Adventure Carrying Out The Task Of The Gods

Adventure Carrying Out The Task Of The Gods
Kekesalan Luo Ran



Hai para pembaca setiaku!👋🏻


Ingat Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI YA:)).


°


°


°


°


°


Didepan kedai terjadi keributan yang besar mengundang banyak warga sekitar untuk melihat apa yang terjadi.


"kami ingin makan dilantai 3" ucap seorang nona muda marah dengan pelayan dihadapannya.


"tidak bisa nona muda, anda hanya bisa memasuki sampai lantai ke-2" ucap pelayan itu berusaha ramah, kalo bukan pesan dari pemimpin mereka untuk bersabar apapun terjadi, dan bertindak jika sudah mendesak.


"kamu tidak tau hah aku ini calon istrinya putra mahkota kerajaan tang, dan akan menjadi ratu dimasa depan nantinya jika kau masih menghalangi saya, saya akan melaporkan ini ke putra mahkota dan membuat kedai kalian menghilang dari kerajaan tang" ucap nona muda tersebut sudah menggebu-gebu emosinya kepada pelayan didepannya.


"kalo begitu saya mohon tunjukan kartu untuk memasuki lantai 3" tanya pelayan tersebut sudah berapa kali ia menanyakan ini, tapi tak dikasih juga.


"apa perlu saya menujukannya kepada kamu pelayan rendahan, saya ini ratu masa depan jadi saya bebas mau kemana saja" ucap nona muda tersebut sudah semakin emosi.


Nona muda ini sudah sangat malu karena menjadi tontonan didepan kedai ini, padahal ia ingin makan dilantai 3 tapi malah dimentai kartu untuk memasuki lantai tersebut, jadi dia menggunakan putra mahkota tunangannya sebagai ancaman.


Tapi tak digubris juga dan masih saja meminta kartu membuat nona muda ini emosi dan marah besar, saking kesalnya nona muda melayangkan tamparan tapi terhenti ketika mendengar suara dari atas.


"Hentikan" ucap seorang gadis bertopeng yang melompat dari lantai ketiga, sontak semua mata memandangnya.


Ada yang kagum, ada yang iri, dan ada juga yang menganggapnya gila karena terjun dari lantai 3.


Sedangkan gadis tersebut mendarat dengan mulus dilantai, masih dengan ekspresi kesal ditambah marah karena saat melompat ia melihat bahwa seorang perempuan ingin menampar orangnya.


"nona besar" ucap pelayan tersebut tanpa sadar.


Mendengar ucapan dari pelayan yang memanggil gadis kecil yang menjadi pusat perhatian dengan sebutan nona besar membuat mereka bertanya-tanya siapa gadia tersebut.


Sedangkan gadis tersebut adalah luo ran ia hanya cuek saja dan acuh tak acuh lalu berjalan ke arah keributan.


"ada apa ini" tanya luo ran kepada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut menjelaskan bahwa nona muda ini memaksa masuk ke lantai 3 tapi tak mau menunjukan kartu untuk memasukinya.


Dan nona muda ini masih saja ngotot dan bilang bahwa ia adalah ratu masa depan kerajaan tang serta tunangan putra mahkota, dan bilang akan membuat kedai ini menghilang dari kerajaan tang jika dia menjadi ratu.


Luo ran yang mendengar penjelasan dari orangnya, seketika bertambah kesal dan emosi.


Sudah cukup kejadian didepan gerbang membuatnya kesal, dan memilih datang kekedai untuk memperbaiki moodnya.


Tapi malah terjadi keribuatan saat ia makan membuat moodnya semakin hancur, dan lagi setelah mendengar penjelasan dari pelayannya membuat luo ran semakin kesal dan emosi dengan perkataan yang diucapkan nona muda ini yang bilang akan membuat kedainya hilang dari kerajaan tang.


Dengan emosi dan kekesalan yang sudah memuncak luo ran berusaha menahannya agar tak lepas kontrol.


"maaf nona muda anda tak seharusnya memaksa seperti itu untuk memasuki lantai 3 jika anda punya kartunya tinggal tunjukkan saja dan jangan buat keributan didepan kedai, anda menganggu orang orang yang sedang menikmati makanannya lalu jangan mempersulit pelayan ini" ucap luo ran berusaha memakai cara halus, karena luo ran tak ingin langsung menggunakan kekerasan membuatnya semakin jadi pusat perhatian.


