
Hi para pembaca setiaku semoga novel aku tidak membosankan bagi kalian ya:))
°
°
°
°
°
"sekarang giliran kalian les't go" ucap luo ran tanpa sadar memakai bahasa inggris.
Sedangkan kedua pria tampan menatap tidak percaya pada kejadiaan didepannya, berbeda dengan pria bertopeng yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat luo ran yang tanpa sadar berucap berbahasa inggris didunia yang tidak mengerti bahas tersebut.
... ... ... ...
Luo ran maju dan mulai menyerang sekomplok serangga didepannya, sedangkan para pembunuh bayaran yang melihat luo ran menghabiskan orang terkuat organisasi bergetar ketakutan.
Apalagi saat melihat luo ran maju ingin menyerang mereka, sebagian dari mereka berpikir kabur dan sebagiannya lagi memilih bertarung.
Trang
Trang
Argh
Crass
Trangg
Arghh
Crass
Luo ran maju dan mulai menebas kepala mereka satu persatu hingga terpisah dari tubuhnya, luo ran menebas kepala mereka seperti memotong tahu sambil menyeringai seram ia paling ga suka diusik seperti ini karena orang yang mengusiknya akan memiliki akhir yang tidak baik.
Satu persatu mulai tumbang sebagian tidak bisa berteriak karena luo ran langsung membunuhnya tanpa ampun.
Dalam hitungan menit semua pembunuh bayaran sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan, luo ran yang melihat itu hanya tersenyum dingin.
"xio" ucap luo ran datar.
Lalu muncullah seseorang berpakaian serba hitam menunduk hormat didepan luo ran.
"ada perintah apa nona" ucap seseorang berpakaian hitam yang diyakini laki-laki dari suaranya.
"bereskan hingga bersih" ucap luo ran datar lalu berjalan ke arah-3 pemuda sambil mengelap darah yang berada dipedangnya, luo ran membunuh tanpa mengotori pakaiannya.
"baik nona" ucap laki-laki yang dipanggil xio, laki-laki tersenyum ialah pengawal bayangan milik luo ran.
Sebenarnya luo ran tidak butuh pengawal bayangan hanya saja xio ngotot ingin menjadi pengawal bayangan luo ran.
...
Luo ran menemukan xio digang sempit lagi meringkuk kedinginan karena cuaca malam yang begitu dingin, luo ran yang tidak tega akhirnya membawanya kemarkas, saat sudah berapa hari xio tinggal dimarkas bakatnya berkembang pesat bahkan bisa hampir menyamain luo ran yang seorang monster, tahap xio berada Nirwana awal.
Saat xio tau yang menolongnya adalah Queen sekaligus pemimpin organisasi yang paling disegani, xio langsung menemui luo ran dan bertekuk lutut mengucapkan ingin menjadi pengawal bayangan untuk Queennya.
Saat ditanya alasanya ia bilang ‘Queenlah yang menyelamatkan nyawa saya, seandainya queen tidak menemukan saya bisa dipastikan keesokan harinya saya tidak lagi bernyawa karena mati kedinginan, jadi nyawa saya milik Queen saya ingin menjadi pengawal bayangan Queen agar bisa melindungi Queen walaupun taruhannya nyawa.
Saya tau Queen tidak butuh pengawal bayangan tapi biarkan saya melindungi anda, karena prinsip saya mulai sekarang setia selalu pada Queen, jika queen tidak mau saya akan bunuh diri’ ucap xio sambil mengeluarkan pedang, luo ran yang belum sempat menjawab dan melihat hal tersebut palanya merasa pusing, padahal xio orang terkuat kedua setelahnya.
‘baiklah mulai sekarang kau menjadi pengawal bayanganku’ ucap luo ran datar dengan aura kepemimpinan yang terpancar sangat kuat.
‘terimakasih Queen saya bersumpah setia dengan Queen jika saya berkhianat saya rela mati tanpa jiwa yang utuh agar tidak bisa reinkarnasi’ ucap xio tegas dan yakin, diruangan tersebut yang melihat sumpah xio tertegun sedangkan luo ran tersenyum puas.
...
Sedangkan ke-2 pria tampan yang tidak terlalu mengenal luo ran sama sekali sangat terkejut dengan cara membunuhnya yang kejam.
‘kau sangat hebat gadis kecil, tidak diragukan lagi jika kau memimpin pasukan nanti’ batin putra mahkota.
