
Hai para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
°
°
°
°
°
"Terimakasih atas penawaran yang mulia raja tang, tapi saya tidak tertarik dengan ikatan pernikahan yang ditawarkan raja tang, karena saya ingin menikah dengan orang yang saya cintai" jawab luo ran datar tiba-tiba ia teringat oleh tunangannya yang mengkhianatinya hingga menembakan peluru beracun tepat dijantungnya, mengingat hal tersebut tanpa sadar luo ran mengeluarkan aura tidak bersahabat.
Lagi-lagi kerumunan kembali berbisik-bisik dengan jawaban yang luo ran berikan.
Ada yang bilang luo ran terlalu angkuh menolak ikatan tersebut ada juga yang senang, luo tidak peduli mereka juga dibuat bungkam dengan aura yang luo ran keluarkan.
Aura yangnya seperti menyimpan dendam yang teramat dalam, sangat dalam membuat semua orang bergidik ngeri.
"ah kalo begitu boleh zhen tau orang seperti apa yang nona luo ran cintai?" tanya raja tang penasaran walaupun bergidik ngeri dengan aura yang dirasakan, tapi niatnya untuk bisa bersekutu dengan luo ran belum putus asa.
"saya tidak butuh orang yang kuat, cukup mereka yang bisa membuat saya bahagia dan merasakan cinta yang luar biasa, saya hanya butuh seseorang yang tulus mencintai saya tanpa memandang harta, tahta dan kekuatannya, karena jika cinta didasarkan harta, tahta dan kekuataannya itu bukan cinta melainkan ambisi yang akan melukai hati saya" jawab luo ran tegas sambil berdiri dengan tegak didepan raja tang, sorotan matanya memancarkan seseorang yang pernah mengalami berbagai rintangan tentang percintaan.
Mereka lagi lagi terkejut sekaligus kagum akan jawaban yang diberikan luo ran, karena selain kuat, cuek, dingin dan acuh tak acuh tapi luo ran memiliki hati yang seperti malaikat banyak para laki-laki lajangan berbisik dan berkata perempuan seperti luo ran patut di miliki.
Sedangkan putra mahkota kerajaan aksum entah kenapa mendengar jawaban luo ran tersenyum senang, ternyata jendral kecilnya menolak penawaran raja tang dan saat mendengar jawaban tentang orang seperti apa yang jendral kecilnya cintai, entah kenapa ia merasa dirinya ingin menjadi orang yang seperti dideskripsikan oleh jendral kecilnya.
Berbeda dengan tang san entah kenapa hatinya berdebar mendengar orang seperti apa yang dicintai oleh luo ran, ia merasa dirinya tepat dengan orang yang dideskripsikan luo ran.
Sedangkan tang chen entah menganggapa hatinya sakit mendengar jawaban adiknya tersebut, kalo bukan gara gara ******** tersebut adiknya tidak akan seperti ini tapi ia juga senang berkat luka yang di dapatinya, adiknya jadi jauh lebih dewasa lagi.
...
Setelah selesai semua orang mulai pergi satu persatu dari kompetisi berburu untuk kembali kekediaman masing-masing agar bisa beristirahat.
Karena lusa acara terakhir yaitu perjamuan 4 kerajaan akan diadakan sebagai acara penutupan.
"kalo begitu saya permisi dulu pangeran ke-3, pangeran ke-5 dan nona risa" ucap Aksum san sambil mengedipkan sebelah mata ke luo ran lalu pergi meninggalkan tempat tersebut, belum saatnya dia memanggil luo ran dengan sebutan jendral.
Luo ran yang melihat putra mahkota mengedipkan mata ke arahnya seketika merinding lalu luo ran mengalihkan tatapannya ke tang chen dan tang san.
"kalo begitu hati-hati yang mulia" ucap tang san ramah.
Sedangkan tang chen hanya mengangguk saja, setelah semua orang pergi dan hanya menyisahkan tang chen, tang san, luo ran dan keempat orang memakai topeng berjalan kearahnya serta prajurit yang membereskan area berburu.
"ran ran" panggil salah satu orang yang berjalan ke arah luo ran.
"kenapa ge?" jawab luo ran sambil menengok ke arah ke-4 orang bertopeng.
"apa kita langsung pulang?" tanya pria bertopeng yang tidak lain luo sin dan ketiga orang tersebut adalah luo wei, Qin satu dan Qin dua.
"kit--" ucapan luo ran terpotong.
"jangan balik dulu ran ran aku akan memperkenalkanmu dengan ibunda" ucap tang chen.
"baiklah gege chen, gege sin dan yang lainnya balik duluan saja aku akan mampir dulu bertemu dengan ibunda gege chen" ucap luo ran.
"yudah gege balik dulu" ucap luo sin.
"hati-hati jie jie" ucap luo wei, mereka berempat memutar badan dan pergi meninggalkan tempat menggunakan ilmu meringankan tubuh dan hilang dalam sekejap.
"ayo ran ran" ucap tang chen sambil menaiki kuda yang diikuti luo ran, sedangkan tang san diam karena binggung dengan situasi didepanya yang adiknya memanggil luo ran dengan sangat akrab seperti sudah mengenal begitu lama.
