
Hai para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
°
°
°
°
°
Keesokan harinya
Hari ini adalah hari perjamuan empat kerajaan dan besok adalah hari terakhir para tamu berada dikerajaan tang.
Selain perjamuan bakal diadakan pemilihan bakat, biasanya para nona ataupun putri kerajaan yang belum menikah akan menunjukkan bakatnya agar bisaa menikahi salah satu pangeran.
Dari pagi semua orang sudah sibuk untuk tampil rapih diperjamuan kali ini bahkan toko pakaian milik luo ran sudah ramai pengunjung dipagi hari.
Rata-rata pengujungnya adalah nona muda dan putri kerajaan mereka semua ingin memakai pakaian cantik dan berdandan cantik untuk perjamuan nanti.
Sedangkan hanya satu orang saja yang santai akan hal tersebut ia lebih memilih menikmati teh digazebo sambil bersantai.
"ran ran apa kau tidak ingin memilih baju untuk perjamuan nanti malam? Gege melarangmu memakai baju laki-laki" peringatan pria tampan yang itu luo sin.
"hah ge apa masalahnya kalo pake baju laki-laki kan lebih nyaman" ucap luo ran santai.
"pokoknya tidak boleh pakai baju laki-laki" peringat luo sin lagi.
"haish iyaa --" ucap luo ran terpotong.
"salam queen, maaf mengganggumu" ucap seseorang berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul dan menunduk hormat.
"ada informasi apa?" ucap luo ran santai suasana hatinya lagi baik hari ini.
Orang berpakaian serba hitam menyampaikan informasi tentang rencana putra mahkota kerajaan tang yang ingin mempermalukannya.
Selesai menyampaikan informasi tersebut, suasana disekitar berubah mencekamkan.
Luo sin dan pengawal bayangan yang merasakan aura tersebut menenguk salivatnya susah payah, mereka tau pasti gadis cantik didepan mereka sedang marah.
"kau tau kan apa yang harus dilakukan" ucap luo ran sambil menyeringai seram.
"saya tau Queen" ucap orang berpakaian serba hitam.
"kalau begitu kau bisa pergi" ucap luo ran.
Orang berpakaian serba hitam langsung menghilang dari hadapan luo ran dan luo sin.
"pasti akan ada pertunjukan bagus" ucap luo sin sambil ikut duduk.
"heh tentu nanti aku minta tolong gege buat pengawal bayangan si brengsek pergi" ucap luo ran.
"tenang serahkan pada gegemu ini" ucap luo sin.
"siapapun yang berani mengusikku dan orang yang aku sayangi tidak akan memiliki akhir yang baik" ucap luo ran sambil menyeringai seram.
...
Perjamuan 4 kerajaan akan dimulai berapa jam lagi semua orang sudah mulai sibuk untuk mempersiapkannya.
Termasuk para nona muda yang ingin tampil lebih cantik berharap menarik perhatian para pangeran.
Hari menjelang malam mendekati dan waktu perjamuan akan segera dimulai.
Sudah banyak sekali orang yang berdatangan dan memenuhi aula perjamuan.
“Yang mulia raja tang, yang mulia ratu, dan selir kehormatan memasuki aula” Teriak pengawal mengumumkan kedatangan tuan rumah.
Sontak semua orang berdiri dan memberi salam kecuali raja yang lainnya hanya berdiri saja sebagai tanda hormat.
"silahkan berdiri" ucap raja tang sambil mengibaskan tangan kanannya dan langsung duduk disingasananya.
Disamping kanannya terdapat ratu samping ratu terdapat selir agung dan disamping selir agung terdapat selir kehormatan.
Dan disamping kiri raja diisi oleh putra mahkota, pangeran ke dua, pangeran ketiga, pangeran keempat dan pangeran keenam, kerajaan tang sendiri tidak memiliki tuan putri.
Tapi pangeran ke dua dan ke empat telat tiada mereka berdua adalah anak selir kehormatan, mereka berdua meninggal karena dinyatakan sakit dan wargapun turut berduka cita, tapi tidak dengan luo ran dia sangat tau kenapa kedua pangeran tersebut meninggal.
"Yang mulia putra mahkota memasuki aula" teriak pengawal.
Para putri dari kerajaan meng dan han mulai berdiri untuk melihat putra mahkota, bahkan para nona muda sudah ikut berdiri.
Para wanita tidak bisa tidak berbisik bisik mengagumi ketampanan putra mahkota.
‘putra mahkota tampan sekali bahkan jika aku harus jadi selirnya akupun rela’
‘ah tampan sekali coba putra mahkota menjadi suamiku’
‘aku harus bisa mendapatkan putra mahkota’
‘aku iri dengan ketampan putra mahkota’
‘kau benar bahkan dia terkenal jenius dan hebat’
‘selain tampan putra mahkota juga kuat’
Bisik-bisik dari nona muda dan nona bangsawan bahkan para tuan muda ikut memuji
Putra mahkota yang mendengar bisikan dan pujian terhadap dirinya membuatnya semakin bangga dan keangkuhannya makin terlihat, putra mahkota berjalan dengan mengangkat dagunya.