Plakk


"siapa kau berani sekali ikut campur, kau hanya seorang gadis kecil lemah lebih baik tidak usah ikut campur" ucap nona muda tersebut setelah menampar luo ran dan marah besar.


Luo ran terdiam karena mendapatkan tamparan yang membuat pipi chubbynya memerah, sedangkan mereka yang mengenal luo ran terkejut.


Sedangkan warga sekitar ada yang merasa kasihan kepada luo ran dan ada juga yang mengatai luo ran sok jago, mereka tau siapa nona muda ini makanya mereka tidak ingin ikut campur.


Luo sin, luo wei, Qin dua dan pelayan tersebut marah melihat perempuan tersebut dengan beraninya menampar orang yang sangat penting bagi mereka.


Saat ingin menyerang perempuan tersebut luo ran lebih dulu memberi kode agar tak ikut campur, dan akhirnya mereka diam.


Sedangkan luo ran diam karena apa kesakitan? Tentu tidak emosinya dan kekesalannya semakin memuncak, lalu mendapatkan tamparan yang membuat pipinya memerah tersebut dan membuat jiwa iblis yang berada didalam tubuh luo ran langsung terbangun, luo ran memasang smirik dan mengapus sudut bibirnya yang berdarah.


Luo sin, luo wei, dan Qin dua yang melihat luo ran memasang smirik dan ekspresinya berubah, mereka bertiga hanya bisa kasihan kepada perempuan tersebut karena sudah membangunkan jiwa iblis luo ran.


"dasar rakyat jelata tidak tau diri beraninya ikur campur biarkan nona muda ini mengajari anda." ucap nona muda tersebut yang sudah kalut emosi sambil melayangkan sebuah cambukan.


Sebelum cambukan tersebut mengenainya, luo ran sudah lebih dulu menangkapnya.


Membuat semua orang yang sudah menantikan adegan selanjutnya tapi tak jadi saat melihat cambukan tersebut dengan mudahnya ditangkap gadis kecil tersebut dengan tangan mungilnya.


Luo ran langsung menarik cambukan tersebut hingga terlepas dari genggaman perempuan yang berdandan tebal tersebut, membuat perempuan itu jatuh tersungkur.


Para pelayan serta penjaga yang melihat nona muda mereka jatuh membantu membangunkannya.


"kau kembalikan cambukan itu" ucap perempuan tersebut semakin emosi.


"ini" ucap luo ran sambil memainkan cambukan tersebut.


"iya kembalikan cambukanku rakyat jelata" teriak perempuan tersebut semakin emosi sekali.


"kalo saya tak mau bagaimana" tantang luo ran sambil masih memainkan cambukan tersebut dengan cara dilempar dn ditangkap lagi.


"kau, kalian buat apa diam cepat pukul rakyat jelata itu dan ambil cambukan itu hadiah dari ayah" perintah perempuan tersebut sambil melirik kepada pengawalnya.


Para pengawal yang mendengar perintah dari nonanya, segera maju dan menyerangnya, para pengawal ini memiliki badan kekar dan ilmu beladiri yang lumayan tinggi karena mereka adalah pasukan terkuat milik tuannya.


Luo ran yang sendari tadi menunggu pertunjukkan ini senang, lalu ikut maju dan menyerang.


Luo ran menggunakan cambukkan yang didapat dari rampasan tadi, menjatuhkan satu persatu lawannya menggunakam cambukkan.


Trang


Bugh


Ctarr


Bughh


Ctarr


Bughh


Trang


Bunyi pedang beradu dengan cambukan serta bunyi orang yang terpental dan terluka, memenuhi petarungan tak seimbang antara 1 gadis kecil dengan 20 orang pria berbadan kekar, luo ran sengaja tak memakai QI ia cuman memakai ilmu beladiri, berbeda dengan 20 orang tersebut yang menggunakan QI dan ilmu bela dirinya.


Para warga mulai mundur dan menatap tak percaya pada pertarungan yang tak seimbang ini, dan lagi mereka semakin terkejut saat melihat bahwa dengan mudahnya gadis kecil bertubuh mungil itu menjatuhkan para pengawal.


Tak butuh waktu lama semua pengawal sudah terkapar ditanah ada juga yang menabrak toko-toko sekitar membuat perempuan tersebut pucat melihat pengawal terbaik milik keluarganya kalah oleh seorang gadis kecil.


