
Hai para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
°
°
°
°
°
Luo ran menarik kedua orang pria tersebut menjauh dari kerumunan.
Mereka berjalan ke tempat agak sepi dan tidak berisik sama sekali.
"menyebalkan sekali" ucap luo ran saat mereka sudah berada ditempat tidak terlalu ramai.
Pegangan pada tangan tang chen terlepas, tapi tidak dengan tang san luo ran masih memegang erat ia kira mungkin itu tang chen gegenya.
"apa anda tidak apa nona berkelompok dengan kami?" tanya tang chen cemas lebih tepatnya pura-pura cemas.
Luo ran yang melihat akting kakaknya ini hanya bisa geleng kepala jika didunianya jika kakaknya berakting seperti ini pasti dijamin mendapat piala oscar.
"tidak masalah, saya paling benci orang yang seperti itu" ucap luo ran kesal.
"n nona i itu,,," ucap tang san grogi, gugup dan pipinya sudah semerah tomat.
"apa" ucap luo ran polos, membuat tang san semakin memerah mukanya dan merasa gemass sama luo ran.
"ini" ucap tang san sambil melirik tangannya yang masih digadeng luo ran.
"ah maaf saya tidak sengaja" ucap luo ran sambil melepaskan tangan tang san.
"ti tidak apa-apa nona" ucap tang chen gugup, bahkan jantungnya sudah berdetak lebih cepat.
Sedangkan tang chen yang melihat sikap gegenya yang tidak seperti biasanya, ia menebak pasti gegenya jatuh hati dengan luo ran.
"kalo begitu ayo kita mulai berburu yang lainnya sudah berangkat" ajak luo ran karena kasim sudah mengumumkan bahwa lomba berburu dimulai 5 menit yang lalu.
Tidak lama datanglah berapa orang yang mengantarkan tiga kuda dan perlengkapan berburu, salah satunya kuda yang dibawa adalah milik luo ran yang tadi ditinggalkan.
"terimakasih chu" ucap tang san kepada bawahannya.
"sama sama yang mulia" ucap chu pengawal bayangan sambil memberikan talinya kuda kepada tuannya.
"terimakasih" ucap luo ran datar sambil menerima tali kudanya.
Hiyaat
Luo ran melopat langsung kekudanya yang berwarna putih dengan mudah.
Disusul dengan yang lainnya menaiki kuda masing-masing dan mengambil perlengkapan berburunya.
"non--"ucap tang san terpotong.
"panggil ran ran saja" ucap luo ran sambil memandang tang san.
"a ah iya r ran ran apa kau tidak membawa alat berburu?" tanya tang san gugup karena ditatap.
"maksudnya ini" ucap luo ran, tiba tiba ditangannya muncul satu busur yang sangat indah.
"iya, dimana panahnya ran ran" tanya tang san, ia kagum dengan busur yang sangat indah milik luo ran tapi juga binggung karena tidak ada panahnya.
"oh ini cara pakainya tinggal tarik aja dan bayangkan tercipta panah ditarikannya tersebut, lalu arahkan ke sasarannya dan saat dilepas nanti akan muncul panahnya menuju target" jelas luo ran, tang san mengangguk paham.
"ayo berangkat" ajak luo ran.
"tunggu" teriak pria tampan dari jarak yang lumayan jauh, ia memacu kudanya cepat ke arah 3 orang didepannya.
"apa saya bisa bergabung juga dikelompok ini" ucap pria tampan saat sudah didepan luo ran, tang chen dan tang san.
"tentu putra mahkota aksum" ucap tang san ramah.
Sedangkan luo ran tidak peduli dengan pria menyebalkan ini.
Luo ran sangat terkejut? Kenapa harus pria menyebalkan dan menjengkelkan ini pikir luo ran.
Diam-diam putra mahkota melirik ke gadis yang tidak peduli dengan kehadirannya.
Ia sengaja ikut kelompok ini karena sendari awal dia melihat gadis yang bikin dia tertarik mengobrol dengan sangat ramah serta sopan dengan pria lain dan itu membuat putra mahkota tidak suka hatinya sangat panas melihat pemandangan yang merusak mata, makanya ia memilih bergabung.
"ayo berangkat ge" ajak luo ran kepada kedua pria tampan kecuali pada putra mahkota.
