
Hi para pembaca setiaku!
Maaf kalo sampai sini kurang bagus ceritanya atau kurang menarik maaf🙏🏻.
°
°
°
°
°
Keesokan harinya.
Berita kejadiaan kemarin didepan kedai langsung tersebar luas ke seluruh kerajaan tang.
Bukan kerajaan tang saja 3 kerajaan lainnya yang sedang berada dikerajaan tang mengetahui berita tersebut.
Ternyata nona muda yang dihajar oleh luo ran adalah putri sah dari jendral besar Long salah satu pillar kekuatan kerajaan tang.
Tentu berita tersebut adalah hal yang begitu memalukkan karena pasukan terbaik keluarga Long kalah oleh seorang gadis kecil.
Sedangkan luo ran yang baru mengetahuinya hanya acuh tak acuh saja toh, tidak ada yang bisa menyakitinnya ini dan lagi kalo dia mau jangankan keluarga Long, 2 pilar kekekuatan kerajaan tang juga bisa langsung dibikin musna hanya dengan mengerakkan satu tim alpa.
Apalagi ilmu bela diri luo ran tinggi tidak ada yang bisa mengalahkannya, tapi luo ran tidak mau menyombongkan hal seperti itu 'karena diatas langit masih ada langit'.
Kediaman Utama Jendral Long
"kenapa kalian bisa kalah sama seorang gadis kecil" ucap seorang pria paru baya berbadan kekar dengan marah, kepada 10 bawahannya yang terluka cukup parah.
"ampun tuan gadis kecil tersebut ternyata kuat, walaupun kami tidak merasakan QI ditubuhnya tapi dia dengan muda mengalahkan kami" jelas salah satu pengawal dengan luka cambukan diwajahnya.
"cuman seorang gadis kecil gimana kalian bisa kalah apalagi kalian bilang di tidak punya QI atau tenaga dalam" ucap jendral long semakin marah besar.
Kemarin saat melihat putri berserta bawahnya pulang dengan keadaan yang mengenaskan kediaman jendral dibuat heboh akan hal itu, saat jendral long ingin menanyakan apa yang terjadi semua pelayan, para pengawal dan putrinya langsung jatuh pingsan setelah sampai dikediaman long.
Keesokan harinya mendengar berita tentang putri dan pengawalnya yang dikalahkan oleh seorang gadis kecil didepan kedai yang terkenal membuat jendral long murka, dan memanggil ke-sepuluh pengawalnya yang sudah sadar untuk meminta penjelasan yang lebih detail.
Sedangkan putri keluarga long saat bangun keesokaan harinya saat mendengar dari pelayanya tentang berita kejadiaan didepan kedai membuat ia sangat shock dan berita tersebut sekarang pasti jadi bahan lelucon dikalangan tuan muda dan nona muda.
Putri tersebut sangat malu pasti ia menjadi bahan omongan dan tertawaan seluruh kerajaan tang ditambah kerajaan lain yang juga berada dikerajaan tang pasti mereka juga mendengar berita tentang ini.
Dan itu membuat putri dari jendral long marah besar dan semakin benci terhadap luo ran, kebencian tidak akan pernah hilang.
"aku akan membunuhmu" ucap putri keluarga long yang bernama long yuner.
Yang lebih memalukan lagi adalah kerajaan tang, bagaimana seorang ratu masa depan dan istri putra mahkota terjadi hal memalukan seperti ini, putra mahkota beserta raja yang mendengar tersebut sangat malu akan berita tersebut.
Setalah berita tersebut keluarga kerajaan memilih memanggil jendral long keistana untuk menjelaskan tentang berita tersebut.
...
Berbeda lagi di paviliun bagian barat setelah mendengar berita tentang gadis kecil mengalahkan pengawal terbaik keluarga jendral long dan memberikan pelajaran putrinya yaitu long yuner.
Membuat pemuda tersebut yakin bahwa yang mengalahkannya hanya satu orang yaitu 'dia'.
Entah kenapa pemuda tersebut yakin sekali, sudah sejak satu tahun lalu pertemuannya dengan dia, membuat pemuda yang memakai topeng setengah wajah sangat merindukanya.
"ren apa benar itu dia" ucap pemuda tersebut kepada ren pengawal bayanganya yang sekarang sedang berdiri disampingnya.
