ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
sinar mentari hangat di Kutub



hari demi hari telah berlalu tidak terasa sudah 1 bulan dari ketemuan ke tiga aska dan gebi,sedikit aneh rasa nya saat menatap aska yg seperti patung bernyawa itu tersenyum-senyum sendiri menatap layar ponsel yg biasa nya sangat jarang ia sentuh,cowok itu terlihat sedikit hidup,meski pun ia biasa nya baik aska tidak terlalu pandai menyesuaikan mimik wajah nya bahkan sangat jarang tersenyum


"bos kenapa sih,kesambet" willi berbisik ke angga


"tauk Herman juga gua dari kemaren"


"heran ege"seru arfan dan Davin


" bos kenapa bang"willi melempar kadang kearah bian yg sedang mabar gem online dengan alfin


"kesambet jin pohon beringin depan jalan ke rumah nya" tampa basa basi suara bian melekgar membuat semua yg berada di sana menatap nya termasuk yang di bicarakan,tentu saja itu membuat aska menatap sebentar layar ponsel nya lalu mematikan benda pipih itu menaruh nya lagi ke atas meja,mengambil minum lalu beranjak dari ruangan itu mendekati derren yg sedang rebahan di sofa depan tv


"gua perhatiin,lu agak lain belakang ini" derren yg masih berbaring dgn posisi lengan menutup mata nya itu,membuat aska tersenyum tipis,derren sudah cocok di sebut sebagai Peramal


"harus nya lu lulus ini buka aja pabrik tahu" perkataan nya membuat beberapa teman nya yg jga sedang rebahan menatap kearah nya dan dengan santai nya aska mendorong kaki derren turun membuat cowok itu hampir terjauh ke lantai


"sok tau soal nya"sambung aska,membuat mereka tertawa terbahak-bahak ya semua tau derren itu seperti peramal untuk mereka yg bisa tau Tampa menanyakan nya terlebih dulu


" gua sih setuju-setuju aja cuma takut nya ngada konsumen yg bakalan datang buat beli atau nggak bakalan ada karyawan yg bakalan tetep hidup setelah kerja seminggu di dlm kulkas"ucap sean yg baru datang dgn jus mangga di tangganya,ya ia tidak terlihat tadi, ternyata sedang membuat jus hanya untuk diri nya sendiri,mana sudah setengah baru di bawa ke depan pula


"gua hidup kok,cuma gaji nya di atas rata-rata ya" aan ikut menimpali


RIUH 1 kata untuk rumah itu,rumah yg terlihat seperti keluarga besar untuk mereka,meskipun di sana tidak ada cewek selain mbok ina


"makanan nya sudah siap den" ucap wanita paruh baya di ikuti robi dan beberapa anggota lain di belakang nya,di sambut sorakan gembira bian yg langsung berdiri,


mbok ina tidak masak sendiri untuk porsi yg besar itu di sana ada kurang lebih 25 orang,ada beberapa orang yg memang ada kegemaran memasak seperti sean,robi dan beberapa orang lain nya jaga ikut membantu,bahkan untuk beberes rumah mereka membereskan nya sendiri dgn bergotong royong,karena menurut mereka mbok ina memang mereka gaji tapi mereka jga saling membutuhkan mbok ina membutuhkan gaji dari mereka dan mereka jaga butuh mbok ina untuk menjadi penghuni tetap rumah mereka bersama pak asep suami nya,


jadi mereka putus kan untuk sedikit meringankan kan beban mbok ina dgn membantu nya toh mereka juga yg membuat rumah bersih itu menjadi kapal pecah seperti ini


selesai makan mereka melihat jadwal cuci piring ya hari ini hari sabtu mereka libur,dan menghabiskan waktu dari pagi di sini,hari ini jadwal bian,willi dan beberapa orang lain nya untuk membersihkan sisa-sisa makanan mereka


"gua serius nanya yg tadi" aska dan derren duduk berdua di ayunan yg berhadapan depan jendela


"huh,lu ingat cewek yg kemaren" aska menyandarkan diri nya membuat kini hanya kaki nya saja yg terlihat di ayunan bundar itu


"yg di trotoar? "


"ha a, 2 hari sesudah itu gua nggak sengaja ketemu lagi sama dia,yg buat gua punya WA nya sekarang


" oh jadi lu senyum-senyum sendiri karena chatan sama dia"yahh pertanyaan lebih mirip pernyataan yg seperti biasa


"Hamm,gua mau ke mall besok rencana nya,kira-kira kalau namu ke rumah cewek bawak apaan" heran derren keheranan ada apa dengan aska dia sendiri yang menetapkan diri nya tidak ingin berdekatan dgn mahluk yg nama nya cewek tapi ini siapa ini,derren menautkan alisnya


"itu cewek nama nya siapa? " sesuai tebakan derren ingin mengorek informasi tentang cewek itu


"lu nggak usah ngehack informasi tentang dia,dia cewek baik dan kapan-kapan gua sendiri yang bakalan ngenalin dia ke kalian semua


" oke,kalau itu ingin lu,"


