Adventure World Elements

Adventure World Elements
PENYIHIR TINGKAT TINGGI



" Ada 3 kemungkinan, pulau terapung, pulau mimpi, dan juga pulau alam. " Gumam Zera.


Zera kemudian melipat peta itu dan mengembalikan nya ke ruang penyimpanan nya.


Zera pun akhir nya memilih untuk membersihkan diri nya, sambil terus berpikir tentang solusi untuk menemukan formasi portal monster.


*****


Di sisi lain, di kamar yang tepat berada di sebelah Zera, saat ini Alaric tengah bicara dengan seseorang lewat bola kristal.


Bola yang di gunakan untuk komunikasi jarak jauh.


" Alaric, bagaimana? Apa sesuai dengan rencana? " Seorang wanita tengah berbicara dengan Alaric lewat bola kristal itu.


" Ya, aku sudah mendekati pemilik sihir cahaya, sebenar nya entah kenapa saat pertama kali masuk, kami selalu saling terlibat. " Ucap Alaric.


" Bukan kah itu bagus? Semakin dekat kalian, maka dia akan semakin lengah dan kau bisa dengan mudah membunuh nya. " Ucap perempuan itu.


" Bolehkah aku bertanya? " Tanya Alaric.


" Apa yang ingin kau tanyakan? " Tanya wanita itu.


" Kenapa kita harus membunuh nya? " Tanya Alaric.


" Karena dia adalah penghalang besar untuk kebangkitan tuan, jika kita membunuh nya maka penghalang terbesar kita akan hilang. " Ucap Wanita itu.


Alaric hanya diam dan tidak membalas ucapan itu.


" Baiklah, tetap pada rencana, aku sudah membuat portal monster di pulau alam, sebisa mungkin kau harus memancing nya untuk mendekat ke portal monster itu. " Ucap Wanita itu yang hanya di beri anggukan kepala oleh Alaric, setelah itu wanita itu menghilang menandakan komunikasi sudah berakhir.


" Toh, lagi pula meskipun kau tidak punya keinginan untuk membunuh nya, tapi sosok dewa kegelapan yang ada dalam diri mu pasti tidak akan tinggal diam. " Ucap wanita itu setelah mengakhiri komunikasi nya dengan Alaric.


*****


Akhir nya hari esok pun tiba, Alaric keluar dari kamar nya dengan seragam rapih.


Alaric melirik ke arah kamar di samping nya, Alaric menarik nafas nya pelan kemudian Alaric berjalan dan mengetuk beberapa kali kamar di sebelah nya yang adalah kamar Zera.


Ceklek


" Kau begadang lagi? " Tanya Alaric yang hanya di berikan anggukan kecil oleh Zera.


" Ayo. " Ucap Zera.


****


Semua murid sudah berkumpul di aula, hanya murid kelas Zera saja yang ikut ke pulau.


" Baiklah, sebelum pergi, aku akan memperkenalkan para penyihir tingkat tinggi yang akan mendampingi kalian, sebelum itu silahkan berkumpul dengan tim gabungan kalian. " Ucap Pak Dian.


Akhir nya tim Alaric dan juga tim Zera berkumpul, merek mendapat nomor tim 3.


" Baiklah, sudah semua kan, kalau begitu, para penyihir tingkat tinggi, silahkan masuk. " Ucap Pak Dian.


Pintu aula terbuka menampilkan 10 orang penyihir tingkat tinggi, Zera memperhatikan satu persatu wajah para penyihir itu, namun ada wajah yang tidak asing bagi nya.


" A- ayah!! " Zera berseru kaget sambil menunjuk ke arah seorang laki-laki dengan wajah tampan dan rambut perak dan mata berwarna kuning.


Ayah Zera yang bernama Leon memang merupakan pemburu monster, namun Zera tidak menyangka kalau ayah nya adalah seorang penyihir tingkat tinggi.


Leon berjalan menghampiri Zera dan mengelus lembut kepala putri nya.


" Halo Zera, kau kelihatan sehat ya.. " Ucap Leon.


Zera terdiam, ia menatap sosok ayah di depan, kemudian menatap ke belakang melihat Pak Dian dan para penyihir tingkat tinggi yang juga menatap nya.


" Tunggu dulu, kenapa ayah bisa ada di sini? " Tanya Zera sambil menatap ke arah ayah nya.


" Ya, karena aku adalah penyihir tingkat tinggi. " Ucap Ayah Zera.


" Dari pada itu, apa yang sudah kau temukan? " Tanya Ayah Zera, dia sangat tau kalau putri nya ini adalah anak yang kritis, karena jika ada hal yang janggal atau hal yang aneh bahkan sesuatu yang tidak di mengerti oleh Zera, pasti Zera akan mencari tau hal itu sedetail mungkin tanpa ada celah.


" Apa kau punya dugaan tempat di mana pulau yang akan kita datangi? " Tanya Ayah Zera lagi.


" Ya, awal nya aku punya 3 dugaan, pertama pulau mimpi, lalu pulau terapung, dan yang terakhir pulau alam, kemudian aku mencari tau semua seluk beluk dari ketiga pulau serta asal usul nya setelah nya aku berhasil tau akan pergi ke pulau mana kita nanti. " Ucap Zera yang membuat semua orang yang ada di aula kagum, sekaligus penasaran di mana pulau itu.