"pasti chen karena tidak ada seorang gadis kecil yang bisa mengalahkan pasukan terbaik jendral long selain dia" ucap pemuda yang menutupi bagian mulutnya menggunakan kain seperti penjaga bayangan.
Kedua pemuda tersebut adalah tang chen dan ren mereka berdua sengaja menutup setengah muka mereka karena ketampanan yang dimiliki keduanya bisa membuat banyak wanita langsung jatuh hati dan bersikap lemah seperti seorang yang tidak mempunyai kekuatan karena permintaan gadis kecil tersebut agar tidak mencolok.
Makanya tang chen dianggap sampah yang tidak bisa berkultivasi dan memiliki wajah buruk rupa.
Hanya gege dari tang chen yang mengetahui tingkat kultivasinya dan tentang muka ibunda serta gegenya mengetahui bahwa itu bohong bahwa tang chen buruk rupa yang ada ketampananya membuat para wanita berteriak histeris.
Tapi kedua pemuda tersebut masih termenung memikirkan gadis kecil yang baru ditemui satu tahun lalu.
"tapi kenapa dia tak menemuiku ren" ucap tang chen sambil melihat keluar jendela waktu menjelang sore saat ini.
"gimana kalo kita saja menemuinya chen, kau taukan pasti kalo ada kejadian seperti ini membuat susasana hatinya buruk" saran ren.
"betul kenapa aku tak kepikiran nanti kita menemuinya dan menghibur dia ren tumben kau pintar" ucap tang chen sambil berdiri pergi meninggalkan ren yang mendegus kesal akan ucapan terakhir sahabat sekaligus tuannya ini.
...
Sedangkan di sebuah kamar penginapan yang terlihat besar dan indah terdapat seorang gadis cantik dengan hanfu putihnya sedang melihat keluar jendela memandangi langit yang sudah berganti malam yang memancarkan sinar bulan yang terang.
Wajahnya yang tak memakai topeng menampilkan seorang gadis yang sangat cantik dengan pipi chubby serta warna mata abu-abu yang memancarkan kerinduaan, wajah gadis tersebut semakin cantik terkena sinar bulan.
Gadis cantik tersebut terus melamun melihat keluar jendela tanpa menyadari bahwa ada 2 sosok pria berbaju hitam yang mengamati sendari tadi.
Tapi tak berselang lama karena kedua pemuda tersebut merasakan nafsu pembunuhan yang mengarah kesini, berbeda dengan gadis cantik tersebut yang masih diam tanpa memperdulikan sekitarnya.
Kedua pemuda tersebut melompat ke atap dan menemukan 50 orang berpakaian hitam yang tersebar di berapa atap rumah termasuk atap penginapan tersebut.
"kita harus membunuh gadis tersebut jika tidak kita yang akan dibunuh oleh putra mahkota" ucap pembunuh 1.
"kau benar tapi saya heran meganggapa putra mahkota mengirim banyak pengawal terterlatih seperti kita untuk membunuh seorang gadis kecil" ucap pembunuh 2.
"katanya gadis kecil ini lumayan kuat makanya putra mahkota mengirim kita agar cepat membereskan gadis kecil ini" ucap pembunuh 3.
Mereka semua tidak menyadari kehadiran kedua sosok berbaju hitam sama seperti mereka, tapi kedua sosok tersebut yang mendengar percakapan para pembunuh yang ingin melenyapkan gadis kecil yang mereka sayang seketika murka.
"hah kalian tidak akan bisa membunuh gadis kecil yang berada dikamar tersebut" ucap tang chen mengejutkan semua orang yang berada diatap penginapan dan sekitarnya.
Mereka baru menyadari akan kehadiran orang lain yang sama memakai baju warna hitam cuman sedikit berbeda dari mereka.
"siapa kalian" ucap pembunuh 1 sambil mengeluarkan pedang diikuti lainnya.
"kalian tidak perlu tau, yang perlu kalian tau adalah sebelum kalian membunuh gadis kecil tersebut lewati kami dulu" ucap ren.
"brengsek jangan ikut campur, serang" ucap pembunuh 2.
Mereka semua menyerang kedua pria yang datang tiba tiba dan ingin menghalangi rencana mereka.
