
Hai para pembaca 👋🏻
•
•
•
•
•
•
Hingga keributan di depan menarik perhatian felly untuk melihat apa yang terjadi.
Felly pun berjalan kearah kerumunan bisa dilihat jika banyak sekali warga sedang mengerumuni sesuatu.
Felly menerobos kerumunan, dan sampai didepannya bisa dilihat seorang pemuda sekitar berumur 16 dengan pakaian lusuhnya dan seorang pria sekitar berumur 40 tahun sedang menuduh pemuda tersebut.
"dasar pencuri masih tidak mau mengaku hah! " teriak pria tersebut sambil menunjuk pemuda yang sudah tersungkur karena pukul.
"saya tidak mencuri" ucap pemuda itu berdiri dan menatap pria didepannya.
"masih tidak mau mengaku hah, ini buktinya kau mencuri daganganku" ucap pria tersebut marah sambil menunjukan sebuah jepitan giok yang berada di tangan pemuda itu.
"saya menemukannya jatuh saya berniat mengembalikan pada anda, tapi anda malah menuduh saya duluan" ucap pemuda itu tegas sorotan matanya memancarkan keberanian yang teguh, membuat felly tertarik.
"omong kosong aku tau kau mencurinya, dan ketauan olehku makanya kau bilang, kau menemukannya terjatuh cepat ganti rugi 5× lipat dari harganya" ucap pria yang sepertinya pedagang yang menjual jepitan giok tersebut.
"saya tidak mencurinya" ucap pria itu tetap tegas.
"kau--" ucap pedagang tersebut ingin memukul pemuda didepannya menggunakan kayu yang dia dapat disamping kiosnya.
felly maju dengan cepat dan menangkap kayu itu menggunakan tangannya, membuat semua orang terkejut karena kemunculnya tiba-tiba.
"hey gadis kecil jangan ikut campur urusanku" ucap pedagang yang mau memukul pemuda yang dituduh mencuri.
pedagang tersebut juga terkejut akan kemunculan felly, hanya seorang pendekar atau ksatria yang hanya bisa memiliki kecepatan ini, jadi ia ga bisa menyinggung seseorang walaupun itu gadis kecil.
"jangan ikut campur? ke..ke..ke" ucap felly sambil terkekeh.
"pemuda ini dari tadi sudah bilang tidak mencuri dan kau masih menuduhnya, kalo dia mencuri tidak mungkin dia mengembalikan barang curiannya, pasti ia tau nanti akan dikeroyok warga dan pasti kalau kau menuduh terus,,,,,,kau memerasnyakan." sambung felly dengan nada dingin membuat semua orang gemetar ketakutan dan para warga yang menonton membenarkan perkataan felly.
'benar kata gadis kecil ini, mana mungkin pria itu mencuri'
'mana ada pencuri mau balikin barangnya'
'apa pedangan itu bodoh'
'ternyata mau memeras pemuda ini, kasihan'
'cih ternyata pedagang licik'
pedagang yang mendengar perkataan felly dan bisikan warga sekitar yang mencemoohnya sangat marah dan emosi.
"kau-- awas saja kau" ucap pedagang tersebut emosi sambil merampas jepitan giok tersebut dan berlalu pergi kekiosnya.
"Bubar" ucap felly dingin pada kerumunan warga yang masih berkumpul padahal sudah selesai masalahnya.
para warga pada bubar ketika mendengar nada dingin dari felly serta aura dinginnya, mereka semua kembali ke kios dan aktivitas mereka.
"terimakasih nona sudah menolong saya" ucap pemuda tersebut sopan.
"hmm ikutlah denganku" ucap felly datar sambil berlalu pergi diikuti pemuda tersebut.
"kita akan kemana nona, saya harus segera berkerja" ucap pemuda itu sambil terus mengikuti felly.
felly tak menjawab ia memasuki rumah makan yang bertuliskan 'kedai wang' felly ingin sekali menyicipi makanan didunia ini, saat memasuki rumah makan yang memiliki 4 tingkat, lagi-lagi felly menjadi pusat perhatian hingga seorang pelayan menghampirinya
"selamat datang kedai wang kami nona" ucap seorang pelayan wanita ramah bisa dilihat dari pakaian felly seperti seorang nona muda bangsawan.
