ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
awal yang baru untuk aska



" Yasudah,mending kita semua sekarang ke ruangan gentari"alaska berlalu sambil menepuk pundak derren,bukan hanya aska bahkan ke tiga sahabat nya merasakan sikap hangat seorang ayah yang di tunjukkan alaska dari tatapan dan senyuman nya


Keadaan gentari tidak cukup baik,ia masih dengan tatapan kosong membuat,mata aska berkaca-kaca


"Gentari" Om alaska duduk di samping wanita itu sambil memegang tangan nya,namun wanita itu tidak bergeming


Alaska memasangkan sebuah cincin berlian di hari manis wanita itu lalu mencium tangan lembut yang di pegang nya,tidak hanya aska dan sahabat nya,beberapa orang Kepercayaan Alaska juga ikut menyaksikan,bahkan laki-laki dengan kacamata yang selalu terlihat bersama alaska menyerka bulir bening yg jatuh dari mata nya,ia adalah orang yg paling mengenal Alaska,laki-laki paling setia dimata nya bahkan aska dengan Seluruh kekuasaan nya yang bisa kapan saja menghancurkan mantan suami dari wanita yang ia cintai itu,memilih mencintai secara diam selama berpuluhan tahun lama nya,


Laki-laki itu juga lah yang mendapati tugas dari alaska untuk meminta tanda tangan angga untuk surat perceraian,


Tapi beruntung ia orang yang sabar,ia masih bisa mengendalikan diri,saat berhadapan dengan angga yang sok berkuasa,dan menunjukan tatapan mengejek nya,Laki-laki bernama Liam kortas itu tidak mengatakan yang sebenar nya,ia sengaja mengatakan bahwa ia hanya orang Kepercayaan dari keluarga YN grup,dan ia berniat menikahi gentari yang membuat angga menatap nya dengan tatapan mengejek,


Bukan tampa alasan liam melakukan itu,


Berbeda dari yang di perintah kan kepada nya,ia ingin angga merasa di atas angin hingga ia tidak akan menyangka siapa orang yang akan Mendukung mantan istri dan anak nya


Flashback 1 bulan yang lalu


"Permisi tuan besar,ada kelayen dari negara A yang ngotot ingin bertemu dengan anda" Ucap cewek cantik dengan rok span di atas lutut yang berdiri di hadapan angga


"Siapa?"


" Seperti nya CEO dari perusahan ternama" Sekertaris itu memberikan kartu nama yang tadi di letakkan laki-laki yang ingin bertemu dengan angga di meja resepsionis


"ALASKA CANO ZAYN"


"Dari perusahan ZN grup?" Membuat angga sedikit terkejut pasal nya ZN grup bukan perusahan Sembarang an, itu adalah perusahan besar yang menduduki posisi pertama dan sangat di segani di dunia bisnis,


"Apakah mereka masih ada di luar?" Angga mengembalikan raut wajah tenang nya


"Masih tuan besar,apakah anda mengizinkan mereka untuk bertemu dengan anda? " Asisten cantik itu bertanya dengan sopan


"Mundur kan semua jadwal rapat Saya untuk 1 jam kedepan,dan persilahkan pak Zayn kemari" Angga merapikan penampilan nya


"Baik tuan"


Tidak butuh waktu yang lama seorang laki-laki dengan kacamata yg bertengger di hidung nya memasuki ruanganan angga


"Salah kan duduk tuan zayn"Angga menunjukan sikap sopan nya, ia tidak pernah sekali pun bertemu dengan orang dari keluarga yang selalu mejadi topik di acara bisnis yang biasa di datangi nya


"Tidak perlu,terlalu formal,lagi pula Saya bukan CEO dari zn grup" Ucapan liam membuat angga membelalakkan mata nya,arghhh padahal jantung nya sudah dak dik duk der,berharap perusahan ternama itu datang untuk menawari kerja sama dengan nya


"Dan Saya kesini juga tidak di itu untuk alasan bisnis,Saya kemari karena Kepentingan pribadi" Perkataan liam lagi-lagi membuat angga membelalakkan mata nya,arghhh selesai sudah angan-angan tak berdasar nya


"Lalu mau apa kau kemari" Angga kembali duduk di kursi kebesaran nya,raut wajah nya tidak seperti tadi,


Dasar rubah begitulah pikir liam menatap nya


"Anda suami dari gentari Azarine Axelle?"


"Iyaa,tapi istri saya sudah meninggal dunia 5 bulan yang lalu"


"Huhh anda tak perlu membodohi saya, seperti media-media yang menyiarkan berita bohong itu"Perkataan liam membuat angga berdiri mentap nya dengan tatapan tidak ramah


"Anda ini siapa Dan apa keperluan anda menemui Saya" Angga mencoba mengalihkan pembicaraan mereka


"Saya liam kortas,orang Kepercayaan dari yn grup,Saya kemari ingin meminta anda menanda tangani surat perceraian dengan gentari"


"Untuk apa anda meminta surat perceraian itu,kepada saya,sedangkan wanita gil* Dan putra nya itu saya juga tidak tau,entah di mana keberadaan mereka sekarang" Angga menunjukkan seringai nya,arghhh ternyata ia tidak perlu bersikap sopan laki-laki di depan nya ini berada di bawah nya


" Mereka bersama dengan saya, Dan Saya ingin menikahi gentari"Perkataan liam membuat angga tertawa terbahak-bahak


"Anda yakin ingin menikahi wanita itu,Saya katakan sekali lagi dia itu tidak waras" Tatapan angga seolah-olah sedang meremehkan orang yang di hadapan nya Dan berulang kali mengatakan wanita itu gil*


Liam berusaha meredam emosi nya bagai mana pun wanita yang di hina oleh laki-laki di hadapan nya ini adalah wanita yang membuat tuan nya sempat berada di situasi yang menyesakkan


"Saya tidak punya waktu yang banyak,anda tanda tangani saja surat perceraian ini" Liam meletakkan berkas-berkas yang di bawa orang di belakangan nya di meja angga


"Sampai kan salam Saya pada calon istri anda,dan ucapan selamat karena telah mendapati suami misk*n" Angga mengeluarkan seringai mengejek nya sambil menanda tangani berkas-berkas tersebut


"Oh iya 1 lagi,kata kan juga pada nya,saya telah berbaik diri membiarkan calon suami nya yang tidak sebanding dengan ini masuk ke ruangan milikku" Angga memutar kursi nya membelakangi liam


Bukan nya tersinggung liam malah menyeringai penuh arti


......................


di kamar sebuah rumah yg megah dengan interior eropa aska dan ke 3 sahabat nya sedang lesehan di lantai


"bos,gua ikut derren balik ke indo mau kuliah di sana gua" ucap bian yg rebahan dengan punggung sean


"udah nentuin mau ambil jurusan apa ian?" derren menatap bian serius


"karena Sean mutusin buat terjun ke dunia bisnis,gua bakalan lanjutin impian nya buat jadi arsitek"


"what" teriak ke 3 orang itu sontak membuat bian menutup telinga nya


"kalem hoi kalem"


"lo seriusan ian" derren menatap nya datar


"gua usah ikhlasin kok,ngpp entar gua maksa anak gua aja buat jadi arsitek" tawa Sean renyah mengusir secarik keinginan yang masih melintas di pikiran nya


"lo nggak harus ngorbanin impian lo buat jadi arsitek se,udah dapat dukungan sampai sejauh ini juga udah makasih banget gua" aska menundukkan kepala nya ia tau benar sean bercita-cita menjadi arsitek sedari pertama kali mereka bertemu dengan nya


_____________________________________________________