
Setiap perbuatan jahat selalu ada karmanya-lala.
•
•
•
Brukk
"akak atuh anget ama akak" ucap bocah berusia 5 tahun menubruk badan luo ran lalu memeluknya erat.
‘astaga bocah ini lagi’-batin luo ran sambil menghelakan nafas.
“pangeran kecil mohon duduk yang benar” ucap luo ran sambil memindahkan ke'er ke pangkuannya menghadap depan, tapi bocah tampan tersebut malah duduk miring dan memeluk luo ran dari samping.
luo ran cuman bisa memijat kepalanya pusing kedepannya ia harus menghindari bocah ini dan tidak lama ada yang duduk disebelah luo ran disusul dengan seorang dayang yang menaruh meja berisikan hidangan.
"maafkan ke'er nona luo ran dan boleh saya ikut duduk disini" ucap putra mahkota kerajaan aksum yuan san, sebelum luo ran menjawab pria tampan tersebut sudah duduk duluan.
“silahkan yang mulia” jawab luo ran ketus dan datar, putra mahkota yang mendengar nada ketus dan datar bukannya marah malah terkekeh geli.
"tanpa saya izinin yang mulia juga udah duduk duluan" sambung luo ran datar, lagi lagi yuan san terkekeh dengan nada datar luo ran rasanya ingin sekali mengacak rambut luo ran karena gemas.
Sedangkan bocah tampan tersebut sudah nyaman dipelukan luo ran tanpa mempedulikan yang lainnya.
"nona bolehkan saya duduk disebelah anda" ucap seorang pria tampan yang dibelakangnya diikuti pria bertopeng.
"ah gege san dan gege chen silahkan saja" ucap luo ran terkejut dua detik kemudian langsung tersenyum manis kala mengingat ia akan lebih baik duduk bersebelahan dengan kedua pria tersebut.
Tang san yang melihat senyum manis luo ran mukanya kembali memerah ia ingat sekali bagaimana wajah dibalik topeng tersebut.
Akhirnya tang san dan tang chen duduk disebalah luo ran disusul dayang-dayang yang menaruh meja berisikan hidangan.
"apa saya menganggu anda nona luo ran" ucap tang san sambil tersenyum manis tanpa mempedulikan kehadiran putra mahkota kerajaan aksum.
"sudahku bilang panggil saja ran ran ge" ucap luo ran seakan merajuk.
"haha baiklah" ucap tang san sambil tertawa dan mengacak rambut hitam luo ran dengan gemas.
sendari awal luo ran diperhatikan oleh seisi aula terutama nona muda berserta para putri kerajaan meng dan han iri akan luo ran yang didekati ketiga pangeran sedangkan luo ran hanya acuh tak acuh.
Putra mahkota kerajaan aksum yang melihat kedekatan luo ran dengan tang san tidak suka bahkan sikap luo ran berubah 180° saat tang san datang, apalagi saat melihat tang san mengacak rambut luo ran dengan gemas membuat putra mahkota kerajaan aksum semakin tidak suka rasanya ingin marah tanpa sadar mengeluarkan aura yang tidak bersahabat.
Apalagi tang zhong yang melihat tang san mendekati milikinya ingin sekali rasanya ia marah besar rasa benci kepada tang san semakin menjadi tanpa sadar tang zhong mengeluarkan aura pembunuhnya.
‘sial berani sekali dia menyentuh milikku, akan kupastikan kau terusir dari kerajaan ini dan menjadi bahan omongan seluruh benua, gadis itu milikku siapapun tidak bisa merebutnya dariku, setelah aku mengurus gadis itu baru aku mengurus kedua hama tersebut’ batin tang zhong dengan aura pembunuh yang semakin mengeluar.
Raja tang yang merasakan aura mencengkamkan diaula, ditambah aura pembunuh dari putra kesayangannya membuat ia melirik arah pandangan putranya, ternyata putranya memandang nona luo ran raja tang yang melihat itu hanya tersenyum licik dan mulai berbisik dengan putranya.
Tang zhong yang mendengar bisikan ayahandanya tersebut menyeringai dan akhirnya menarik aura pembunuh tersebut.