‘dia gadis yang hebat entah menganggap saat melihatnya jantungku berdebar tidak teratur’ batin pria tampan ialah tang san.
Setelah mereka melihat luo ran selesai membereskan para serangga yang berjumlah banyak, tidak lama luo ran memanggil seseorang yang lagi-lagi membuat kedua pria tampan terkejut sedangkan pria bertopeng sendari diam karena ia sangat tau adiknya ini dan ia juga tau siapa yang dipanggil adiknya.
"kalian gppkan" tanya luo ran tersenyum tipis.
"gege tidak apa ran ran" ucap tang san sambil mengelus kepala luo ran.
"kamu gppkan, ada yang luka tidak?" tanya tang san cemas sambil melihat dari atas sampai bahwa.
"aku tidak apa ge, ga terluka sama sekali" ucap luo ran berusaha menenangkan tang san.
"bagus kalo kamu tidak apa ran ran" ucap tang san sambil tersenyum manis.
Sedangkan putra mahkota yang melihat keakraban jendral kecilnya dengan kedua pria membuatnya tidak suka.
‘kenapa aku tidak suka melihatnya dengan pria lain’ batin putra mahkota tidak suka.
"ekhem" tegur putra mahkota karena sudah tidak suka, sedangkan ketiga orang tersebut langsung melihat putra mahkota.
"kenapa mereka menyerang, bagaimana kamu mengetahuinya kalo dia mengikuti kita?"tanya putra mahkota berusaha mengalihkan obrolan, ia juga merasa binggung kenapa ia tidak merasakan bahkan pengawal bayangannya juga.
"mereka menargetkan gege chen, gege san serta diriku, instingku sangat kuat bagimana aku ingin menjadi jendral tanpa mempunyai insting kuat untuk merasakan musuh" ucap luo santai sambil menyimpan kembali pedangnya.
"kalo mengincar pangeran ke-3 dan pangeran ke-5 itu masuk akal tapi kenapa mereka mengincarmu?" tanya putra mahkota penuh selidik.
"mana saya tau, mungkin ada yang ga suka karena aku memenangkan kompetisi pemilihan jendral" ucap luo ran datar padahal ia tau siapa yang mengirimnya. (Flashbacknya nanti dichapter lainnya)
"sekarang kita kembali saja waktu berburunya juga sudah habis" ucap luo ran sambil lompat kekuda yang diikuti 3 pria lainnya.
"nona semuanya sudah beres" ucap xio menunduk hormat.
"terimakasih kau bisa pergi" ucap luo ran datar, dianggukin xio lalu ia menunduk hormat dan langsung menghilang.
Ke-2 pria tampan yang melihat pengawal bayangan milik luo ran sepertinya sangat hebat dan kuat mereka berpikir siapa luo ran sampai mempunyai bawahan yang kuat.
‘siapa kau jendral kecilku, kau sungguh menarik cepat atau lambat aku akan mengetahui tentangmu’ batin putra mahkota.
Akhirnya mereka pergi dari tempat kejadian yang sudah bersih tidak ada mayat kecuali bekas darah saja.
Mereka ber-4 memacu kuda menuju titik kumpul setelah berburu.
...
Sedangkan di titik kumpul sudah banyak sekali mereka yang telah kembali dari berburu, termasuk putra mahkota kerajaan tang.
Mereka semua menunggu peserta lainnya yang masih belum kembali sedangkan putra mahkota kerajaan tang tersenyum puas karena rencananya berhasil dijalankan.
Raja tang berserta raja yang lainnya melihat peserta sudah mulai kembali dari berburu dan melihat banyak dari mereka membawa buruan.
Tapi berbeda dengan kerajaan aksum mereka tidak melihat putra mahkota atau anaknya tersebut, para wanita sangat cemas sedangkan cucu pertama kerajaan aksum dari tadi menanyakan keberadaan ayahnya.
Raja tang yang melihat sudah tidak ada yang datang lagi segera maju kedepan, bahkan raja tang tidak peduli jika putranya belum kembali ia terlihat sangat santai.
"Kalian sudah berkerja keras semuanya, kasih buruan kalian kepada pengawal biar dihitung agar Zhen bisa tau siapa pemen---" ucap raja tang lantang tapi terpotong.
"Tunggu"
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI YA:))