ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
awal yang tidak mengenakan



"anjir ngebo lu kan" protes Davin saat melihat bian berlarian ke arah mereka


"sean mana sean" dengan nafas terakhir engah-engah bian menanyakan di mana sean


"udah berangkat dari tadi" datar derren membuat wajah bian seketika berubah kecut


"njir tu lautan nggak nungguin gua lagi apa" bian mendudukkan diri nya di kursi sebelah aska dengan raut kecewa,bagaimana belum ia dan sean selalu tampak seperti saudara kembar,tentu saja hal ini cukup menyesakkan untuk bian


"dari mana aja lu centong sayur,lama bener nyampe nya" suara yang cukup akrab di telinga bian membuat cowok itu menatap ke arah sumber suara,seketika wajah nya yang kecut berubah menjadi berseri-seri,lantas berdiri dan menghambur ke pelukan sean


"gua kira lu beneran pergi tampa nungguin gua se" ucap bian sambil menepuk-nepuk pundak sean membuat cowok itu,mencoba melepaskan pelukan bian


"anjir,,di lihatin orang noh"


"entar di kira na gua nggak normal lagi" sean berdidik ngeri"


sekitar 15 menit mereka saling melempar canda dan tawa sampai pengumuman keberangkatan pesawat yang di tumpangi sean,suasana yang tadi nya hangat berubah menjadi sesak,satu persatu mereka memeluk sean,ini adalah pertamanya x nya 4 Sekawan itu berpisah,4 orang yang terkenal akan kedinginan mereka,dengan tembok yang menjulang tinggi membatasi orang-orang asing untuk mengenal sosok mereka


6tahun lama nya mereka saling berbagi cerita luka yang sama-sama mereka derita,dan saat ini bukan saja sean yang akan pergi namun beberapa orang teman mereka yang lain juga ada yang melanjutkan pendidikan mereka ke luar negeri,aderfia gang hanya tersisa sebagian kecil saja dari mereka,


aska dan teman temannya memperhatikan pesawat yang di tumpangi sean sampai tidak terlihat lagi


"nggak nyangka ya bos kita bakal pisah gini" lesu bian sambil berjalan ke arah motor nya "


"bos kita duluan ya" teriak teriak geri,davin dan beberapa teman mereka yang lain,bukan hanya Universitas luar Negeri namun ada juga Universitas dalam negeri yang memisahkan mereka,seperti davin yang akan melanjutkan pendidikan nya di surabaya bersama 2 orang lain nya sedangkan sisa dari mereka juga terpisah pisah, yang bertahan di ibu kota hanya aska,derren bian dan geri itu juga geri memilih Universitas berbeda dari mereka bertiga,sedangkan bian masih 1 universitas namun berbeda jurusan dari aska dan derren


ada udara yang tidak mengenakannya untuk aska,bian dan derren di mana motor yang selalu jalan berempat sekarang tinggal bertiga saja,membuat sesuatu terasa perih di kelopak mata


......................


setelah hampir 30 menit perjalanan ketiga motor yang di pakai 3 orang yang cukup terkenal semasa SMA itu berjalan pelan masuk ke arah parkiran sebuah gedung mewah dengan interiornya


"gila cakep bener" seru bian sambil memukul pundak derren


"njir jamet"derren berdidik saat melihat kearah bian yang sudah siap dengan kamera ponsel nya,namun seketika derren teridiam,pemandangan yang tidak sengaja tertuju oleh nya sangat tidak mengenakannya,derren menatap kearah bian yang tampak membelalakkan mata nya,dan tatapan nya juga lurus tertuju pada dua orang yang baru saja keluar dari sebuah mobil dengan harga fantastis,belum sempat bian berseru buru-buru derren membekap mulut cowok itu,agar tidak membeberkan apapun,sebab aska terlihat tidak memperhatikan kearah sana, dengan langah cepat derren membawa bian yang posisi kepala nya berada di bawah ketiak derren berjalan ke arah depan aska


" kui kekantin dulu gua lapar"perkataan derren membuat bian yang tadi nya tampak kesal sedikit berubah,menjadi semeringgih


"kui,gua juga nggak sempat sarapan tadi"


"udah gua tebak pasti lu ngebo" kekkeh aska yang tampak belum sadar akan sikap aneh yang di tunjukkan derren


derren melepaskan kepala bian,lalu mengacak-acak rambut cowok itu seperti orang tua yang gemas pada anak nya


"anjink..." teriak sean tidak teriama,ah.. rambut nya yang tadi nya rapi sekarang berubah seperti di sapa badai


ketiga orang itu berjalan mencari kantin dari kampus ternama itu


......................


di tempat lain


"kalau kamu nggak suka sama Universitas ini,nanti aku bilang sama papa buat pindahin kita ke Swiss aja gimana" tawar zeron sambil membenarkan rambut Gebi yang tampak murung,pasal nya Gebi sangat ingin kuliah di luar Negeri,namun orang tua nya bersikeras meminta nya untuk tetap berada di samping zeron,dengan alasan takut nanti cowok yang berstatus tunangan nya itu akan lebih cantol cewek lain,ah.. cukup menyebalkan


bahkan keputusan Gebi untuk kuliah di kampus yang sama dengannya membuat ia sedikit terkejut,pasal nya cewek itu selalu mengatakan ia kan melanjutkan pendidikan nya di luar negeri tapi saat ini Gebi malah mengikuti nya,jika di tanya soal bahagia,zeron sangat bahagia,lelah nya yang harus kuliah sambil bekerja di perusahaan milik papa nya terasa lebih ringan karena sekarang ada Gebi di samping nya,


papa nya tampak sedikit berubah belakangan ini,bicara nya pun lebih kasar dari biasa nya,meski pun sedikit aneh namun zeron tetap berpikiran positif,mungkin papahnya kelelahan karena persaingan di dunia bisnis itu tidak lah hal yang mudah,zeron sekarang menduduki posisi direktur di sebuah perusahaan cabang milik ayah nya,membuat nama nya sangat populer di kampus ini sedari awal masuk nya ia beberapa bulan yang lalu,banyak sekali cewek-cewek yang mencoba mendekati nya,meski pun zeron tampak sangat bucin pada gebi,sebagian dari cewek-cewek di sana tampak cuek dengan fakta itu,tidak jarang mereka terang-terangan caper ke zeron di hadapan gebi,apa lagi gebi yang tampak biasa saja membuat mereka semua leluarsa mendekati zeron


gebi dan zeron berbeda jurusan jadi mereka akan bersama saat makan siang di kantin saja,biasanya zeron lah yang selalu menjemput gebi,membuat status hubungan mereka ramai di bicarakan,selalu saja banyak tatapan iri yang tertuju pada gebi yang di anggy mereka memiliki dewa keberuntungan


zeron selalu memperlihatkan perhatian perhatian kecil yang membuat orang-orang yang melihat mereka menjadi ngiri,seperti saat ini,zeron berjongkok di hadapan gebi dan membenarkan tali sepatu yang di gunakan gebi,gebi berbeda dari kebanyakan cewek-cewek di kampus mereka,penampilan sederhana nya membuat sebagian cewek-cewek di sana mencibir nya,mengatakan gebi tidak terlihat seperti tunangan dari Direktur dan pewaris dari perusahaan ternama,melainkan lebih mirip babu yang mengikuti zeron kemana-mana,padahal jika di lihat dengan tatapan takjub wajah gebi sangat cantik dan sudah pasti tampa di tanya lagi orang akan tau ia juga seseorang dari keluarga yang tidak biasa