Adventure World Elements

Adventure World Elements
MENUNGGU



" Ups, kalau begitu maafkan aku yaah. " Ucap Zera dengan nada mengejek membuat Alaric makin kesal.


" Sekarang kita hanya perlu menunggu saja, menunggu kedatangan ayah dan juga yang lain nya. " Ucap Zera.


" Hm? yang lain nya? Maksud mu tim yang di pimpin ayah mu kan? " Ucap Alaric.


" Tidak, maksud ku seluruh penyihir tingkat tinggi yang menyebar di hutan ini pasti akan datang ke sini. " Ucap Zera.


" Bagaimana kau tau? " Tanya Alaric, sambil memandang ke arah Zera.


" Mudah saja, jika barang yang mereka berusaha mencari-cari nya bahkan sampai berjam-jam, berhari-hari, dan bahkan sampai meminta bantuan dari academy, tapi ternyata mereka tidak menemukan nya sama sekali melainkan 2 orang siswa tahun pertama ini dapat menemukan nya lebih cepat, pasti hal itu menarik perhatian mereka dan juga sudah pasti sebagai penyihir tingkat tinggi, komunikasi itu penting, jika yang satu menerima informasi yang penting maka informasi itu harus segera di beritahu kepada penyihir tingkat tinggi lain nya. " Ucap Zera panjang.


" Jadi, inti nya saat aku mengabari ayah mu, maka ayah mu juga akan mengabari para penyihir tingkat tinggi untuk datang ke tempat ini. " Ucap Alaric menyingkat semua perkataan Zera.


" Yaps, kau benar, jadi kita hanya perlu menunggu saja, bom aroma ini akan bertahan 2 jam dan aku yakin para penyihir tingkat tinggi akan berusaha mencari jalan tercepat dan pasti juga akan berusaha menghindari monster-monster yang muncul di hutan ini, jadi aku yakin mereka akan sampai di sini kurang dari 2 jam... setidak nya setengah dari mereka. " Ucap Zera.


" Baiklah, ku rasa aku mengerti. " Ucap Alaric.


Setelah mengatakan itu Alaric dan Zeta terjebak dalam keheningan.


Alaric melihat ke arah Zera, keringat terus mengucur dari dahi nya.


Dia masih berusaha keras untuk menahan sihir penetralisir, sampai kapan dia bertahan? Memang bom asap nya aja bertahan selama 2 jam, tapi bagaimana dengan diri nya? Apakah dia akan bisa bertahan selama 2 jam? Ku harap para penyihir tingkat tinggi cepat datang. Batin Alaric.


Setelah itu 1 jam pun terlewati, dalam keheningan yang tercipta di antara Alaric dan juga Zera, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan perempuan.


" Alaric, di atas sana!! " Tunjuk Zera pada seorang perempuan dengan rambut hitam yang menaiki sapu terbang secara tidak teratur, terlebih lagi sapu terbang itu menuju ke arah mereka.


" Aaaaaaaahhhh, toloooong... aku benar-benar tidak tau cara mengendalikan benda inii!!!! " Teriak perempuan itu.


" Tenang dulu bodoh, angkat sapu mu, arahkan ke arah lain. " Ucap Alaric.


" Tidak bisa, aku tidak tau. " Ucap perempuan itu lagi.


Perempuan itu pun sudah pasrah dan menerima bahwa diri nya pasti akan terjatuh ke pohon-pohon, namun sebelum itu Zera menggunakan kekuatan sihir nya untuk menggiring secara perlahan perempuan itu menuju ke atas gua.


" Waaah, terima kasih, Zera. " Ucap perempuan itu.


" Iya, seperti nya aku mengenal mu.. kalau tidak salah nama mu.. Alya? apakah benar? " Tanya Zera.


" Ya, kau benar, nama ku Alya, aku adalah pengguna element petir. " Ucap Alya memperkenalkan diri nya.


" Kenapa kau yang datang ke sini? Kami sedang menunggu penyihir tingkat tinggi. " Ucap Alaric.


" Aaaah, kalo soal itu, tunggu sebentar.. " Alya nampak mengeluarkan sesuatu dari saku di celana nya.


" Halo anak-anak, apakah sudah menunggu lama? " Seorang laki-laki kecil yang berada di dalam saku Alya menyala dengan ramah kepada Zera dan juga Alaric yang terdiam dan hanya menatap nya saja, seperti nya mereka terkejut melihat hal itu..