Adventure World Elements

Adventure World Elements
AYAH DAN IBU



" Ibu itu apa? " Ucap Alaric.


Zera langsung menatap ke arah Alaric dengan wajah terkejut.


" Kau tidak tau siapa ibu? " Tanya Zera yang mendapat gelengan kepala dari Alaric.


Zera menarik nafas nya dan menghembuskan nya pelan, mata nya kini bertatapan dengan Alaric.


" Ibu itu adalah seseorang yang melahirkan kita dan merawat kita sedari bayi. " Ucap Zera.


" Melahirkan? " Kini Alaric juga menatap mata Zera.


" Iya, melahirkan adalah proses di mana ketika seorang ibu sudah mengandung bayi dalam perut selama 9 bulan setelah nya bayi akan lahir di dunia dan di besarkan serta di rawat dengan penuh cinta dan juga kasih sayang. " Ucap Zera.


" Cinta dan juga kasih sayang? Aku sama sekali tidak mengerti. " Ucap Alaric.


" Memang nya kau tidak punya ibu? " Tanya Zera.


" Aku tidak tau, ku rasa tidak. " Ucap Alaric.


Zera terdiam, ia sama sekali tidak dapat berkata-kata.


" Ba- bagaimana dengan ayah? " Tanya Zera.


" Siapa itu? " Tanya Alaric.


" Ayah adalah seorang pria yang hebat, dia akan melakukan apapun demi melindungi anak nya sekaligus menjadi tulang punggung keluarga yang mencari makanan, minuman, dan juga tempat tinggal yang nyaman untuk anak nya. " Ucap Zera.


" Jadi ayah itu seperti kesatria, begitu? " Ucap Alaric.


" BUKAN.. BUKAN... BUKAN.. " Kini Zera menghembuskan nafas nya.


Hening..


Zera merogoh jam saku perak nya, melihat jam di sana, ia kemudian menatap ke arah Alaric yang kini memandangi tanaman sekitar nya seolah menghindar dari pandangan nya.


" Ayo, kita pergi ke aula. " Ucap Zera.


" Apa? Memang sudah waktu nya? " Tanya Alaric.


" Sudah waktu nya, malahan kita terlambat. " Ucap Zera.


" APA??!!! Terlambat? " Alaric langsung berdiri dari duduk nya dan langsung menarik tangan Zera dengan cepat menuju aula.


Saat sampai di aula, Zera dan juga Alaric langsung mendapat tatapan dari semua murid yang ada di sana.


Zera berusaha untuk menghindari tatapan mereka, Alaric melirik sedikit ke arah Zera kemudian langsung menarik Zera ke belakang punggung nya.


" Maaf kami terlambat Pak Dian, kami kebetulan tersesat saat menuju aula dan tak sengaja saling berpapasan. " Ucap Alaric.


" Benarkah? Zera? " Pak Dian menatap ke arah Zera.


Zera menarik nafas nya pelan kemudian menatap balik ke arah Pak Dian.


" Benar Pak. " Ucap Zera.


" Baiklah, kalian boleh duduk. " Ucap Pak Dian.


Karena Zera dan juga Alaric datang paling terakhir hanya tersisa tempat duduk di belakang, akhir nya mereka pun duduk bersama dan mendengarkan materi yang di sampaikan Pak Dian.


" Karena kalian baru masuk, aku akan memberi tau tentang ujian yang akan di adakan besok. " Ucap Pak Dian.


" Ujian? Bukan kah kita baru masuk, kenapa langsung ada ujian? " Salah seorang murid bertanya.


" Untuk mengukur sekuat apa kekuatan sihir kalian, masing-masing akan di undi secara acak dan saling bertarung, kalian bebas menggunakan kekuatan sihir kalian untuk mengalahkan lawan kalian asalkan tidak melukai dan juga tidak membunuh. " Ucap Pak Dian.


Semua murid langsung diam.


" Baiklah, sekian untuk materi hari ini, ujian akan di mulai pukul 8 datang lah tepat waktu, Alaric dan Zera, kalian juga. " Ucap Pak Dian yang setelah keluar dari kelas.


" Saling melawan untuk mengukur tingkat kekuatan sihir... " Ucap Alaric.


" Contoh nya seperti apa? " Tanya Zera.


" Hanya menggunakan kemampuan sihir untuk mengalahkan lawan yang di pilih secara acak. " Ucap Alaric.


" Hmmm, padahal ku pikir akan ada ujian tulis. " Ucap Zera.


" Jika ujian tulis, aku yakin aku akan langsung kalah dari mu, mengingat nilai ujian tulis mu paling tinggi. " Ucap Alaric.


" Tapi ini kan ujian sihir, aku pasti akan menang." Ucap Alaric.


" Hei, Zera, apakah menurut mu kita akan saling berhadapan saat ujian sihir? " Tanya Alaric sambil menatap ke arah Zera.


" Ku rasa tidak deh, tapi tergantung, kan pemilihan lawan nya di pilih secara acak, jadi bisa iya bisa juga tidak. " Ucap Zera.