
Padahal ia sendiri tau kalau di academy sihir akan di berikan buku juga, tapi Zera tetap tidak puas kalau tidak membawa buku nya sendiri.
Setelah selesai, gadis itu langsung keluar dari kamar nya yang ternyata bersamaan dengan keluar nya Alaric.
" Haai, mau kemana? " Tanya Zera.
" Aku mau ke aula, bukan kah Pak Dian bilang kalau nanti akan ada kelas sore." Ucap Alaric.
" Hmmm, bukan kah ini terlalu cepat? " Ucap Zera sambil melihat jam saku perak dari ibu nya yang berada di saku rok nya.
" Ya, tapi aku tidak mau terus menerus berada di kamar. " Ucap Alaric.
" Kalau begitu, ayo kita ke taman, aku penasaran dengan tanaman obat yang ada di sana. " Ucap Zera.
" Kenapa aku harus ikut? " Tanya Alaric.
" Temani aku. " Ucap Zera sambil menarik tangan Alaric.
Sedangkan Alaric, ia hanya mengikuti saja kemauan gadis yang kini menarik nya.
****
Kedua nya sampai di taman, Alaric memilih untuk duduk dan memperhatikan Zera yang melihat-lihat berbagai tanaman obat di sana.
Ada cukup banyak tanaman obat yang biasa di lihat Zera tapi juga, ada banyak juga tanaman obat yang baru pertama kali di lihat Zera.
" Wau, tanaman apa ini? " Ucap Zera sambil mendekatkan wajah nya pada saah satu tanaman yang memiliki lubang di tengah nya dengan di kelilingi kelopak berwarna merah tua.
" Hati-hati. " Ucap Alaric sambil menarik Zera.
Tanaman itu mengeluarkan asap merah yang mengelilingi tanaman itu, aneh nya hanya tanaman itu lah yang di kelilingi asap merah dan asap itu tidak menyebar ke tanaman lain nya.
" Aaaah, kau baik-baik saja? " Tanya Zera.
Saat ini posisi Zera berada di atas tubuh Alaric, Zera dapat melihat dengan jelas manik mata ungu milik Alaric.
Mereka saling berpandangan, suasana hening dan hanya terdengar hembusan angin dan suara dan gemerisik daun.
" Bisakah kau menyingkir, kau berat. " Ucap Alaric.
" Itu tanaman apa? " Tanya Zera.
" Itu adalah bunga asap, bunga itu akan mengeluarkan asap ketika ada yang mendekati nya, semacam alat pelindung diri. " Ucap Alaric.
" Kenapa bunga itu bisa jadi tanaman obat? " Kini Zera menatap ke arah Alaric.
" Karena jantung bunga itu bisa di jadikan obat yang ampuh untuk penyakit organ tubuh. " Ucap Alaric.
" Hmmmm, aku baru tau ada tanaman seperti itu. " Ucap Zera.
Kruyuuuuuuk...
Zera langsung menatap ke arah Alaric.
" Pfftt, hahahahaha, kau lapar ya.. " Ucap Zera sambil tertawa.
" Berisik. " Ucap Alaric dengan wajah memerah memilih untuk memalingkan wajah nya.
" Aku punya makanan, ayo makan bersama. " Ucap Zera, dengan kekuatan sihir nya gadis itu mengeluarkan bekal yang di buat ibu nya.
" Ini, ayo di coba. " Ucap Zera.
" Ini kau buat sendiri? " Tanya Alaric sambil mengambil buah apel.
" Tidak, ibu ku yang membuatkan nya untuk ku. " Ucap Zera sambil mengambil sepotong kue coklat.
"Ibu? " Alaric kini menatap ke arah Zera.
" Iya, ibu ku, dia sangat khawatir pada ku, sampai membuatkan bekal yang sangat banyak, ini saja belum setengah dari bekal nya. " Ucap Zera.
" Ibu itu apa? " Ucap Alaric.
Zera langsung menatap ke arah Alaric dengan wajah terkejut.
" Kau tidak tau siapa ibu? " Tanya Zera yang mendapat gelengan kepala dari Alaric.