Sedangkan tang chen dan ren yang melihat mereka telah menyerang memasang senyum evilnya dibalik penutup mulutnya.
Pertempuran yang tidak seimbang ini membuat kedua pemuda tersebut tak gentar dan malah bersemangat.
Bunyi suara pedang bertabrakan dan darah yang bercecer ditanah karena satu persatu pembunuh tersebut mati.
Tak butuh waktu lama kedua pemuda tersebut sudah menghabiskan 50 orang pembunuh.
Banyak para pembunuh yang mati dengan keadaan tak utuh tubuhnya.
Sedangkan kedua pemuda tersebut menyeringai senang.
"ini adalah akibat karena ingin membunuhnya" ucap tang che dengan sorotan tajam memandang mayat-mayat yang berada di atas atap dengan tangan kanan memegang pedang yang sudah berlumur darah.
"tidak ada yang bisa menyakitinnya selama masih ada kami" ucap ren dengan pandangan sama serta aura pembunuh yang ikut keluar.
Setelah membunuh para pembunuh kedua pemuda tersebut kembali kekamar gadis kecil tadi dan masih melihat gadis tersebut melamun.
"ran ran" panggil tang chen menyadarkan luo ran dari lamunannya ia menengok ke sumber suara.
Terlihat dua orang pemuda dengan baju serba hitam sedang melihat dirinya, luo ran tau siapa mereka.
"gege gimana kalian tau ran ran sudah dikerajaan tang" ucap luo ran sambil berdiri.
"dari pada membahas tentang itu lebih baik tadi kamu melamun apa sampai-sampai tak menyadari kehadiran gege, apalagi tadi ada banyak pembunuhan yang dikirim untuk membunuhmu" ucap tang chen sambil melepas penutup dimulutnya terlihat jelas sosok pemuda yang sangat tampan.
"pembunuh, bagaimana aku bisa tak merasakannya" ucap luo ran terkejut karena keasikan melamun ia tak menyadari akan hal tersebut.
"karena kamu keasikan melamun, memangnya ada apa hmm?" tanya tang chen sambil memegang pipi chubby luo ran.
"tidak apa gege, aku hanya kangen mommy" ucap luo ran sambil menunduk.
"ternyata kangen mommy ya, sudah jangan bersedih nanti kamu akan bertemu lagi" ucap tang chen sambil memeluknya luo ran erat, saat mengatakan tentang akan bertemu lagi hatinya merasakan sakit dan kesepian tapi segera ia tepis.
Luo ran yang merasakan pelukan hangat gegenya ini merasakan tenang sekali ia juga kangen gegenya yang satu ini.
"ran ran juga kangen gege" ucap luo ran sambil mengeratkan pelukannya.
"gege juga kangen ran ran, tenyata ran ran sudah tubuh jadi gadis cantik ya" ucap tang chen sambil membelai rambut milik luo ran.
Setelah puas berpelukan dengan gegenya ini, luo ran melihat ke arah belakang dan baru menyadari bahwa ada gegenya yang lain.
"kau tak kangen denganku gege ren" ucap luo ran sambil merentangkan tangan.
"tentu gege kangen sekali dengan adik kecil gege" ucap ren berjalan ke arah luo ran dan membalaskan pelukannya.
Malam itu mereka bertiga melepas rindu dan mengobrol banyak hal, dan keesoakan harinya ibukota kembali dikejutkan dengan banyak mayat para pembunuh diatap penginapan dan berapa atap warga lainnya.
Sedangkan pelakunya hanya acuh tak acuh mereka berdua memilih menghabiskan waktu mereka dengan adik kecilnya.
Sedangkan luo ran tidak peduli akan berita tersebut karena ia tau siapa pelakunya, ia memilih mengasih tau tentang rencana putra mahkota kepada gege chennya.
"tenang saja bersikaplah seperti biasanya aku akan melindungi gege chen dan gege san" ucap luo ran sambil meminum tehnya.
Tang chen dan ren hanya tersenyum dan menikmati tehnya juga, mereka menghabiskan berapa waktu bersama hingga kompetisi tersebut akan dimulai keesokaan harinya diarena khusus kerajaan tang.
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL AUTHOR YA.
maaf baru up author lagi ga enak badan banget🙏🏻