"hm saya ingin makan dan menyewa ruang vip dekat dengan jendela" ucap felly datar.
"mari ikut saya nona" ucap pelayan tersebut menunjukkan jalan.
kami ber-3 menaiki tangga ke lantai dua, dan menuju ke sebuah pintu yang lumayan bagus bertuliskan VIP.
"ini Ruang VIP-nya khusus bangsawan nona" ucap pelayan wanita itu sambil menunjukan kepintu tersebut.
"kalau dilantai 3 dan 4 khusus apa?" ucap felly kepada pelayan tersebut.
"kalo lantai 3 khusus penjabat tinggi dan orang penting kerajaan ini nona, kalo lantai 4 khusus keluarga kerajaan" jelas pelayan tersebut.
"hn baik bawakan makanan enak di kedai ini dan siapkan teh terbaik juga" ucap felly sambil masuk diikuti pemuda yang tadi ia tolong.
"baik nona, silahkan tunggu dalam biar pelayan ini siapkan" ucap pelayan tersebut sambil meninggalkan felly dan pelayannya, pelayan wanita itu mengira kalo pemuda tersebut pelayannya.
saat memasuki ruangan tersebut lumayan besar dengan meja yang menyatuh dekat jendela.
hingga pelayan wanita itu datang lagi mengantar makanan.
"ini makanan terbaik yang kami miliki berserta teh terbaik juga" ucap pelayan tersebut sambil menata makannya diatas meja.
"berapa harganya semua?" ucap felly datar.
"semuanya jadi 4 koin emas nona" ucap pelayan tersebut.
"ini ambil, sisanya buat kamu" ucap felly sambil mmengambil koin dari kantong kecil yang sengaja felly pasang dipinggangnya agar mempermudah mengambil koin tersebut tanpa dicurigai karena mana mungkin felly mengambil dari cincin dimensi yang berkualitas bagus, karena dibenua ini yang mempunyai cincin dimensi hanya sedikit sekali hanya raja, serta pendekar tingkat tinggi sedangkan yang lainnya memiliki cincin ruang dengan ukuran berbeda beda serta harganya yang mahal sekali.
pelayan tersebut mengambil ternyata felly memberikannya 5 koin emas.
"terimakasih tamu terhormat" ucap pelayan tersebut sambil berlalu pergi hanya menyisahkan felly dan pemuda tadi.
"makanlah gege aku tau kau lapar, nanti akanku jelaskan maksud membawamu kesini" ucap felly datar.
akhirnya pemuda tersebut mendekat dan duduk didepan felly dan memakan makanan didepannya, felly mencobai makanan ini dan rasanya hambar serta keasinan.
felly tak melanjutkan makannya dan hanya minum teh sambil menunggu pemuda didepannya, setelah selesai makan pemuda tersebut menatap felly.
"ada apa kau membawaku kesini nona, kalau kau ingin menjadikanku sebagai budakmu atau pelayanmu aku tak sudi" ucap pemuda itu tegas, sendari tadi pemuda itu waspada disekirar felly karena merasakan auranya tadi saat menolongnya.
"ikutlah denganku" ucap felly, ia menginginkan pemuda tersebut mengikutinya karena ia melihat bakatnya sangat bagus, dan lagi ia tak mempunyai keluarga.
"saya sudah bilang nona kalo saya tak mau menjadi bu--" ucap pemuda tersebut terpotong.
"aku tak akan menjadikanmu budak gege, ikutlah denganku melihat dunia luar dan menjadi kuat agar bisa balas dendam" ucap felly tegas, iya bisa membaca fikiran pemuda didepannya keluarga pemuda tersebut dibunuh oleh salah satu keluarga bangsawan di kerajaan ini.
"ba bagaimana kau tau kalo aku ingin balas dendam" ucap pemuda tersebut terkejut.
"gege tak perlu tahu, aku tahu dari mana Yang pasti ikutlah denganku agar bisa membalaskan dendam keluargamu serta menjadi kuat dan menjelajahi benua ini dan aku tak suka orang yang berkhianat" ucap felly diawalin nada tegas dan berakhir dengan nada dingin, serta memancarkan aura yang sangat kuat.
