
Zera dan Alaric pergi ke belakang academy, yang terdapat taman indah dengan berbagai tumbuhan sihir dan juga hewan-hewan sihir.
" Huft... aku rasa di sini aman.. " Ucap Zera yang langsung melepaskan tangan nya dari Alaric.
" Maaf.. " Ucap Zera.
" Ada apa dengan mu? Tiba-tiba saja menarik ku ke sini?! " Ucap Alaric sambil menatap ke arah Zera.
" Aku tidak suka dengan keramaian, aku lebih suka dengan kesunyian seperti ini... " Ucap Zera.
" Kenapa? Biasa nya orang lain akan senang ketika di hari pertama sekolah, mereka sudah populer. " Ucap Alaric.
Zera menggelengkan kepala nya pelan..
" Aku tidak suka, kebanyakan dari mereka memasang tatapan iri, tatapan benci, tatapan kesal.. " Ucap Zera.
Kata-kata Zera barusan langsung membuat Alaric terdiam, ia tidak mengerti apa yang di maksud dengan kata-kata gadis berambut pirang di depan nya ini.
" Apa maksud mu? " Tanya Alaric.
" Aku bisa merasakan tatapan orang lain dan bagaimana orang melihat ku. " Ucap Zera.
Alaric masih saja memasang wajah bingung, kali ini laki-laki itu memiringkan kepala nya.
" Haaah, aku bisa tau misal nya ada orang yang sengaja mendekati ku, aku cukup lihat mata orang itu saja untuk tau kalau dia tulus berteman dengan ku atau hanya sekedar mendapat kepopuleran. " Ucap Zera.
Alaric mendekatkan wajah nya pada Zeta, lalu dalam sekejap..
Plak.. plak.. plak..
" Aw.. aw.. aw.. apa yang kau lakukan, ini sakit.." Ucap Zera sambil mengelus pipi nya.
Rupa nya Alaric menepuk kedua pipi Zeta beberapa kali, entah untuk apa...
" Itu untuk apa sih? " Tanya Zera kesal.
" Biar ku luruskan ini, kau bisa melihat tatapan orang lain yang menatap mu secara berbeda, seperti kau merasakan emosi begitu? " Tanya Alaric.
" Hmmmm, ya seperti itu lah.. " Ucap Zera yang tidak terlalu paham dan hanya mengiyakan saja.
" Haaah, kau unik ya. " Ucap Alaric yang hanya di balas senyum saja oleh Zera.
" Oh ya, siapa rekan se tim mu? " Tanya Zera.
" Kenapa kau sangat ingin tau? "
" Sudahlah, katakan saja.. " Ucap Zera.
" Bukan, bukan itu, maksud ku siapa nama mereka? " Tanya Zeta dengan gemas.
" Tidak tau. " Ucap Alaric
" Kau tidak mau berkenalan dengan rekan se tim mu? " Ucap Zera.
" Aku tidak terlalu peduli. " Ucap Alaric.
" Baiklah, lebih baik kita pindahkan semua barang-barang kita lebih dulu. " Ucap Zera.
" Benar, kau dapat asrama apa? " Tanya Alaric.
" Aku dapat asrama matahari. " Ucap Zera
" Sama dengan ku. " Balas Alaric.
" Waaau, ku harap kamar kita bersebelahan.. " Ucap Zera berharap.
" Itu pasti tidak mungkin. " Ucap Alaric.
" Kita lihat saja nanti. " Ucap Zera.
*****
Alaric terkejut ketika melihat Zera yang rupa nya letak kamar nya bersebelahan dengan Zera.
Apakah ini serius??!! Batin Alaric yang terkejut.
Rupa nya letak kamar di asrama di sesuaikan dengan urutan peserta yang lolos.
" Lihat kan? sudah ku bilang kamar kita pasti akan bersebelahan. " Ucap Zera sambil tersenyum puas lalu masuk ke kamar nya.
Alaric yang masih di depan pintu kamar nya hanya terdiam menatap Zera.
Di dalam kamar asrama, Zera langsung membuka jendela kamar nya, kamar yang cukup luas, yang di lengkapi dengan 1 tempat tidur, sofa,meja dan juga lemari.
" Kamar ini sepi. " Ucap Zera.
Gadis itu langsung membuka ruang penyimpanan nya dan meletakkan bunga mawar putih beserta vas nya di atas meja, Zera juga mengubah warna meja yang tadi nya berwarna coklat kini berubah menjadi putih.
Zera juga merapikan semua ruangan itu acara nyaman untuk nya, semua barang nya ia susun agar rapih dan tertata, semua barang sudah tersusun rapih di tempat nya, bahkan karena Zera terlalu banyak membawa buku, ia sampai membuat rak buku sendiri dengan sihir nya.
Padahal ia sendiri tau kalau di academy sihir akan di berikan buku juga, tapi Zera tetap tidak puas kalau tidak membawa buku nya sendiri.