
selesai makan,bian duduk di kursi kebanggaan nya,meski pun ini hanya sebuah cafe yang kecil,tapi remaja itu cukup bersyukur,seenggaknya ia punya penghasilan, jadi tidak terlalu bergantung pada transferan orang tua nya,
bian memeriksa daftar pengeluaran dan pemasukan cafe miliknya,hampir dua jam,bian berkutat dengan laptopnya nya,akhirnya pekerjaan nya sudah juga,bian menyandarkan diri nya di sandaran kursi itu,mengambil henphone yang tadi ia letakan di samping kursi kemudian,membuka grup chat wa aderfia gang, hanya ada kolom Chat itu saja yang berada di layar utama apk berwarna hijau itu,dan ada beberapa chat yang terlihat nangkring di layar belakang (arsip)
seperti biasa grup chat mereka selalu ramai dengan candaan teman-teman nya,meskipun beberapa dari mereka sudah berada di negara berbeda,biar tersenyum-senyum sendiri ia juga ikutan nemplok di riuh-riuh adu sound yang di bagikan di sana,dan ada beberapa juga yang Mengscrenshot fyp tik tok yang menampilkan cewek-cewek dengan body aduhai,membuat derren yang biasa nya senyap tanpa suara itukan ramai di sana,
selain jones seperti bian, dan ketiga sahabat nya ada juga beberapa jones yang lain,yang menjadi korban ejek-ejekan yang memiliki pasangan
......................
di tempat lain
deren baru saja memasuki pintu utama rumah nya,pemandangan seperti biasa sudah menjadi santapan hari-hari cowok kutup itu,di mana kedua orang tua nya menyambut kepulangannya dengan pertengkaran tidak berujung
"derren" sentak papa derren dengan suara meninggi dan wajah yang sudah memerah,sambil menghampiri derren,sebuah tamparan mendarat di pipi cowok itu membuat telinga nya berdenging
"anak kurang ajar,bikin malu keluarga" lanjut papa derren dengan nada yang lebih tinggi
"sengaja kamu bikin,mama sama papa malu,di hadapan papa nya Sintia" bukan nya meredam amarah suami nya,mama derren malah ikutan berbicara panjang tampa jeda,membuat kepala derren semakin pusing saja,
"udah mama bilang kan,nggak ada penolakan"
"pokok nya besok kamu harus ke rumah sintia,temani dia shoping dan minta maaf sama om Wijaya" putus mama derren lantas pergi dari hadapan derren sambil memijit pelipisnya, tinggal derren dan papa nya saja,laki-laki yang sudah berumur itu,masih menatap nya dengan tatapan mengintimidasi,
jika penasaran dari mana datang nya tatapan mengintimidasi, yang sangat menakutkan seorang derren,papa nya adalah jawaban yang sangat tepat, laki-laki itu juga sangat lah mirip dengan derren,bahkan jika di lihat-lihat,derren sedikit pun tidak mirip mama nya,
"dari mana aja kamu?" sebuah pertanyaan yang sudah terlambat keluar dari mulut laki-laki itu,membuat derren membuang muka dengan tatapan malas,sambil beranjak pergi dari hadapan papa nya
derren melanjutkan jalan nya menuju satu-satu nya ruangan yang cukup hangat di rumah itu,dengan udara yang bisa ia hirup dengan leluarsa tanpa tekanan
derren berjalan masuk ke kamar mandi, membersihkan diri nya beberapa menit berlalu,derren kembali keluar dengan wajah yang lebih fresh,cowok yang punya kebiasaan tidur hanya menggunakan celana pendek tampa atasan itu merebahkan diri nya di atas kasur kesayangan nya,derren sudah makan malam bersama aska dan yang lain nya,jadi ia tidak berniat untuk kembali turun kebawah
mata derren tertuju pada bingkai poto yang terpampang rapi di atas meja belajar nya,memamerkan poto bakal keluarga bahagia, dengan senyuman mengambang kedua orang tua nya,poto itu di ambil saat derren berusia 17 tahun, poto keluarga ke dua nya,sebelum itu ia juga pernah sesi pemotretan bersama ke-dua orang tua nya saat berusia 10 tahun,
derren tidak menyesali keputusannya yang tidak jadi pergi dari rumah yang sudah seperti neraka untuk nya,sebab ada hal yang harus ia capai di masa depan,meski pun suatu hari nanti kesehatan mental nya yang menjadi taruhan nya,
derren punya trauma yang tidak ada satu orang pun yang tau,bahkan ke tiga sahabat nya,yang menjadi alasan derren terlalu kejam untuk seorang perempuan
bahkan derren tidak bisa menatap seorang perempuan secara terang terangan,emosi nya memuncak bahkan derren hampir memukul teman cewek sekelas nya saat beradu argumen dengan cewek itu,bian dan sean saat itu malah mengira derren sudah kehabisan kesabaran namun kenyataan nya sedari awal derren tidak menatap wajah cewek itu maka nya ia bisa bertahan beberapa menit dalam pertengkaran yang di mulai cewek yang datang melabrak nya karena membela sahabat nya yang di tolak derren mentah mentah,cewek itu meminta derren untuk meminta maaf, namun nihil bukan nya permintaan maaf yang ia dapat kan melainkan hampir saja ia sendiri yang celaka karena lancang membangun singa yang sedang tidur,
namun cewek yang kemarin ia temui berbeda,derren tidak merasa kan sesak,padahal cewek itu sudah memancing emosi nya
penyebab trauma derren tidak lain mama nya sendiri,saat berusia 5 tahun,orang tua derren sudah terang terangan bertengkar bahkan saling mengunakan bahasa kasar satu sama lain nya, membuat derren kecil hanya bisa menutup telinga nya, sejak itu tanggapan derren tentang dua orang yang memiliki hubungan sangat menakutkan,namun beruntung derren tetap tumbuh dengan keperibadian dan mental yang cukup kuat,ia tidak kekurangan sedikit pun ia tumbuh menjadi anak yang pintar dan berprestasi,derren tidak membenci wanita hanya saja ia tidak berniat membangun sebuah hubungan dengan mereka,derren normal,ia bukan orang yang menyukai sesama jenis,
bahkan tentang bualan nya,yang menceritakan kisah masa depan mereka dan anak-anak mereka nanti hanya ucapan kosong belaka,derren sama sekali tidak berniat membangun sebuah hubungan seperti itu,untuk nya aderfia gang saja sudah cukup,ia tidak membutuhkan keluarga baru yang lain,
itu lah alasan kenapa derren,kemarin menurut saja,ia berniat menyampaikan secara langsung pada keluarga sintia, tentang ia yang keberatan dengan perjodohan ini,namun saat di perjalanan tiba-tiba ia menemukan cewek itu,cewek pertama yang nangkring di pundak derren,cewek yang mencoba memulai pertengkaran dengan nya namun emosi nya tidak tersulut sedikit pun, bahkan bayangan mama nya yang biasa nya menari-nari tidak muncul saat itu,
di satu sisi derren sangat menyayangi mama nya namun di sisi yang lain ia juga sangat membencinya
derren larut dalam pikiran nya dan kemudian tertidur tampa ia sadari sedari tadi seorang wanita berdiri di luar pintu kamar yang sedikit terbuka,memperhatikan nya