
Hy para pembaca setiaku!šš».
Jangan lupa mampir kenovelku yang satu lagi okeš.
°
°
°
°
°
Pertandingan dilanjutkan hingga terakhir melawan Jendral kerajaan Han.
Kerajaan han sendiri kerajaan terbesar pertama dan penghasil jenius pembudidaya QI.
Tidak heran jendral kerajaan ini berada ditingkat raja pertarung tahap akhir lebih tinggi satu tingkat dari kultivasi raja tang.
Jendral dikerajaan ini dikenal sangat bruntal dan kejam, ia bahkan tak segan segan membunuh bayi yang baru lahir.
Selain terkenal kekejamannya dan kebruntalannya ia bahkan dikenal angkuh dan sangat sombong sekali.
Tidak heran jika rajanya cangkok bawahanya saja modelnya seperti ini.
"pertandingan selanjutnya menentukan siapa yang menang, kali ini lawannya jendral kerajaan han yang diberi julukan dewa perang" ucap kasim lantang.
Sorak sorai dari para penonton yang penasaraan akan pertandingan ini tidak sabaar ingin menyaksikannya.
Lalu naiklah seorang pria tampan dari mukanya saja sudah terlihat bahwa dia seorang yang angkuh, sombong, kejam dan bruntal.
"gadis kecil lebih baik kau menyerah, kau tidak akan menang dariku yang diberikan julukan dewa perang." ucap jendral han sambil memasang smirik, matanya memancarkan kilatan hinaa dan seakan mengatakan kau tidak cocok bertarung denganku.
"hei paman kita belum tau siapa yang menang nantinya dan lagi julukan dewa perang tidak akan berarti lagi bagimu" ucap luo ran dingin, angkuh dan sombong.
Kalian harus ingat jika luo ran itu seorang leader mafia jadi keangkuhannya, kesombongannya dan sifat dinginnya tidak ada yang bisa mengalahkan sikapnya yang ini.
Jendral han yang mendengar ucapan dari luo ran serta sikapnya yang seperti langsung emosi seketika, ingat jika jendral han gampang emosian.
Saat kasim menyatakan pertandingan dimulai, jendral han segera maju dan mulai menyerang luo ran.
"jurus cakar harimau" teriak jendral han, jurus ini membuat sang pengguna bisa melukai musuh dengan cakar yang mirip dengan harimau jika ditambahkan tenaga dalam jurus ini cukup mematikan.
Sedangkan luo ran yang melihat itu hanya tersenyum miring saat sedikit lagi hampir mendekati, luo ran langsung menghilang membuat serang tersebut mengenai tempat berdirinya luo ran hingga retak dan hancur.
Jendral han yang melihat serangnya hanya mengenai arena, ia melirik sekitar mencari keberadaan luo ran.
Bugh
Jendral hal terpukul mundur akibat serang mendadak, ia bahkan tidak merasakan hawa keberadaan luo ran padahal ia sudah melepas tenaga dalamnya untuk merasakannya.
"cih dasar ******" desis jendral han marah sambil menghapus darahnya disudut bibir.
"kalo marah marah ga baik paman, nanti kaga ada yang suka lo" ucap luo ran sambil memandang jendral han polos.
Sedangkan jendral han yang dipanggil paman langsung saja marah, ia gimana ga mau marah di masih muda dipanggil paman dan lagi tadi dia bilang kaga ada yang sukai apanya bahkan perempuan yang melihat dia tergila-gilaa sungguh semakin emosi memikirannya.
Jendral han segera maju sambil mengeluarkan pedangnya yang sudah teralir tenaga dalamnya yang besar, lalu maju ke arah luo ran dengan kilatan marah yang tercetak jelas.
Kerajaan han yang melihat jendral terkuat mereka sampai mengeluarkan pertanda bahwa orang itu sama kuatnya, tapi raja han sampai binggung padahal yang dihadapi adalah gadis kecil tanpa tenaga dalam sedikitpun hanya memiliki sihir dan ilmu belaa diri.
"jurus tebasan membelah laut" teriak jendral han seketika gelombang tenaga dalam yang besar mengarah ke luo ran dengan sangat cepat.
Para penonton, guru-guru perguruan, dan 4 kerajaan yang melihat salah satu jurus mematikan jendral han terkejut, karena hanya menghadapi seorang gadis kecil dan jurus tersebut biasanya memakan tenaga dalam yang besar.
Luo ran tidak menghindar dan masih berdiri diam disana, orang-orang menganggap luo ran bodoh karena tidak menghindar.
"seni bela diri : tubuh baja" gumam luo ran sambil memasang smirik.
Jurus tersebut langsung mengenai luo ran menciptakan ledakan yang besar.
Orang tidak bisa melihat apa yang terjadi pada luo ran karena debu sekitar menutupinya, tapi mereka yakin luo ran tidak baik-baik sajaa terkena jurus mematikan dari seorang jendral yang mendapatkan julukan dewa perang.
Perlahan debu disekitar arena menghilang menampilkan sosok yang masih berdiri kokoh ditengah arena.
Bagaimana bisa seorang baik-baik setelah terkena jurusan mematikan bahkan jendral kerajaan terluka cukup parah terkena jurus ini sedikit.
Tapi gadis kecil diarena tersebut tidak hanya baik baik saja tapi ia juga tidak terluka sungguh sulit dipercaya.