‘bahkan mereka para perempuan tergila gila denganku, tidak mungkin aku tidak bisa menundukanmu apapun caranya kau akan menjadi milikku’-batin tang zhong.
"salam ayahanda, ibunda ratu dan ibunda selir kehormatan" ucap putra mahkota sambil menunduk hormat.
"duduk zhong'er" ucap raja tang sambil mengibaskan lengannya.
"baiklah ayahanda" akhirnya putra mahkota duduk dikursinya.
Sedangkan dimeja khusus keluarga kerajaan aksum, yuan san terus memperhatikan pintu menunggu kehadiran jendral kecilnya. (nama putra mahkota kerajaan aksum sebenarnya Aksum yuan san, author manggilnya yuan san saja ok).
"Yang mulia selir agung, pangeran ketiga, pangeran keempat dan Nona luo ran memasuki aula" teriak pengawal tersebut tentu luo ran di umumkan kedatangannya dia termasuk orang kuat tidak patut menyinggung orang seperti dirinya.
Sontak semua mata memandang pintu yang terbuka lebar tidak lama masuklah wanita paru baya yang sangat cantik, lalu disusul pria tampan yang tampan, disebelahnya terdapat pria yang mengenakan topeng dan disamping wanita paru baya terdapat perempuan bertopeng.
Mereka semua yang berada diaula terpanah akan kecantikan wanita paru baya dan pemuda tampan yang tidak mengenakan topeng reaksi merekapun sama dengan pengawal yang mengumumkan kedatangan mereka.
Bahkan raja tang sampai membelalakkan mata tidak percaya akan hal didepannya begitu juga ratu, selir kehormatan dan putra mahkota.
Sedangkan ke-empat orang tersebut berjalan penuh elegan, angun dan penuh wibawa, perempuan disamping wanita paru baya berjalan penuh dengan aura kepemimpinan serta aura penuh wibawa sorotan matanya sangat tegas, mereka semua tidak mengetahui warna asli bola mata perempuan tersebut karena jika perempuan tersebut memakai topeng bola matanya akan berwarna hitam.
"salam yang mulia raja, yang mulia ratu" ucap wanita paru baya menunduk hormat.
"salam ayahanda, ibunda ratu dan ibunda selir agung" ucap kedua pria ikut menunduk hormat.
"salam yang mulia raja tang, yang mulia ratu dan selir kehormatan" ucap perempuan tersebut menunduk sedikit tanda hormat.
"a apa kau bener selir agung?" ucap raja tang yang masih tidak percaya.
"betul yang mulia" ucap wanita paru baya ialah selir agung, ya selir agung semakin cantik karena pill kecantikan yang diberikan luo ran untuknya.
"kau sangat cantik" ucao raja tang sambil tersenyum bahkan mukanya sudah merona ratu dan selir kehormatan yang melihat tersebut tidak suka lalu memandang selir agung dengan tatapan kebencian.
"terimakasih yang mulia" ucap selir agung, dasar tua bangka tidak tau diri ga bisa liat cakep dikit batin selir agung.
"silahkan kalian duduk" ucap raja tang kembali.
Membuat lamunan semua orang buyar, mereka tidak menyangkan bahwa wanita paru baya yang terlihat cantik adalah selir agung serta pria yang sangat tampan tersebut adalah pria yang dikenal memiliki luka tenaga dalam yang parah.
‘pangeran ketiga bagaimana bisa setampan itu bahkan putra mahkota kalah tampan olehnya’
‘kau benar sepertinya aku jatuh cinta padannya’
‘ketampan yang menyejukan hati’
Putra mahkota kerajaan tang yang mendengar bisikan tersebut mulai emosi ia tidak terima ada yang lebih tampan darinya rahangnya mengeras memandang tang san penuh kebencian.
Perempuan tersebut yang melihat reaksi sekitar hanya tersenyum dingin dasar manusia bodoh yang tidak luput dari iri, dengki dan tamak.
Ya perempuan tersebut ialah luo ran ia berjalan ke meja yang khusus disediakan untuk dirinya.
Saat sudah duduk ditempat yang disediakan untuknya tidak lama.
Brukk
"akak atuh anget ama akak" ucap bocah berusia 5 tahun menubruk badan luo ran lalu memeluknya erat.
‘astaga bocah ini lagi’-batin luo ran sambil menghelakan nafas.
Pasti kalian binggung kenapa luo ran tidak terlalu menyukai anak kecil, nanti akan dijelaskan.
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI OKE.:))