
Di dalam gua, ribuan cahaya putih membanjiri penuh gua itu, di balik cahaya putih, secara perlahan Zera muncul dengan melayang.
" Baiklah, mari kita lihat apa yang ada di dalam dasar danau. " Ucap Zera yang langsung menyelam di ikuti cahaya - cahaya putih.
Rupa nya Zera memurnikan air di dalam gua itu, hanya di dalam gua saja, agar Zera bisa menyelam dengan aman, benar saja, saat di murnikan air yang tadi nya hitam kini berubah menjadi air yang sangat jernih bak kristal putih yang bersinar.
Di dalam danau, Zera menyelam perlahan menghampiri cahaya keunguan yang masih bersinar meski samar.
Zera mengarahkan cahaya putih itu untuk menghancurkan baru besar yang menghalangi sinar ungu itu, tepat setelah batu itu hancur, terdapat sebuah formasi sihir yang tersembunyi.
Bingo, ternyata berada di sini ya, tidak bisa di rasakan, juga sulit di temukan, dan juga di tutupi aura negatif, pantas saja para penyihir tingkat tinggi gagal menemukan nya.
Batin Zera.
Zera buru-buru keluar dari air dan melayang terbang menghampiri Alaric yang masih berada di atas gua.
" Alaric. " Panggil Zera.
Secara perlahan cahaya putih yang mengelilingi Zera langsung menghilang begitu saja.
" Apa? Kau menemukan sesuatu? " Tanya Alaric.
" Ya, aku menemukan formasi sihir nya, cepat hubungi yang lain. " Ucap Zera.
Alaric terdiam, ia mengingat perkataan tentang wanita itu mengenai portal monster dan formasi sihir nya, ini jelas aneh..
Kenapa tidak ada monster sedari tadi..
sangat aneh..
Alaric menatap ke arah Zera, ia tidak menyangka Zera dapat menemukan formasi sihir dengan mudah.
Zera memiringkan kepala nya menatap ke arah Alaric.
" aah, tidak apa, aku akan memberi tahu Tuan Leon. " Ucap Alaric yang langsung mengeluarkan bola komunikasi dan mengabarkan Ayah Zera tentang Zera yang berhasil menemukan formasi sihir portal monster.
Tentu saja, Ayah Zera tidak terkejut akan hal itu, mengingat putri nya yang memiliki rasa penasaran yang tinggi, sebelum menemukan semua bukti dan juga informasi yang di kumpulkan, Zera tidak akan pernah mengeluarkan kata menyerah.
Ayah Zera paham betul dengan sifat Zera yang kritis.
" Baiklah, kami akan segera ke sana, jangan terlalu dekat dengan formasi sihir itu, takut nya ada monster yang akan keluar nanti. " Ucap Ayah Zera.
" Baik. " Ucap Alaric, setelah itu komunikasi pun terputus.
Zera langsung naik ke atas sapu terbang dan berpegangan erat pada Alaric.
" Alaric, ayo kita lihat ke dalam. " Ucap Zera.
" Kenapa? Bukan kah lebih baik tunggu di luar agar tidak terkena sihir gelap dari formasi itu. " Ucap Alaric.
" Sudah lah, aku ingin memasang penetralisir sihir, agar sihir nya tidak menyebar kemana-mana, lagi pula, aku telah memurnikan air nya. " Ucap Zera.
" Tunggu? Apa!! air yang hitam itu? " Wajah Alaric terkejut.
" Ya, ayo masuk ke dalam gua, dan lihat yang ada di dalam. " Ucap Zera.
Alaric tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengikuti perkataan Zera dan masuk ke alam gua.
Betapa terkejut nya Alaric ketika melihat air yang jernih sejernih kristal, saking jernih nya sampai dasar air dalam gua itu terlihat.
Alaric melihat ke bawah, ada sebuah formasi sihir yang bersinar keunguan.
Itu adalah formasi sihir yang wanita itu pasang, tapi kenapa cahaya nya redup? Dan tidak mengeluarkan monster? Batin Alaric.
" Cahaya nya redup seperti ini karena aku memasang penghalang sihir, memang tidak sepenuh nya melemahkan tapi setidak nya bisa untuk menahan kekuatan dari formasi sihir itu sampai ayah datang. " Ucap Zera.