"chen ini--" ucap tang san terpotong.
"nanti akan aku jelaskan kepada gege, lebih baik kita segera ke tempat ibunda agar aku bisa jelaskan kepada gege" ucap tang chen yang sudah tau apa yang ingin ditanyakan gegenya ini.
Akhirnya tang san memilih menaiki kudanya dan mereka memacu kudanya menuju kediaman ibunda tang chen dan tang san.
Sesampai di kediaman bagian timur istanan mereka disambut oleh prajurit yang mengabdi kepada selir agung raja.
Ya ibunda tang chen dan tang san adalah selir agung bernama Xiao Yin.
Kerajaan tang sendiri memiliki banyak selir dari tingkat tinggi dan tingkat terendah.
Tapi yang mendapatkan gelar hanya selir kehormatan dan selir agung saja, sisanya hanya selir berpangkat.
"selamat datang yang mulia dan nona muda" ucap mereka serempak penjaga gerbang dengan senyum tulus dan itu tidak luput dari luo ran.
Mereka bertiga turun dan mengasih tali kekang kudanya ke-4 orang yang berjaga di depan kediaman.
"ini ambil buat kalian" ucap luo ran memberikan pill kultivasi 4 botol porselen yang setiap botol berisi 10 butir.
Mereka segera menangkap botol pemberian luo ran tentu mereka tau siapa orang didepannya ini.
"nona i ini" jawab salah satu prajurit setelah membuka botol dengan tangan bergemtar.
"itu pill kultivasi tingkat tinggi untuk kalian, berkultivasilah dan lindungi majikan kalian yang berada dikediaman ini, saya tau kalian orang setia" ucap luo ran sambil berjalan memasuki kediaman diikuti kedua pria tampan.
"terimakasih nona saya berjanji akan memanfaatkan pill ini dan berlatih agar bisa melindungi yang mulia selir agung" ucap mereka serempak sambil menundukan hormat sungguh mereka kagum dengan kebaikan luo ran.
"satu lagi simpan baik-baik botol tersebut jika kalian masih sayang nyawa kalian sendiri" ucap luo ran berbalik dan menghadap ke-4 prajurit.
"baik nona muda kami akan menyimpan pill ini" ucap mereka serempak lagi, tentu mereka mengerti ucapan luo ran.
Mereka tidak bodoh untuk menujukan pill kultivasi tingkat tinggi dengan kemurnian 100% yang ada banyak yang mengincar dan membunuh mereka lalu merebut pill yang mereka miliki.
Sedangkan tang chen hanya biasa saja melihat adiknya memberikan pill, tapi berbeda dengan tang san yang heran dengan kelakuan luo ran yang memberikan pill berharga kepada orang, apalagi pill tersebut sama dengan pill yang diberikan adiknya oleh dirinya selama luka tenaga dalamnya sembuh.
Banyak pertanyaan muncul dikepalanya tapi ia memilih diam saja dan akan menanyakannya nanti.
Saat mereka ber-3 jalan menuju kediaman yang sangat bagus dan asri untuk menemui pemilik kediaman.
"dimana ibunda?" tanya tang chen datar kepada salah satu pelayan yang lewat.
"yang mulia selir agung berada digazebo belakang yang mulia pangeran" ucap pelayan tersebut menunduk hormat, dan tang chen mengangguk lalu melambaikan tangan pertanda pelayan tersebut bolah pergi.
Lalu mereka bertiga berjalan ke arah belakang dimana gazebo yang dimaksud berada disana.
Saat sampai belakang kediaman bisa luo ran liat pemandangan yang begitu menyejukan mata, terlihat seorang wanita paru baya yang masih sangat cantik sedang memberikan makanan kepada ikan di pinggir gazebo yang menghadap kolam buatan.
Pelayan yang menemani wanita tersebut menyadari kehadiran orang lain langsung melihat siapa yang datang, pelayan tersebut terkejut dengan kehadiran mendadak ke-3 orang dibelakangnya.
Segera pelayan tersebut memberi tahukan kehadiran ke-3 orang tersebut kepada wanita paru baya dan wanita tersebut seketika menengok dengan tersenyum bahagia.
"kau sudah pulang san'er chen'er, dan siapa nona muda ini" ucap wanita paru baya tersebut sambil tersenyum dan mengernyit binggung.
"salam ibunda" ucap tang chen dan tang san serempak.
"salam yang mulia selir agung" ucap luo ran sambil ikut memberi salam.
"iya ibunda kami sudah pulang dan nona muda ini akan chen jelaskan setelah kita duduk" jawab tang chen.
Wanita paru baya tersebut langsung mempersilahkan mereka duduk dan menyuruh pelayannya menyajikan teh, setelah menyajikan teh pelayan tersebut pergi meninggalkan majikannya bersama putra serta nona muda tersebut.
"jadi siapa nona muda ini chen?" tanya wanita paru baya sambil melirik luo ran.
"sebenernya dia adalah---"
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL BUATAN AKU YANG INI:))
maaf banget karena baru bisa up author 3 hari drop dan harus istirahat ga bisa bikin novel.
alhamdulillah ini baru mendingan dan cuman bisa up segini doang maaf banget ya😔:((