"paman jurusmu terlalu lemah" ucap luo ran menatap jendral han remeh, sungguh mereka semua ingin muntah darah saat luo ran bilang jurus tersebut lemah.
Sedangkan jendral han juga tak kalah terkejut mengetahui jurus andalannya tidak melukai gadis kecil dihadapannya, dan lagi setelah mendengar ucapan dari gadis kecil itu tentang jurusnya lemah membuat ia marah seketika, wajah jendral han sudah memerah menahan amarah.
"dasar ****** rasakan jurus mematikanku yang satu ini, kujamin tubuhmu langsung tercabik-cabik" ucap jendral han marah sambil berlari ke luo ran.
"jurus tikaman harimau" teriak jendral han lantang mengarahkan serangan dengan jumlah tenaga dalam yang besar ke luo ran.
Luo ran yang melihat itu hanya tersenyum, sedangkan raja han sudah serius mukanya ia tau betul diantara jurus mematikan inilah yang paling mematikan.
Lagi lagi serang tersebut mengenai luo ran, dan hal sama terjadi lagi luo ran terlihat baik baik saja, sedangkan jendral han sudah lemah dan nafasnya tidak teratur karena memakai banyak tenaga dalam.
"sekarang giliranku paman" ucap luo ran lalu ditangan kanannya muncul sebilah pedang yang cantik.
"jurus pedang peri malam" ucap luo ran.
Lalu badan luo ran bergerak menciptakan jurus pedang yang indah bagaikan tarian peri, tapi setiap tarian terdapat ketajaman ilmu berpedang.
Setiap gerakan bagaikan peri malam yang indah mereka semua terlena akan keindahan jurus pedang tersebut walaupun luo ran memakai topeng mereka pasti tau terdapat keindahan yang luar biasa dibalik topeng hitam tersebut.
Yang mereka tidak sadari setiap gerakan luo ran melukai setiap tubuh jendral han, sekarang jendral tersebut dipenuhi luka luka goresan yang tidak sedikit, hingga jurus tersebut berakhir dan pedang luo ran tepat di leher jendral han.
Semua orang yang baru menyadari hal tersebut terkejut, sejak kapan jendral han terluka dan kapan pedang tersebut berada dileher jendral han.
Sungguh kondisi jendral han tidak bisa dijelaskan lagi, bahkan kerajaan han sangat takut bahwa luo ran membunuh dewa perang mereka.
"hei paman ingatlah ini ādiatas langit masih ada langitā" ucap luo ran dingin sambil memandang jendral han dengan tatapan tajam.
Semua orang bergidik ngeri dan juga binggung dengan peribahasa luo ran.
"maksud dari perkataanku adalah di dunia ini ada yang jauh lebih kuat dari paman jadi jangan sombong dan congkak, baru memiliki kekuatan segini kau sudah berani menyombongkan kau tidak tau di dunia luar berdapat banyak orang hebat" ucap luo ran lagi sambil menatap manik hitam pekat milik jendral han yang sudah berlutut ditanah dengan kondisi lemah.
Sedangkan jendral han mengerakan gigi karena tidak menerima dikalahkan oleh gadis kecil apalagi di nasehati seperti itu.
Buru buru raja han menyuruh kasim mengumumkan pemenangnya saat melihat luo ran tidak berniat membunuh jendralnya.
"Pertandingan ini dimenangkan oleh pendekar yang hebat" ucap kasim lantang sambil menujuk luo ran.
Luo ran juga sudah menurunkan pedangnya dan menyimpannya kembali keruang dimensi.
"ambil ini paman walaupun aku terlihat begitu dimatamu, tapi aku tidak mau dianggap tidak adil karena memberikan pill penyembuhan kepada jendral lainnya tapi tidak denganmu" ucap luo ran melemparkan satu butir pill penyembuhanan.
...
"Karena anda adalah pemenang kompetisi ini, anda bebas ingin menjadi jendral dikerajaan manaa" ucap raja tang berwibawa sambil menatap luo ran dari atas disinggasana ia berharap luo ran akan memilih kerajaannya.
Setelah pertandingan tersebut luo ran dipanggil keaula istana untuk memilih ia ingin menjadi jendral dikerajaan mana.
Di aula tersebut sudah berkumpul semua orang yang memiliki kedudukan dibenua ini.
Saat memasuki aula luo ran menunduk sedikit tanda penghormatan.
Setelah mendengar ucapan dari raja tang luo ran berjalan ke arah raja aksum.
"mulai sekarang saya akan menjadi jendral dikerajaan anda yang mulia" ucap luo ran tegas sambil menekuk satu kakinya dan kedua tangannya berada didepan membentuk sebuah tanda hormat.
Semua orang diruang tersebut terkejut bukan main karena pilihan luo ran, tapi luo ran mengabaikannya saja dan memilih melihat raja aksum yang masih terkejut.
"apa anda yakin ingin menjadi jendral dikerajaan aksum?" tanya raja han.
"tentu saya bersumpah setia kepada kerajaan aksum, saya rela mengorbankan nyawa saya untuk melindungi kerajaan ini" ucap luo ran tegas sorotan matanya memancarkan tekad yang kuat dan itu tidak luput dari pandangan raja aksum serta putra mahkota.
"baiklah zhen menerima anda menjadi jendral dikerajaan zhen" ucap raja aksum tegas dan berwibawa.
Sedangkan putra mahkota tersenyum smirik.
ākita akan sering ketemu gadis kecilā
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL AKU YANG INI:))