"baik saya akan mengikutimu nona dan berjanji takkan mengkhianati nona" ucap Pemuda tersebut, sambil berdiri dan berlutut didepan felly dengan lutut menyentuh lantai dan satu lagi ditekuk dengan tangan didada sambil hormat didepan felly.
pemuda tersebut tak ragu untuk mengikuti felly karena Aura yang dipancarkan felly serta sosoknya seperti seorang pendekar dan lagi Iya bisa mengetahui tentang rencana balas dendamnya dan membantunya untuk balas dendam serta mengajaknya melihat dunia luar.
"bangunlah tak perlu berlutut seperti itu aku sudah menganggap kau seperti gegeku" ucap felly sambil membantu pemuda didepannya bangun.
"siapa namamu ge?" ucap felly
"namaku sin nona" ucap pemuda tersebut sempat terkejut dengan perubahan sikap serta kebaikan felly.
"jangan panggil aku nona, panggil aku felly gege, dan lagi mulai sekarang nama gege lou sin" ucap felly sambil mengerucut bibir membuat sin terkekeh dan mengelus rambut felly, ketika felly bilang sudah menganggapnya seperti gegenya, sin teringat adiknya yang meninggal ia berjanji akan menjaga felly.
"iyaa maafkan gege oke" ucap sin masih mengelus kepala felly lembut sambil tersenyum.
felly yang melihat itu merasa hangat dan kangen, biasanya bang reza yang mengelus kepalanya seperti ini.
"nah ini wajahku gege harus ingat wajahku ya" ucap felly sambil melepaskan topeng rubahnya, membuat Sin terpesona karena kecantikan yang luar biasa, kecantikannya seperti arti dewi.
"cantik" gumam sin tanpa sadar.
" tentu adikmu ini cantik sekali tahu gege" ucap felly percaya diri membuat sin lagi-lagi terkekeh akan kepercayaan diri felly.
" iya adik gege mah cantik sekali, itu sebabnya Kamu memakai topengkan" ucap sin.
"betul gege, apakah gege tau dimana penjualan rumah kita butuh rumah untuk tinggal disini gege" ucap felly sambil menatap gegenya.
Sin hanya mengangguk dan mereka berdua lalu keluar dari kedai tersebut, saat perjalanan mereka berdua mampir ke toko baju untuk membeli baju sin dan wei'er, sin sempat bertanya siapa wei'er dan felly menjawab.
"nanti akanku kenalkan ke gege" ucapnya sambil membayar berapa pasang baju.
mereka berdua keluar dan mampir ke penginapan agar sin bisa berganti baju dan membersihkan tubuh, Setelah berganti baju sin terlihat lebih tampan.
mereka berdua berjalan ke tempat penjualan rumah sampai di biro penjualan mereka disambut oleh pegawai laki-laki.
"selamat datang nona dan tuan rumah seperti apa yang kalian butuhkan?" ucap pengawai ramah.
" kami membutuhkan rumah yang besar jauh dari keramaian serta memiliki halaman yang luas" ucap felly datar
" kebetulan rumah seperti nona ingin kan kebetulan ada satu dan itu letaknya di pinggir ibukota, tapi harganya lumayan mahal." ucap pengawai tersebut.
"berapa?" ucap felly datar.
"100 koin emas" ucap pengawai tersebut ragu-ragu.
"ambil ini" ucap felly melemparkan sekantong uang, pegawai tersebut mengambilnya dan memeriksanya ternyata uang koin emas berjumlah 110 koin emas.
"sisanya untukmu" ucap felly, pegawai tersebut kaget dengan sisanya, karena gajinya tak sampai 5 koin emas, satu koin emas dapat menghidupkan keluarga sederhana.
" terimakasih tamu terhormat, mari saya antarkan para tamu terhormat kerumah yang sudah dibeli." ucap pegawai tersebut sambil
mereka bertiga berjalan ke arah selatan dan sampai ke sebuah rumah yang besar, mereka bertiga masuk ke dalam rumah tersebut dengan halaman yang luas serta danau buatan dengan jembatan di tengah-tengahnya, setelah pegawai tersebut mengantarkan tamu terhormat nya ya pamit untuk kembali bekerja lagi.
"mulai sekarang ini rumah kita gege, yang bernama kediaman luo ayo masuk ge" ucap felly sambil mengajak gegenya masuk untuk melihat rumah baru mereka.
Nah jangan lupa like, vote dan komen ya para pembaca, semoga kalian ga bosen dengan novel buatanku👋🏻