"sip" aska tidak merasa aneh apa lagi terganggu derren pasti cuma tidak ingin ia dijebak lagi tapi aska merasa,rasa nya untuk gebi berbeda dan ini pertama x nya gabi mengajak nya jalan ya gebi yg mengajak nya bukan ia,aska terlalu kaki untuk segala hal,


derren larut dalam pemikiran nya sendiri ia senang jika aska menemukan titik bahagia di semua luka yg ia derita,ia jga tidak terima jika ada orang yg memanfaatkan kondisi lemah seorang aska yg butuh perhatian,semua tau aska terus saja memberi kan semua orang rasa sayang Dan nyaman setiap berdekatan dgn nya tapi tidak untuk diri nya sendiri aska kekurangan itu,itu lh sebab nya Aderfia house ada


flashback sebulan yg lalu


tinggg... suara notifikasi ponsel nya membuat ia merubah arah padahal tadi ia berjalan kearah jendela untuk membuka tirai dan sekarang malah kembali mendudukkan diri nya di sudut kasur yg sudah rapi,seperti nya sekarang ia sedang membalas pesan seseorang,entah itu derren atau willi karena sean dan bian biasa nya lebih senang chat di grup saja jika terlalu penting mereka akan langsung menelpon



argghh ternyata salah,itu cewek yg ia temui tadi sore,yg menanyakan hal tidak penting menurut nya,cuma karena perasaan aneh yg kembali menyapa nya,membuat ia tidak ragu membalas pesan singkat yg biasa nya hanya centang 2 berwarna biru saja,itu adalah awal pertama aska mulai dekat dgn cewek bernama gebi itu,cewek dgn kegigihan tinggi yg sukses membuat aska membalas setiap pesan tidak berguna nya,hari demi hari terasa menyenangkan untuk aska di mana ada orang lain selain derren yg menanyakan apakah ia sudah makan apa belum,dan kenapa dia belum jga tidur,pertemuan singkat tapi bisa membuat aska nyaman menceritakan tentang mama nya dgn cewek itu,bahkan hubungan mereka bertambah dekat,belakangan ini gebi selalu menelpon nya hanya sekedar menanyakan sudah sarapan belum setiap pagi arghh aska meleleh jga ternyata,aska jga tidak segan menjawab pertanyaan gebi tentang rumor tentang nya yg tidak suka cewek,


Untuk pertama x nya aska merasa takut dan tidak nyaman jika cewek itu menganggap nya tidak normal,maka ia menceritakan segala sesuatu yg menjadi alasan nya di mulai dari hidup nya yg berantakan karena papa nya dan membuat mama nya sakit dan alasan nya takut tidak bisa membahagiakan cewek yg bersama dgn diri nya,cewek itu selalu memberikan nya penuturan-penuturan Lembut membuat rasa nya tumbuh walau hanya pertemuan singkat saja setelah itu mereka juga belum pernah bertemu lagi,sampai hari yg mereka rencanakan dari minggu sebelum nya ini


......................


“aska: gua di depan rumah lo” mendapati notifikasi dari aska gebi turun dari kamar nya dgn tergesa-gesa


"Hai" sapa cewek cantik dgn rambut yg di gerai itu


"Hai" senyum aska canggung sambil meletakkan helm di atas motor nya


"yuk masuk dulu" gebi membuka kan aska pagar rumah nya,rumah yang lebih sederhana dari rumah milik aska dan ukuran nya cuma sedikit lebih besar dari Aderfia house saja,


aska mengikuti langkah kaki gebi memasuki perkaranggan rumah yg di kelilingi bunga warna warni itu,tampa aska tau ke3 teman nya jga ikut datang ke sana mengendap-endap ikut memasuki perkaranggan rumah gebi,


"tu kan gua bilang jga apa, pak bos pasti mau di apa-apain ini" bian dgn pemikiran kotor nya yg sedari tadi ia ungkapan di perjalanan sudah hampir tidak terkendali kan,beruntung saja sean mencekal tangan cowok itu agar tidak merusak rencana mereka


"bisa diem bentaran nggak sih lu centong sayur" kesal sean


"kalau dri luar gini mana bisa kita bantuin


pak bos"


"shutt diem dulu gua lagi mikir" bukan sean tapi derren yang mengeluh kan dua orang yg memaksa ikut dengan nya padahal ia tidak mengajak mereka


ketiga orang itu berdiri di samping jendela bersiap memasuki rumah itu seperti maling,posisi mereka berada di belakang sofa yg di duduki aska dan gebi membuat 2 orang ita tidak menyadari kedatangan derren,bian dan sean


"lo sendirian?" aska membuka suara


"iyaa, papa gue lagi di luar kota,dan mama gue lagi di toko bunga"


"oh,lo udh siap-siap nya"


"udah ini" senyum gebi yg bersiap berdiri


" jadi kan ke mall nya"


"nanti aja ka,lo mau minum apa?"


bian tampak heboh sendiri membuat sean harus membekap mulut


"mencurigakan banget njir" bisik sean tapi derren tetap diam dan memperhatikan sekarang posisi mereka berada tepat di arah samping dari aska jadi mereka bisa mengawasi aska dan cewek itu leluarsa


"penggep banget njir" protes bian sesaat setelah sean melepaskan tangan nya,


gebi kembali dari dapur dgn 2 gelas jus orange yg di letakkan di mampan yg di dibawanya,meletakan 1 minuman itu di hadapan aska dan satu lagi untuk nya, mendudukkan diri nya di samping aska,dan aska ia terlihat berbeda wajah nya berseri-seri sekali membuat derren berniat mengajak 2 teman nya itu pergi tapi niat nya gagal saat melihat cewek itu mendekat kan posisi duduk nya ke aska,tiba-tiba saja rasa penasaran nya ke gebi semakin besar cewek itu terlihat seperti punya niat tersendiri entah itu apa yg jelas derren merasakan


_____________________love aska❤_______________________________