
Aoi yang berada tepat di sebrang Alaric langsung menatap ke arah Alaric.
Sedangkan para murid di sana tak terkecuali Alaric juga menatap ke arah Aoi.
Aoi yang merupakan penyihir dengan sihir penyembuhan jelas tidak mungkin bisa mengalahkan Alaric.
Sihir Aoi bukanlah tipe sihir penyerang, berbeda dengan Alaric.
Alaric maju ke arena bertarung, tapi tiba-tiba ia di tarik oleh Zera.
" Jangan terlalu kasar pada perempuan. " Ucap Zera yang memicu perhatian para murid tak terkecuali Aoi.
" Itu tergantung pada nya, jika sihir nya merepotkan, jangan salahkan aku menggunakan kekuatan besar. " Ucap Alaric yang kemudian berjalan ke arena.
Alaric menatap ke arah Aoi yah masih berdiri dengan gemetar.
Zera pun akhir nya menghampiri Aoi.
" Aoi, kau pasti bisa. " Ucap Zera.
" Aku tidak bisa, aku takut. " Ucap Aoi.
" Jangan khawatir, jika dia membuat mu terluka, aku pasti akan memukul nya dengan keras. " Ucap Zera yang di dengar oleh Alaric.
" Jangan khawatir, kau pasti bisa, ya? " Ucap Zera lembut sambil memegangi tangan Aoi.
Aoi menatap ke arah Zera kemudian menghembuskan nafas nya pelan, ia melangkah dengan pelan ke arena.
Sampai di arena lagi-lagi Aoi menatap ke arah Zera yang memberi anggukan kepala dan juga senyum untuk menyemangati Aoi.
" Ehem.. Baiklah kalau begitu, mulai. " Pak Dian sudah mengatakan aba-aba.
Tapi baik Aoi ataupun Alaric sama sekali tidak ada yang bergerak, mereka hanya saling tatap.
Alaric menghindari semua serangan Aoi, ia sama sekali tidak menggunakan kekuatan sihir.
Zera menatap ke arah Alaric, ia sempat membaca tentang element kegelapan, biasa nya pengguna element kegelapan selalu menunggu lawan nya menyerang dulu dan membiarkan diri nya di serang sambil mengumpulkan kekuatan sihir sehingga dapat membuat ruang hampa, dan di saat ruang hampa sudah tercipta maka habislah sudah.
Tapi tidak mungkin kan Alaric menggunakan kekuatan itu? Ya kan?
Semua serangan Aoi berhasil di hindari dengan mudah oleh Alaric.
Serangan Aoi benar-benar mudah terbaca. Batin Zera.
" Baiklah, berhasil. " Ucap Aoi.
" Jamur beracun. " Setelah mengatakan itu banyak jamur yang langsung keluar dari dalam tanah dan langsung menyerang Alaric, rupa nya Aoi secara diam-diam menyebarkan benih jamur beracun saat berusaha menyerang Alaric.
" Begitu ya.. " Ucap Zera yang langsung mengerti dengan apa yang terjadi.
Tapi, dalam sekejap semua jamur itu hancur begitu saja.
Semua murid jelas terkejut melihat nya.
Namun Zera tidak, ia tau teknik ini, meskipun hanya membaca nya lewat buku, tapi teknik itu adalah teknik bayangan, dengan menggunakan bayangan sebagai senjata, bayangan bisa di ubah sesuka hati oleh Alaric, bisa di ubah menjadi pisau, pistol, panah, tali, dan juga dapat mengikat bayangan lawan.
Tanpa menggerakan tangan nya Alaric langsung menarik bayangan Aoi.
Bayangan Aoi terikat begitu juga Aoi, entah kenapa ia merasa diri nya di ikat.
Alaric dengan mudah langsung mendorong Aoi keluar dari garis, tidak terlalu keras, yang jelas Aoi keluar dari garis tanpa merasakan sakit.
Setelah itu Alaric pun berjalan keluar dari garis dengan mudah, ia menatap ke arah Zera yang menggembungkan pipi nya kesal.
" Apa? Aku mengikuti apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak melukai nya. " Ucap Alaric.