
" Cahaya nya redup seperti ini karena aku memasang penghalang sihir, memang tidak sepenuh nya melemahkan tapi setidak nya bisa untuk menahan kekuatan dari formasi sihir itu sampai ayah datang. " Ucap Zera.
" Tapi apakah cukup kuat? " Tanya Alaric.
" Kan sudah ku bilang, sihir penghalang tidak bisa menahan sepenuh nya formasi ini, maka nya aku mau memasang penetralisir sihir. " Ucap Zera.
" Tunggu dulu, penetralisir sihir adalah sihir tingkat tinggi, tiu bahkan lebih tinggi dari penghalang sihir. " Ucap Alaric.
" Apa kau benar-benar bisa menggunakan nya? " Ucap Alaric yang di balas tawa oleh Zera.
" Kau lupa ya, aku ini adalah element cahaya, dari kecil aku sudah di ajarkan penetralisir sihir oleh ibu ku, bahkan sesekali aku juga di tes oleh ayah ku. " Ucap Zera yang langsung melayang dan memejamkan mata nya.
Formasi sihir berwarna biru cerah, perlahan-lahan membesar dan menutupi keseluruhan gua itu sama sekejap, gua itu di penuhi dengan cahaya biru yang bersinar menerangi gua yang gelap itu.
" Waw. " Ucap Alaric yang kagum dengan sihir Zera.
" Baiklah, sudah terpasang, sekarang tinggal menunggu saja. " Ucap Zera.
****
Di sisi lain, setelah mendapat kabar dari Alaric,Ayah Zera langsung mengabari para penyihir tingkat tinggi lain nya untuk datang ke tempat Zera berada, Ayah Zera juga mengirim di mana lokasi Zera dan Alaric berada.
Saat ini sambil menunggu Ayah Zera dan para penyihir tingkat tinggi datang, Alaric dan juga Zera menghalau para monster tingkat rendah yang terus berdatangan ke gua itu, seolah mencoba mendekati formasi sihir portal monster.
" Ck.. meskipun mereka adalah monster tingkat rendah, kalau mereka terus muncul seperti ini, sangat lah merepotkan. " Ucap Alaric yang terus berusaha menghalau monster-monster tingkat rendah itu, sementara Zera masih memikirkan cara tercepat untuk membuat monster-monster itu pergi dengan tenang tanpa membuang-buang sihir mereka.
" Tidak usah, biar aku saja yang mengurus nya, pasti berat bagi mu untuk bertarung sambil mempertahankan penetralisir sihir itu. " Ucap Alaric yang membuat Zera menarik ujung bibir nya dan tersenyum.
" Kau sangat baik ya, masih bisa memikirkan orang lain. " Ucap Zera yang sedari tadi memang hanya duduk di atas gua memandangi Alaric menghalau monster-monster tingkat rendah.
" Apa itu pujian? atau ejekan? " Ucap Alaric.
" Entahlah, menurut mu bagaimana? " Ucap Zera.
Gadis itu membentuk lingkaran kecil dari tangan nya dan mengarahkan nya pada monster-monster tingkat rendah di bawah dan dalam sekejap asap putih menyebar tiba-tiba, Alaric yang melihat itu langsung naik ke atas gua dan menyusul Zera.
Setelah asap putih itu hilang monster-monster tingkat rendah itu pergi begitu saja.
" Asap apa itu? " Tanya Alaric.
" itu adalah bom aroma yang tidak di sukai oleh para monster-monster itu, tingkat rendah maupun tingkat tinggi pasti akan menghindari bom aroma itu, itu terbuat dari tanaman yang tidak di sukai oleh para monster. " Ucap Zera sambil tersenyum pada Alaric.
" Kenapa kau tidak menggunakan nya dari tadi sih?!! " Ucap Alaric kesal.
" Pfft.. hahaha, aku hanya ingin melihat kemampuan bertarung dari seorang laki-laki yang menempati posisi pertama di Academy. " Ucap Zera dengan tawa kecil.
" Kau benar-benar menyebalkan ya. " Ucap Alaric.
" Ups, kalau begitu maafkan aku yaah. " Ucap Zera dengan nada mengejek membuat Alaric makin kesal.