‘kau akan menjadi milikku’ batin tang zhong.
setelah berbisik raja tang mulai berdiri berjalan kedepan sedikit.
Semua orang akhirnya menikmati jamuan tersebut dan tidak lama para pengihubur mulai memasuki aula satu satu untuk memeriahkan jamuan 4 kerajaan tersebut.
Sedangkan ditempat luo ran, ia dibuat pusing oleh bocah kecil yang berada dipelukannya ini ditambah lagi ayah bocah ini.
"akak atu au akan ini" ucapnya dengan suara cadel sambil menuju ke meja hidangan khusus luo ran.
"ini pangeran kecil?" ucap luo ran sambil mengambil satu piring kecil seperti puding gitu.
“iyaa akak uapin atu” ucapnya sambil bermanjaan ria dengan luo ran, luo ran berusaha bersabar dan menyuapi puding dengan penuh kesabaran.
Sedangkan yuan san menatap luo ran dengan intes ia sangat senang putranya bermanjaan dengan luo ran.
“ran ran cobalah ini kau pasti belum makan” ucap tang san sambil menyodorkan manisan ke luo ran.
Luo ran yang melihat manisan tersebut berbinar bahagia kebetulan ia sangat lapar diterima suapan dari tang san dan tang san menyuapi luo ran dengan hati-hati.
Berbeda dengan tang chen yang memilih diam menyaksikan kedekatan kakaknya dengan luo ran.
‘gege pasti menyukai ran ran tapi apakah aku memberi tau kepada gege bahwa suatu hari ran ran akan pergi tapi melihat kebahagiaan yang terpancar jelas aku tidak berani menganggunya, haish biarkan saja semua berjalan semestinya’ batin tang chen sambil menghelakan nafas.
Setelah luo ran menyuapinin bocah tampan tersebut ia juga telah kelar memakanan manisan melalui suapan yang tang san berikan dan bocah tampan tersebut juga langsung tertidur pulas.
Luo ran langsung memberikan bocah tersebut kepada putra mahkota kerajaan aksum dengan hati-hati walaupun luo ran tidak terlalu menyukai anak kecil tapi ia tidak akan kasar pada bocah sepolos ke'er.
“permisi nona luo ran” ucap raja tang mengagetkan keempat orang tersebut, setelah mengasih bocah tampan tersebut luo ran berdiri didepan raja tang yang diikuti seorang dayang.
“salam yang mulia, apa ada sesuatu yang membawa yang mulia kemeja saya” ucap luo ran datar menunduk hormat sedikit lalu berdiri tegak didepan raja.
“hahaha tidak saya disini ingin mengajak nona luo ran bersulang” ucap raja tang sambil tertawa.
“suatu kehormatan bisa bersulang dengan anda yang mulia” ucap luo ran lalu raja tang memberikan segelas anggur kepada luo ran.
Luo ran menerima anggur tersebut lalu memandangnya benar dugaannya tua bangka tersebut mencampurkan sesuatu, luo ran lalu mengangkat gelas dan meminum anggur sekali tenguk.
Raja tang yang melihat tersebut tersenyum puas dan diam diam menyeringai ‘sebentar lagi zhen akan memiliki sekutu yang kuat’.
“haha nona luo ran ternyata anda hebat dalam masalah minum” ucap raja tang tertawa bahagia.
“terimakasih atas pujian anda yang mulia tapi bisakah saya izin karena tiba tiba kepala saya pusing” ucap luo ran sambil memegangin kepalanya.
“tentu tentu biar dayang dayang ini yang mengantar anda beristirahat diistana zhen” ucap raja tang sambil menujuk dayang dibelakangnya.
“kalau begitu saya mohon undur diri dulu yang mulia” ucap luo ran berjalan keluar yang dipimpin dayang tersebut.
Luo ran tidak cukup bodoh meminum anggur yang sudah dicampur oleh obat perangsang diam diam luo ran menyeringai seram.
‘setiap perbuatan harus ada balasanya’ batin luo ran sambil bertelepati kepada gegenya.
“silahkan nona ini kamar untuk anda beristirahat” ucap dayang tersebut diam diam sambil tersenyum licik lalu keluar dari kamar yang lumayan besar dan nyaman.
Brukk
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE NOVEL INI YA:)