Perempuan tersebut adalah calon ratu dan calon istri putra mahkota makanya ayahnya memberi keamanan yaitu memberikan 10 petarung terhebat dikeluarga untuk menjadi pengawal putrinya.


Tapi semua pengawalnya dikalahkan dengan mudah seakan bukan apa apa bagi gadis didepannya ini.


Setelah bersenang senang luo ran berjalan ke arah perempuan yang sudah jatuh terduduk ditanah.


Dengan menyeret cambukkan yang sudah berlumur darah segar dari para pengawal perempuan tersebut.


Sedangkan perempuan tersebut yang melihat yang gadis kecil berjalan kearahnya dengan membawa cambukkan miliknya yang sudah berlumur darah, tubuh perempuan tersebut bergemetar hebat.


" j jangan mendekat" teriak perempuan tersebut ketakutan.


"a aku adalah c calon i istri putra mahkota" teriak perempuan itu semakin ketakutan melihat gadis didepannya semakin mendekat ke arahnya dan.


Ctarr


Ctarr


Ctarr


Ctarr


Luo ran mencambuk perempuan dihadapannya ini sebanyak empat kali, lalu mendekat dan.


Plakk


Plakk


Menampar bolak balik perempuan tersebut hingga sudut bibirnya robek karena tamparan yang begitu keras.


"ck, tebal sekali tanganku jadi kotor" ucap luo ran setelah menampar perempuan dihadapanya sambil melihat ketangannya yang sudah banyak bedak.


"k kau b berani menamparku, a apa kau tau siapa aku" ucap perempuan tersebut sambil memegangi pipinya yang terasa sakit dan panas ini pertama kalinya ia ditampar apalagi didepan umum membuatnya marah, malu dan benci sekali kepada gadis didepannya.


Plakk


Plakk


"berisik saya tak peduli anda siapa, yang perlu anda tau adalah tidak sembarangan orang bisa anda singgung dan mengatainya orang dengan seenaknya.


Anda bilang bahwa saya rakyat jelata, memang ada rakyat jelata yang memakai baju dengan bahan sebagus diriku dan lagi memang ada rakyat jelata yang makan dilantai tiga kedai ini.


Dan lagi saya tadi berusaha bilang baik kepada anda untuk tidak mencari masalah di kedai ini dan anda malah menampar saya.


Anggap saja tamparan tadi adalah balasan untuk anda dan lagi saya ingatkan lagi tak semua orang bisa anda singgung karena anda tak tau seberapa kuatnya orang itu, nona" ucap luo ran dingin sambil memegang dagu perempuan tersebut dan menghempasnya kasar, sungguh luo ran tak peduli suasana hatinya sangat buruk sekarang, ingin sekali ia membunuh orang didepannya tapi ia tahan tak ingin mencari masalah.


"anda membuat suasana hati saya semakin hancur, membangunkan jiwa iblis dalam tubuh saya, bersyukurlah saya tidak membunuh anda karena saya masih berbaik hati" bisik luo ran kepada perempuan yang sudah menangis dan tubuhnya bergetar hebat.


Lalu luo ran diri dan melihat sekelilingnya yang hening karena masih tak percaya akan kejadian tersebut.


"BUBAR SEKARANG JUGA" teriak luo ran lantang sungguh susanan hatinya semakin buruk sekali.


Mereka yang melihat kejadian, serta ucapan gadis kecil tersebut dan teriakan lantang darinya membuat mereka sadar dan ikut bergetar badan mereka.


Mereka semua memilih pergi atau nanti yang ada mereka bisa bisa bernasib sama dengan nona muda tersebut.


Sedangkan luo ran memilih pergi melompat ke atap kedai dan melawati setiap atap rumah untuk menenangkan suasana hatinya.


Sedangkan Qin dua yang ingin mengejarnya dicegah luo sin.


"biarkan dulu suasana hatinya sedang buruk, biarkan dia sendiri" ucap luo sin dan akhirnya Qin dua menurut.


Sedangkan luo wei, luo sin, Qin dua dan pelayan memilih masuk kekedai meninggalkan nona muda tersebut.


"awas saja aku akan balas dendam" ucap perempuan tersebut sambil mengertak gigi lalu berdiri dibantu oleh para pelayannya yang sedari tadi diam ketakutan.


Akhirnya rombong mereka pergi meninggalkan depan kedai tersebut.


Berita itu segera menyebar keseluruh kerajaan tang dan menjadi bahan olokan rakyat.


Ingat Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI YA:)).