepohonan, tentu nya di sana jelas terlihat gelap karena cahaya matahari terhalang oleh pepohonan.
" Pegang yang erat, jangan sampai jatuh. " Ucap Alaric yang langsung melesat memasuki sudut danau yang seperti hutan itu.
Zera sendiri yang mendengar perkataan Alaric tanpa basa-basi langsung memeluk pinggang Alaric dengan erat, sungguh.. gadis itu benar-benar tidak mau jatuh ke dalam air sungai yang hitam dan menjijikan itu.
Mata Zera memandang sekeliling hutan itu, hingga...
" ALARIC!! BERHENTI!!!!! " Zera berteriak tiba-tiba membuat Alaric langsung memberhentikan sapu nya secara tiba-tiba.
" Apa?! Ada apa? " Ucap Alaric dengan nada suara yang agak tinggi.
" Di sana. " Ucap Zera sambil menunjuk sebuah gua gelap di sana.
" Kau mau kita masuk ke dalam gua itu? " Tanya Alaric.
" Ya. " Ucap Zera tanpa ragu.