Putra mahkota yang melihat dirinya dicueki ia sangat tidak suka sama sekali sungguh, tapi sedetik kemudian menyeringai seram.
‘kau sungguh menarik jendral kecilku, saat nanti kau resmi menjadi jendral dikerajaanku akan kubuat engkau selalu disisiku’-batin putra mahkota sambil mengikuti 3 kuda didepannya memasuki hutan.
Mereka semua mulai memasuki area berburu yaitu hutan yang lumayan rimbun, cuacannya disini lumayan terik dan agak panas.
Tidak lama mereka masuk kehutan, mereka sudah menemukan buruan.
Class
Clapp
Luo ran berhasil membidik kijang tersebut, ia berdiri dikuda dan langsung lompat dimana kijang tersebut sudah tidak berdaya ia membawa buruannya kekuda.
"kau hebat sekali ran ran" ucap tang san sambil tersenyum.
"terimkasih ge" ucap luo ran menaiki kuda sambil tersenyum manis ke arah tang san.
Deg deg deg
Lagi lagi jantung tang san berdetak cepat saat melihat senyum luo ran, mukanya bahkan sampai merona merah.
Mereka akhirnya memilih melanjutkan berburu.
Sudah banyak sekali buruan yang mereka dapatkan, di masing masing kuda sudah penuh akan buruan yang mereka.
"sampai kapan kalian ingin mengikuti kami, keluar" ucap luo ran dingin.
Sedari tadi luo ran dan tang chen sudah mengetahui bahwa mereka diikuti oleh segerombolan serangga.
Sedangkan kedua pria yang tampan yang tidak menyadarinya dan mendengar ucapan dingin luo ran seketika mereka waspada.
Mereka para pembunuh bayaran yang membunuh musuhnya dengan kejam dan bruntal mereka berkerja untuk uang, asal ada uang siapapun bisa menyewa pembunuhan bayaran tersebut.
Selain dikenal membunuh musuhnya kejam dan bruntal, saat membunuh semua targetnya tidak menyadari keberadaannya.
Tapi pembunuh bayaran ini paling takut hanya dengan satu organisasi yaitu ‘Mafia black lotus’ organisasi inilah yang bisa menyadari keberadaan mereka dan bisa memusnahkan organisasinya.
Kali ini mereka mendapatkan misi untuk membunuh pangeran ke-3 dan pangeran ke-2 serta mendapatkan tambahan misi yaitu membunuh seorang jendral yang baru menang dikompetisi makanya mereka mengirimkan orang paling kuat diorganisasi mereka.
Tapi kali ini mereka dibuat terkejut karena targetnya mengetahui keberadan mereka dan temannya.
"kalian mau keluar sekarang atau akan kubuat kalian keluar dengan cara kasar" ucap luo ran dingin tidak lama pohong disekitar mereka ada pergerakan.
Tidak lama turunlah puluhan orang berbaju hitam menutupi setengah wajahnya menggunakan kain hitam.
Jumlah mereka yang banyak membuat ke-4 orang tesebut terkepung, mereka ber-4 menatap pembunuh bayaran dengan pandangan tajam.
"heh gadis kecil lumayan juga kau hebat, gimana kalo ikut diorganisasi kami" ucap seorang berpakaian hitam yang sedikit berbeda dari mereka.
Bisa dipastikan ia pemimpin kelompok mereka.
"hai paman kalau kau bisa mengalahkanku, aku akan bergabung organisasimu" ucap luo ran sambil menyeringai seram.
"heh baik gadis kecil, tapi kau juga harus menjadi wanitaku" ucap pria berbaju hitam agak berbeda.
Mendengar ucapan pria tersebut ingin menjadikan luo ran wanitanya, kedua pria tampan tersebut marah sekali saat ingin menyerang luo ran menghentikan mereka.
"berhenti ge biar aku saja yang menghadapinya tolong percayalah denganku" ucap luo ran berusaha menenangkan ke dua pria tampan tersebut.
Sebelum kedua pria tampan menjawab luo ran lebih dulu melompat dengan memegang pedang yang ia beli diacara lelang ditangan kanannya.
"dalam mimpimu saja paman" ucap luo ran memandang jijik ke pria tersebut.
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan JANGAN LUPA VOTE NOVEL INI JUGA YA:))